Sponsors Link

7 Cara Mengobati TBC pada Anak (Medis dan Alami)

Sponsors Link

TBC atau Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau pun kuman. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pernafasan yang sering meninmbulkan gejala batuk pada penderitanya. Infeksi TBC masuk kedalam tubuh manusia dikarenakan kuman yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini akan masuk kedalam tubuh dan biasanya akan menyerang bagian pernafasan dari manusia tersebut. Jika kuman yang telah menyebar ini bersifat aktif maka penyebarannya akan sangat cepat ke anggota tubuh lainnya.

ads

Tetapi tidak menutup kemungkinan jika TBC dapat menyerang anggota tubuh lainnya. Anggota tubuh lain yang biasanya diserang adalah kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit ini termasuk penyakit yang dapat menular dan sangat berbahaya bagi siapa saja. Penyakit ini dapat ditularkan melalui adra yang tercemar dengan kuman dari penyakit TBC saat seorang penderita berbicara.

Penyakit TBC merupakan penyakit yang berbahaya jika tidak segera ditangani, karena penyakit ini merupakan penyakit yang sangat cepat  penularannya. Tidak hanya berbahaya bagi orang dewasa, namun penyakit ini juga merupakan penyakit yang amat mengkhawatirkan bila menjangkit anak-anak atau bayi. Penyakit TBC pada bayi atau anak-anak biasanya menyerang anak-anak yang berusia mulai dari 0 sampai 14 tahun. Kasus korban TBC pada bayi dan anak tidak sama dengan kasus penyakit TBC pada orang dewasa. Jika penyakit ini menular dengan sangat gampang, maka lain halnya jika seorang bayi terkena penyakit TBC. Penyakit TBC tidak akan menular jika dari bayi ke bayi, atau dari anak ke anak. Berbeda dengan orang dewasa yang mudah sekali tertular penyakit TBC dari sesamanya. Bayi tidak akan menularkan penyakit TBC nya kepada bayi lain.

Gejala yang biasa ditunjukkan penderita tbc yaitu batuk lebih dari 3 minggu, mengigil di malam hari, berkeringat dingin, atau pun batuk berdarah. Namun, pada bayi dan anak-anak, mereka tidak menunjukkan gejala-gejala seperti tersebut. Bahkan dokter sendiri pun akan merasa kesulitan untuk mendiagnosa anak-anak atau bayi yang sedang terkena penyakit TBC.

Terdapat ciri-ciri umum dan khusus pada anak yang menderita TBC. Ciri-ciri yang khusus yaitu melputi mengalami demam yang cukup lama dan berulang tanpa ada penyebab yang jelas, terkena diare kurang lebih selama dua minggu, berat badan sang anak akan menurun drastis karena tidak nafsu makan, merek juga akan merasa selalu lemas dan lelah, serta terlihat lesu dan enggan untuk bermain. Sedangkan pada ciri-ciri yang khusus, mereka akan mengalami pembesaran kelenjar getah bening yang dring terjadi di daerah leher, adanya penonjolan pada tulang belakang, jalan pincang, nyeri tulang, gangguan berjalan, mengalami kejang, dan yang berhubungan dengan saraf, dan mengalami pemborokan pada kulit.

Jika penyakit TBC yang menyerang pada tulang, maka tulang yang terkena bakteri atau kuman tersbut akan terinfeksi dan bisa-bisa akan memmbentuk aliran tertentu dan akan  mengeluarkan nanah melalui permukaan kulit teratasnya. Jika penyakit TBC ini sampai mengenai otak pada anak-anak, biasanya disebut juga sebagai meningitis atau biasa juga disebut radang selaput otak, dimana akan memunculkan gejala seperti demam tinggi, mengigil bahkan bisa juga sampai kejang.

Pengobatan TBC Pada Anak Anak

Penyakit TBC pada anak-anak dan bayi harus segera ditangani dengan cepat dan tepat agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Jika tidak terlalu lama, maka penyakit TBC bisa ditangani maka masih bisa disembuhkan. Ada beberapa cara untuk mengobati TBC pada anak-anak atau bayi berikut Cara Mengobati TBC pada Anak yang dapat penulis sampaikan:

Sponsors Link

1. Memberikan OAT (Obat Anti Tuberkulosis)

Pengobatan anak bisa dilakukan dengan pemberian obat anti tuberkulosis pada anak saat diketahui mengidap penyakit TBC serta pemberian makanan dan gizi seimbang sangat diperlukann untuk menjaga anak tetap sehat dan kondisi tidak menjadi lemah terhadap lingkungan sekitar. Pemberian OAT biasanya diberikan untuk diminum kepada si anak dalam keadaan utuh atau tidak dibelah. Bisa juga langsung ditelan atau juga dilarutkan dalam minuman sang anak. Tentu saja pemberian OAT harus sesuai dengan resep atau saran dari dokter. Bila sang anak tidak meminum obat secara teratur maka kuman atau bakteri yang menyerang sang anak akan menjadi kebal dengan kebiasaan sang anak saat tak mengkonsumsi obat-obat, dan penyakit yang datang menjadi sangat sukar untuk disembuhkan.

