Sponsors Link

10 Cara Perawatan Pneumotoraks yang Mudah Dilakukan

Sponsors Link

Apakah Anda mengalami pneumotoraks? Apa yang Anda rasakan saat terkena pneumotoraks? Bagaimana cara perawatan pneumotoraks? Pneumotoraks atau kolaps merupakan kondisi menumpuknya udara yang terkumpul pada rongga tipis yang dibatasi dua selimut pleura. Pleura merupakan pembatas antara rongga dada dengan paru-paru yang merupakan dinding tipis antara paru-paru dengan rongga dada.

ads

Bagi Anda yang mengalami pneumotoraks, Anda akan mengalami beberapa gejala, diantaranya seperti sesak dan nyeri pada dada yang disebabkan oleh penimbunan udara yang berlebih di dalam pleura. Kondisi sesak napas dan nyeri dada biasanya merupakan tanda gejala awal sakit paru-paru.

Pneumotoraks terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu pneumotoraks spontan yang disebabkan tanpa penyebab yang jelas dan biasanya terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan pneumotoraks traumatik terjadi karena adanya cidera pada dada yang bersifat menembus dan menusuk pada dada hingga merobek rongga pleura, dan pneumotoraks karena tekanan disebabkan oleh adanya tekanan yang berlebihan sehingga paru-paru mengalami kolaps. Seseorang yang memiliki riwayat pneumotoraks sebelumnya dan kebiasaan merokok akan lebih mudah terjangkit penyakit tersebut. Hal ini juga dapat menimbulkan gejala radang paru-paru pada orang dewasa.

Pada umumnya, pneumotoraks sering terjadi pada pria diatas usia 40 tahun. Salahsatu penyebab terbesar, yaitu dipengaruhi oleh rokok yang berpotensi mengakibatkan pneumotoraks. Selain itu, Anda perlu waspada apabila musim batuk tiba, karena penyakit ini sering terjadi saat musim batuk. Usahakan diri Anda terhindar dari virus batuk yang berkepanjangan karena akan menyebabkan pneumotoraks apabila tidak segera di atasi.

Bagi Anda yang terkena pneomotoraks perlu dilakukannya perawatan hingga pasca pneumotoraks. Perawatan pasca pneumotoraks perlu dilakukan agar Anda terhindar dari kondisi pneumotoraks kembali saat sembuh. Seseorang yang pernah mengalami pneumotoraks, persentase kemungkinan akan terjangkit kembali pneumotoraks lebih besar dibandingkan dengan seseorang yang belum pernah terkena pneumotoraks. Bagi Anda yang memiliki riwayat pneumotoraks perlu dilakukannya perawatan pasca pneumotoraks.

Berikut ini beberapa cara perawatan pneumotoraks, baik saat sedang dalam kondisi terkena pneumotoraksnya maupun pasca pneumotoraks.

  1. Terapi pernapasan

Terapi pernapasan perlu dilakukan ketika seseorang tersebut mengalami peneumotoraks dan pasca pneumotoraks. Teruntuk Anda yang berada dalam kondisi pneumotoraks, terapi pernapasan ini dilakukan saat Anda merasakan nyeri pada dada hingga sesak napas. Terapi ini hanya dilakukan pada kondisi pneumotoraks ringan dengan membiarkan kondisi paru-paru beradaptasi dengan atmosfir. Anda akan diminta untuk melakukan pernapasan panjang tapi tidak dalam secara rutin.

Pernapasan yang Anda lakukan harus rileks dan sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat udara masih segar. Pernapasan panjang yang tidak dalam ini berguna melancarkan sirkulasi udara yang terjadi saat dada sesak akibat dari pneumotoraks ringan. Terapi pernapasan juga bisa dilakukan oleh seseorang yang mengalami gejala penyakit asma dengan kapasitas napas yang lebih pendek.

  1. Pemasangan selang WSD (Water Seal Drainage)

Pemasangan selang WSD dilakukan saat seseorang berada dalam kondisi penumotoraks. Hal ini biasanya dilakukan di rumah sakit beserta perawatan medis lainnya dengan tujuan untuk membuang udara yang berlebih pada pleura. Selang WSD ini dimasukan ke dalam dada seseorang yang mengalami pneumotoraks hingga kondisi seseorang tersebut benar-benar sudah tidak merasakan nyeri dan pastikan udara sudah keluar tanpa tersisa.

