Sponsors Link

Begini Ternyata 7 Cara Mencegah Paru Paru Basah Pada Bayi Bunda Wajib Pahami

Sponsors Link

Cara mencegah paru-paru basah pada bayi tidak boleh sembarangan. Karena penyakit yang dikenal dengan istilah pneumonia atau ciri ciri bronkitis ini sangat berbahaya. Sudah banyak kasus bayi meninggal dunia karena paru paru basah. Maka dari itu, pastikan pencegahannya dilakukan dengan baik.

ads

Pencegahan untuk Pneumonia bayi cukup banyak. Diantaranya ialah menjaga pola makan tetap sehat. Berikut tindakan pencegahan yang lebih lengkap. Namun, terlebih dahulu, kami jelaskan tentang penyebab-penyebabnya.

Penyebab Paru-paru Basah Pada Bayi

Ada beberapa penyebab pneumonia atau paru paru basah dan gejala bronkitis menyerang bayi. Termasuk karena masalah genetika. Berikut penyebab-penyebab lainnya, yaitu:

1. Bakteri

Penyebab pneumonia yang pertama ialah bakteri yang bernama Streptococcus pneumonia penyebab bahaya emboli paru. Pada umumnya, bakteri ini muncul ketika bayi mengalami gangguan influenza.

2. Infeksi Virus

Sedangkan penyebab yang kedua ialah infeksi virus. Ini terjadi tidak hanya pada bayi, tetapi juga pada balita. Maka dari itu berhati-hatilah kepadanya. Karena bisa menimbulkan gejala paru paru basah yang kronis.

Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

1. Cuci Tangan Sebelum Pegang Bayi

Cara pencegahan komplikasi emboli paru yang pertama ialah selalu membersihkan tangan sebelum menyentuh bayi. Karena dikhawatirkan, bakteri tangan akan berpindah ke dalam tubuh bayi.

Ini juga berlaku ketika Bunda akan mempersiapkan makanan untuk si buah hati. Jangan sampai makanan tersebut, tersentuh tangan yang penuh dengan bakteri penyebab pneumonia.

2. Khususkan Peralatan Makan

Menjaga peralatan makan bayi tetap steril merupakan tindakan pencegahan pneumonia dan gejala emboli paru yang selanjutnya. Maka dari itu, ketahuilah kondisi bayi sejak dini. Jika ada anak yang sedang sakit, khususkan alat makannya. Jangan sampai alat makan tersebut justru digunakan oleh bayi yang sehat. Karena itu membuat penyakit menjadi menular.

3. Beri Makanan Bergizi dan Rajin Olahraga

Penyakit paru paru basah pada bayi bisa dicegah dengan memberinya makanan bergizi seimbang. Seperti sayur, buah serta mencegah makanan yang bisa melukai sistem pencernaan mereka.

Selain itu, jika anak sudah balita, maka doronglah ia untuk rajin berolahraga. Karena ini bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dan dampak paru paru bocor.

Sponsors Link

4.  Bersihkan Ingus Bayi Saat Flu

Sudah dijelaskan di muka, kalau pneumonia menyerang bayi ketika dia flu. Maka dari itu, bersihkan ingusnya sebersih mungkin, karena dari sanalah virus penyebab muncul.

Jika tangan anak tersentuh ingus mereka sendiri, maka bilas hingga bersih dengan menggunakan produk pembersih. Karena jika tangan tersebut ia sentuhkan ke mulut, bakteri pneumonia akan masuk ke dalamnya.

5. Cegah Penularan Penyakit

Pencegahan pneumonia bayi dari bahaya komplikasi pneumonia tidak semata untuk dirinya sendiri. Anak Bunda yang lain harus tercegah dari penyakit paru paru basah tersebut. Caranya dengan melakukan pencegahan untuk penularan penyakit. Terutama ketika bayi sedang flu. Maka segera pasangkan masker kepadanya.

6. Beri Asi Secara Teratur Selama 6 Bulan

Cara mencegah paru paru basah pada bayi yang ke enam adalah terapi pneumonia yaitu beri ASI eksklusif minimal hingga 6 bulan. Karena di usia itu, mereka masih memiliki imun yang lemah. Sehingga, munculnya virus pneumonia bisa menjadi masalah. Apalagi jika mereka memang mudah sakit dan malas untuk makan.

Sponsors Link

Jika ini sudah dilakukan, boleh orang tua berharap si bayi tidak mengalami pneumonia. Bahkan, bayi akan lebih sehat dan tidak mudah sakit.

7. Menghubungi Dokter

Menurut kami, pencegahan paru paru basah pada bayi yang terbaik adalah melakukan konsultasi ke dokter spesialis anak. Karena merekalah yang lebih ahli dan paling mengetahui tentang gejala dan penyebab pneumonia.

Apalagi tentunya, si anak akan diperiksa terlebih dahulu. Sehingga, jika ada gejala, penanganan cepat bisa dilakukan.

Begitu juga jika paru paru basah sudah memasuki stadium parah, tetapi baru dideteksi. Tentu upaya dokter lebih maksimal, dibandingkan Bunda masih meraba apakah itu gejala pneumonia atau bukan.

Maka dari itu, kena gejala maupun tidak, tetap bawa bayi ke dokter dengan teratur. Minimal setiap tiga bulan untuk mengecek tubuhnya. Jika dirasa sudah ada gejala, patuhi saja apa anjuran mereka. Karena itu yang terbaik untuk bayi Anda.

Itulah cara mencegah paru paru basah pada bayi dan gejala emboli paru. Selebihnya, silakan terapkan pola hidup sehat kepada mereka. Baik ketika sedang di dalam rumah maupun di luar rumah.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pencegahan