2. Memberikan Bambu Tali

Bambu tali merupakan pengobatan TBC secara alami. Bagian dari bambu tali yang digunakan untuk pengobatan adalah bagia umbi dari bambu tali tersebut. Tidak lah susah untuk pengolahannya. Cukup keringkan umbi dari bambu tali tersebut, lalu rebus umbi bambu tali yang telah dikeringkan. Lalu berikan air dari rebusan umbi bambu tali ini kepada anak yang menderita TBC.

3. Memberikan Bunga Tembelekan

Memberikan air rebusan bunga tembelek an juga bisa menjadi alternatif lain untuk pengobatan penyakit TBC pada anak-anak. Saat merebus bunga tembelekan, gunakan 3 gelas air untuk 6-10 gram bunga tembelekan. Saat merebus bunga tembelekan tunggu hingga airnya berkurang menjadi satu gelas saja.

4. Memberikan Bunga Sepatu

Memberikan ramuan bunga sepatu juga bisa menjadi bahan pengobatan bagi anak yang menderita penyakit TBC. Apalagi bunga sepatu juga mudah didapatkan. Cukup gunakan air dari 3-4 lembar bunga sepatu yang telah ditumbuk dan dicampur dengan setengah gelas air masak atau air matang, lalu disaring. Pengomsumsian bisa diulang dengan mengkonsumsi 3-4 kali sehari.

5. Memberikan Daun Legundi

Memberikan daun legundi juga baik bagi penderita penyakit TBC. Cara memberikan olahan untuk anak juga mudah, yaitu cukup dengan merebus daun legundi yang berjumlah kurang lebih sekitar 3-4 genggam. Lalu sambil merebus daunlegundi, menunggu 3 gelas air rebussan yang digunakan hingga berkurang sekitar ¾ bagian saja. Bisa mengulangi konsomsi ini sampai 3 kali dalam sehari saja.

Sponsors Link

6. Memberikan Getah Bambu

Dengan memberikan getah bambu yang telah diambil saat sore hari, merupaka pengobatan yang cukup manjur juga untuk anak yang menderita penyait TBC. Ambillah ujung bambu yang tidak terlalu tua namun juga tidak terlalu muda, lalu bungkus ujung potongan tersebut dengan plastik guna untuk tempat sebagai getah bambu agar keluar lalu dikonsumsi.

7. Menjaga Hidup Sehat

Dengan menggalakan hidup sehat bagi anak, merupaka cara yang terbaik untuk mengobati penyakit TBC. Karena jika sudah mengonsumsi obat-obatan namun belum juga menemui hasil, mungkin saja harus menjalankan pola hidup sehat. Pola hidup sehat sangat baik untuk kesehatan anak. Jika sang anak mendapatkan cukup gizi dan asupan nutrisi yang baik dan seimbang, maka sang anak akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik pula untuk merespon kuman atau bakteri yang akan menyerangnya. Sang buah hati juga harus mempunyai waktu yang cukup untuk isirahat yang teratur. Jika sang anak kurang mempunyai waktu yang berkualitas untuk istirahatnya, maka dia akan mempunyai sistem imun atau kekebalan tubuh yang lemah untuk menangkal virus atau bakteri yang akan menyerangnya kelak.

Sebenarnya, semua penyakit sangatlah membahayakakan bagi penderitanya. Apalagi jika tidak segera ditangani atau diobati secara benar, maka akan sangat membahayakan bagi kesehatan anak. Tentu saja para orang tua tak ingin kesehatan sang buah hati terganggu karena penyakit  yang tak diinginkan. Namun, kembali lagi, tergantung dari peran orang tua dan orang sekitar yang akan mempengaruhi lingkungan seorang anak berada maka lingkungan itulah yang akan menentukan bagaimana kondisi sang anak tersebut. Lalu, jika memang sang anak sudah terkena penyakit, hendaknya untuk memperlakukan sang anak dengan baik sehingga anak bisa disembuhkan dengan baik. Jika terjadi sesuatu cara yang terbaik adalah dengan menghubungi dokter yang bisa menangani suatu penyakit dengan bidangnya. Jika sang dokter memberikan arahan hendaknya diperhatikan dengan baik, agar supaya bisa dismapaikan kepada sang anak dan akhirnya nanti sang anak akan mempraktekkan hasil atau saran dari dokter supaya kodisinya bisa membaik. Semoga cara-cara tersebut dapat membantu.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan