Sponsors Link

7 Cara Mencegah Pneumonia pada Anak dan Bayi

Sponsors Link

Apakah anda memiliiki buah hati berumur dibawah 5tahun? Anda harus menjaganya dari penyakit-penyakit yang mudah menempel pada tubuhnya. Anak berumur dibawah 5 tahun sangat rentan terhadap  kuman dan penyakit. Karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih lemah dan belum sempurna, membuat buah hati anda belum mampu mengatasi infeksi yang ada pada tubuhnya. Ada banyak penyakit yang tidak orang tua waspadai akan berakibat fatal. Salah satunya adalah pneumonia.

ads

Pneumonia adalah salah satu penyakit mematikan yang sering terjadi pada anak. Pneumonia (Broncho Pneumonia) atau radang paru-paru merupaka suatu infeksi akut parenkim paru seperti lobus, alveolus, atau jaringan pendukung paru yang lainnya. Penyakit ini merupakan salah satu  Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bagian bawah. Berbeda dengan ISPA bagian atas seperti flu, batuk, radang hidung, radang tenggorokan, amandel yang dianggap tidak terlalu berbahaya, ISPA bagian bawah ini termasuk penyakit yang perlu diwaspadai. Hal ini karena Penumonia merupkan penyebab kematian bagi bayi dan balita di seluruh dunia.

Fakta yang diberikan oleh Riset Kesehatan pada tahun 2013 adalah insiden pneumonia di Indonesia yakni 1,8 dengan prevalensi 4,8 persen. Artinya, setidaknya ada 23 balita yang meninggal setiap jam dan 4 diantaranya adalah mereka yang mengidap pneumonia. Fakta lain yang tidak kalah gawat adalah pada tahun 2015 terdapat lebih dari 554.650 kasus pneumonia di Indonesia. Itu berarti kasus pneumonia meningkat sangat tajam pada tahun 2015. Dan sekarang, diperkirakan kasus pneumonia mencapai 3,55 persen dari jumlah balita di Indonesia.

Orang tua dapat melakukan Cara Mencegah Pneumonia pada Anak dimulai dengan dengan cara sederhana seperti tips tips di bawah ini:

  1. Pemberian ASI Ekslusif

Pemberian ASI Eksklusif berarti bayi hanya diberikan ASI tanpa dinberikan cairan lain seperti air, susu,  dan lain lain. Selain tidak diberikan cairan selain ASI, anda juga dilarang untuk memberikan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan lain-lain.

Pemberian ASI Eksklusif yang sesuai anjuran adalah diberikan minimal 4 bulan, namun akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berumur 6 bulan. Kewajiban pemberian ASI Ekslusif tercantum pada pasal 6 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Ekslusif yang ditetapkan pada tanggal 1 Maret 2012. Bunyinya adalah sebagai berikut : “Setiap Ibu yang melahirkan harus memberkan ASI Ekslusif kepada bayi yang di lahirkannya.”

Lalu, kenapa harus berlangsung selama 6 bulan?

Pemerintah mengikuti rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yang menyarankan Ibu untuk menyusui bayinya selama 6 bulan penuh untuk menghindari alergi dan menjaga kesehatan bayi secara optimal. ASI Ekslusif perlu diberikan selama 6 bulan karena pada masa itu bayi beum memiliki enzim pencernaan yang sempurna untuk mencerna makanan atau minuman lain. Dengan memberikan ASI, semua nutri dapat terpenuhi. Tujuan pemberian ASI Ekslusif seperti yang tertulis pada PP tersebut adalah untuk menghindari buah hati anda dari resiko infeksi akut seperti pneumonia.

Sponsors Link

  1. Imunisasi

Sudahkah anda membawa si kecil untuk melakukan imunisasi? Ada beberapa isu yang sering dipercaya oleh kebanyakan orang tua mengenai imunisasi atau pemberian vaksin, sehingga orang tua cenderung memilih untuk tidak melakukan imuniasi sesuai jadwal yang ditentukan. Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit melalui pemberian kuman hidup atau dengan memasukkan bagian tubuh dari kuman untuk membuat antibodi sehingga tubuh anak memiliki kekebalan terhadap penyakit. Imunisasi yang lengkap dapat membantu mencegah pneumonia.

Vaksin pneumonia seperti Hib dan PCV ( Pneumococcal Vaccine) mempunyai daya proteksi yang tinggi untuk mencegah pneumonia. Imunisasi bertujuan unutk melindungi buah hati dari penyakit tertentu. Dan dengan diberinya imunisasi, itu akan mencegah bertambahnya anak yang terkena penyakit dan juga diharapkan dapat membasmi penyakit tersebut secara menyeluruh. Imuniasi sangat baik untuk buah hati anda, karena akan menciptakan kekebalan alami pada tubuhnya jika dilakukan dengan cara yang benar dan secara teratur.

  1. Jauhkan Dari Asap Rokok

Apakah anda seorang perokok? Perlu orang tua ketahui bahwa anak-anak dan bayi memiliki kondisi tubuh yang masih berkembang. Jadi jangan heran kalau buah hati anda rentan terhadap gangguan pernafasan. Asma dan penurunan fungsi paru-paru adalah dua gangguan pernafasan yang dapat diidap oleh buah hati anda apabila mereka terpapar asap rokok dalam jangka panjang. Selain asma dan penurunan fungsi paru-paru, asap rokok juga kana menyebabkan bayi rentan terhadap radang paru-paru dan bronkitis. Anak-anak memiliki paru-paru yang lebih kecil daripada yang dimiliki oleh orang dewasa. Anak-anak juga memiliki ritme bernafas yang lebih cepat daripada orang dewasa, itulah yang menyebabkan mereka menghirup zat-zat kimia yang berbahaya lebih banyak dibandingkan orang dewasa dalam waktu yang sama.

Selain itu, sistem kekebalan anak yang belum sempurna mengakibatkan mereka lebih muda terkena gangguan pernafasan. Murkosa si kecil memiliki kemungkinan rusak tiga kali lebih besar. Dimana organ aparu-paru mereka rusak karena pertahanan alami saluran pernafasan yang jebol akibat penghirupan asap rokok. Maka, jangan heran apabila anda sering merokok didepan buah hati anda, mereka akan lebih mudah mengidap penyakit mematikan ini.

ads
  1. Penuhi Asupan Gizi pada Bayi dan Anak

ASI Ekslusif diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Pada usia selanjutnya, bayi tetap mendapatkan asupan ASI. Akan tetapi,  seiring pertumbuhan dan perkembangannya, kecukupan gzizi bayi tidak dapat dipenuhi hanya dengan ASI. Karena itulah buah hati anda membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI).MPASI adalah makanan atau minuman bervariasi yang dapat anda berikan kepada si kecil sebagai pendamping ASI. MPASI yang anda buat sendiri dirumah atau anda bisa membeli yang siap saji. Namun, anda juga harus tetap memperhatikan kualitas MPASI yang diberikan harus mencakupi kebutuhan gizi bayi  dengan kualitas zat yang baik dan seimbang. Ajari anak-anak untuk memakan makanan yang bervariasi engan mengenalkan kepada mereka satu-persatu .

  1. Mencuci Tangan

Menjaga kesehatan buah hati dapat anda mulai dengan cara yang sederhana. Salah satunya yaitu dengan mengajarkan kebiasan untuk mencuci tangan sejak dini. Kuman yang terdapat pada tangan tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Tanpa kita sadari, benda-benda yang kita sentuh setiap baik kita sadari atau tidak bisa jadi tempat berkumpul dan bersembunyinya kuman. Misalnya, menyentuh tangan yang kotor, memegang remote atau gagang pintu, setelah bersin atau batuk, membuang ingus, setelah menyentuh sampah, setelah mengganti popok, sebelum dan setelah mengobati luka, setelah membuang air kecil dan air besar, dan lain-lain.

Penyebab adanya kuman penyakit adalah tangan yang tidak dicuci dengan bersih. Mencuci tangan dengan baik dan benar dapat meminimalisir resiko penyebarann penyakit dan virus berbahaya kepada buah hati anda. Tangan merupakan anggota tubuh ang paling banyak bersentuhan dengan berbagai macam benda sehingga resiko penyebaran bakteri dan virus melalui tangan sangatlah tinggi. Itulah pentingnya anda untuk mengajari mereka mencuci tangan sejak dini. Anda harus memberikan contoh dan menjelaskan kapan waktu yang tepat untuk mencuci tangan. Misalnya, setelah bermain, sebelum tidur, sebelum makan, setelah makan, dan lain sebagainya.

  1. Memotong Kuku Jari

Kuku merupakan daerah yang memerlukan perhatian khusus. Bila kuku si kecil mulai panjang, potonglah kukunya dengan hati-hati. Memotong kuku juga dapat menghindari luka lecet yang terjadi karena garukan akibat dari kukunya yang panjang. Potonglah kuku buah hati anda saat ia sedang tidur, karena itu adalah waktu terbaik untuk memotong kukunya. Gunakan gunting kuku khusus untuk bayi dan tidak memotong kuku terlalu pendek karena itu dapat menyebabkan kukunya lecet. Saat si kecil sudah memasuki usia 3 bulan, dia akan senang memasukan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Maka dari itu pastikanlah mainan dan benda-benda disekitarnya bersih.

  1. Vaksinisasi Pneumokokus

Pemberian Vaksinisasi Pneumokokus diharapkan mengurangi tingkat kematian anak yang tinggi akibat pneumonia. Namun, banyak orang tua yang tidak mampu membeli vaksin ini karena harganya yang terlalu mahal. Biaya vaksin untuk pencegahan pneumonia ini dibandrol harga Rp. 800.000 hingga Rp. 1.000.000 untuk satu kali vaksin. Padahal kebutuhan vaksin yang diperlukan adalah 4 kali. Vaksin IPD (Invasive Pneumoccocus Disease) beruna untung mencegah penyakit seperti radang paru, radang selaput otak, dan infeksi darah. Vaksin ini akan memberikan kekebalan terhadap 7 serotipe kuman Strepcoccus Pneumoniae atau sekitar 84% nya. Vaksin Pneumokokus diberikan yaitu sebanyak 4 kali, yaitu dosis 1 saat berusia 2 bulan, dosis 2 saat berusia 4 bulan, dosis 3 saat berusia 6 bulan, dan dosis terakhir saat berusia 12-15 bulan.

Anak-anak dan bayi sesungguhnya rentan terserang penyakit apapun, namun peran orang tua sangat diperlukan supaya buah hati terhindar dari penyakit berbahaya dengan selalu menanamkan kebiasaan hidup bersih.

, , ,
Oleh :
Kategori : Pencegahan