Hal ini dikarenakan apabila masih ada udara yang tersisa, maka setelah dilakukannya perawatan selang WSD, orang tersebut dapat terkena pneumotoraks kembali atau bahkan pneumotoraks yang dialaminya tidak kunjung sembuh. Pastikan udara yang keluar tidak tersisa sedikitpun di dalam pleura. Perawatan ini hanya perlu dilakukan beberapa minggu sampai kondisi benar-benar stabil.

Sponsors Link

  1. Pemasangan selang infus dan oksigen

Pemasangan selang infus dan oksigen diberikan saat perawatan medis apabila penderita pneumotoraks sulit untuk menelan makanan dan mengalami kesulitan saat bernapas. Teruntuk selang oksigen yang dipasangkan pada penderita pneumotoraks dilakukan saat orang tersebut membutuhkan bantuan oksigen dari luar dengan menambahkannya oksigen melalui selang oksigen yang dipasang di hidung serta mulut penderita sebagai penanganan sesak napas mendadak.

Sedangkan selang infus diberikan untuk penambahan nutrisi saat penderita pneumotoraks merasa kesulitan menelan makanan yang disebabkan karena tidak sadarkan diri pasca operasi atau saat orang tersebut merasa sesak di dada sehingga mengakibatkan makanan yang masuk melalui mulut mudah tersedak. Hal ini dilakukan selama penderita pneumotoraks masih melakukan perawatan medis di rumah sakit.

  1. Pemasangan jarum dan tabung dada

Sama halnya dengan pemasangan selang WSD, pemasangan jarum dan tabung pada dada bertujuan untuk mengeluarkan kandungan udara yang berlebih di dalam pleura. Dokter akan melakukan pemasangan sebuah tabung kecil pada sela iga yang akan mengeluarkan udara dengan menyisipkan sebuah jarum atau tabung hampa (tabung dada) ke dalam ruang antara paru-paru dan dinding dada. Tabung dada yang menempel pada perangkat pengisapan digunakan untuk menghilangkan udara dari rongga dada selama beberapa jam bahkan beberapa hari.

Perawatan ini akan membuat penderita harus berada di rumah sakit untuk memastikan perawatan tabung yang telah dimasukkan ke dalam dada. Tabung tersebut tetap berada di dalam dada sampai udara di dalam rongga pleura benar-benar hilang dan tidak kambuh ketika dada tabung dijepit dan diperiksa dengan sinar-X. Perawatan ini dilakukan sebagai penanganan pneumotoraks secara efektif. 

ads

  1. Operasi

Sama halnya dengan pemasangan tabung dada pada penderita pneumotoraks. Operasi ini dilakukan dengan cara memasangkan alat bantu untuk membuang udara yang menumpuk pada pleura. Alat bantu tersebut tidak hanya berupa tabung saja, melainkan alat-alat medis lainnya yang dipasang di dalam dada atau paru-paru untuk mencegah masuknya udara berlebih ke dalam paru-paru. Hal ini diperuntukkan agar pneumotoraks tidak kambuh lagi saat penderita benar-benar sudah pulih dengan disertai perawatan medis lainnya pasca operasi.

  1. Istirahat yang cukup

Seseorang yang menderita pneumotoraks maupun yang pernah memiliki riwayat pneumotoraks (pasca pneumotoraks) dianjurkan untuk melakukan istirahat yang cukup. Jika seseorang tersebut masih dalam kondisi terkena pneumotoraks, maka disarankan untuk melakukan bed rest total tanpa melakukan pekerjaan hingga kondisi membaik.

Namun teruntuk seseorang yang memiliki riwayat pneumotoraks atau baru sembuh dari pneumotoraks (pasca pneumotoraks), maka seseorang tersebut tidak boleh terlalu lelah dan harus melakukan istirahat cukup  dengan dilengkapi mengkonsumsi kunyit karena manfaat kunyit untuk paru-paru sebagai ramuan herbal untuk memulihkan kondisi paru-paru yang bermasalah. Hal ini mencegah terjadinya kembali kondisi pneumotoraks yang sebelumnya terjadi.

  1. Tidak melakukan pekerjaan yang berat

Sama halnya dengan melakukan istirahat yang cukup, seseorang yang mengalami pneumotoraks dan pasca pneumotoraks tidak dianjurkan melakukan pekerjaan berat yang menguras tenaga. Hal ini akan membuat kondisi paru-paru semakin memburuk karena saat tubuh Anda sedang melakukan pekerjaan berat, jantung dan paru-paru akan bekerja dua kali lipat sehingga membuat paru-paru tertekan dan mengakibatkan Anda bernapas cepat (seperti seseorang yang telah melakukan lari jarak jauh). Kondisi ini akan berbahaya bagi paru-paru Anda yang mengalami riwayat pneumotoraks dan mengakibatkan keadaan penumotoraks kambuh kembali.

  1. Menghindari pola hidup yang tidak sehat

Teruntuk Anda yang telah sembuh dari pneumotoraks, Anda harus bisa menghindari pola hidup yang tidak sehat seperti, merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, posisi tidur yang meringkuk atau tengkurap yang dapat membuat dada menjadi sesak akibat tertekan, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali keadaan pneumotoraks pada Anda.

Pola hidup yang tidak sehat bukan hanya akan berdampak pada terjadinya pneumotoraks kembali, tetapi bisa mengakibatkan terjangkitnya penyakit lain yang mungkin bisa lebih berbahaya dari pneumotoraks. Biasakanlah melakukan pola hidup yang sehat untuk menghindari akibat penyakit paru yang membahayakan. Pola hidup yang tidak sehat juga, seperti merokok  dapat mengakibatkan gejala penyakit emfisema.

  1. Menghindari kemungkinan terjadinya tekanan yang terjadi pada dada

Pneumotoraks bisa disebabkan karena adanya tekanan pada dada. Cara Perawatan pneumotoraks selanjutnya yaitu dengan adanya tekanan pada dada yang dapat memicu terjangkitnya kembali pneumotoraks atau memperburuk keadaan pneumotoraks. Anda harus hati-hati dengan pakaian dan bantalan yang Anda kenakan.

Jika Anda mengalami kolaps paru, Anda harus menghindari tekanan yang terjadi pada tulang rusuk. Banyak orang yang beranggapan bahwa dengan menempatkan bantalan di area tersebut dapat meringankan rasa nyeri pada dada, namun sebenarnya hal tersebut akan membahayakan apabila tidak diatasi dengan benar.

Sponsors Link

Bagi Anda yang ingin meringankan rasa sakit pada dada akibat gejala pneumotoraks, cobalah Anda memeluk bantal yang ditempelkan di dinding dada. Hal ini bisa mengurangi nyeri setiap kali Anda bernapas. Jika dada Anda merasa sakit, jangan melekatkan selotip di dada atau tulang rusuk karena bisa mengganggu pernapasan dan membuat kondisi semakin memburuk. Anda juga dianjurkan mengenakan pakaian yang longgar selama beberapa hari pertama saat mengalami pasca pneumotoraks untuk mencegah terjadinya tekanan yang diakibatkan dari pakaian yang Anda kenakan.

  1. Menghindari perubahan tekanan udara secara mendadak

Kolaps paru terjadi akibat dari adanya perubahan tekanan udara di dalam paru-paru. Bagi Anda yang sedang mengalami pemulihan dari keadaan pneumotoraks, sebaiknya hindari situasi yang menyebabkan terjadinya tekanan udara. Anda juga dilarang berpergian jauh menggunakan pesawat terbang untuk menghindari terjadinya tekanan udara yang akan mempengaruhi kondisi paru-paru.

Apabila Anda harus berpergian, gunakan mobil, bus, atau kereta api. Selain itu, Anda juga harus menghindari area dataran tinggi dengan suhu udara yang rendah. Jangan naik ke gedung-gedung tinggi, pegunungan, dan melakukan hiking, dan menyelam di dalam air ataupun berenang selama Anda melakukan pemulihan sampai selesai.

Itulah 10 perawatan pneumotoraks yang perlu Anda lakukan pada penderita pneumotoraks maupun pasca pneumotoraks agar tidak kambuh kembali. Jika kondisi pneumotoraks Anda semakin parah, segera lakukan pengobatan pneumothorax melalui penanganan medis agar meminimalisir bahaya yang diakibatkan dari pneumotoraks. Semoga bermanfaat.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pneumotraks