Sponsors Link

10 Ciri-ciri Penyakit Flek Paru-paru Paling Mudah Diketahui

Sponsors Link

Flek paru-paru adalah suatu penyakit yang memiliki nama lain tuberkulosis atau TBC. Penyebab flek paru-paru adalah bakteri Myobacterium tuberculosis yang menyebabkan infeksi di daerah paru-paru dan bersifat menular. Flek paruparu yang tidak segera ditangani akan segera menyerang ke organ tubuh lainnya, seperti kelenjar (menjadi TBC kelenjar), usus (menjadi TBC usus), tulang (TBC tulang), dan lain-lain. Ya, flek paru-paru memang fatal akibatnya, bahkan beresiko kematian.

ads

Organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan penyakit ini sebagai salah satu masyarakat kesehatan darurat di dunia. Dari data WHO di tahun 2015,  Indonesia termasuk enam besar negara dengan pengidap flek paru-paru terbanyak. Dikutip dari CNN Indonesia, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek (7/5/2017) bahkan menyatakan, bahwa Indonesia adalah pengidap TBC atau flek paru-paru terbesar kedua setelah India. 

Penularan penyakit pflek paru-paru terjadi saat penderita batuk-batuk. Batuk-batuk itu mengeluarkan titik-titik kecil air liur yang mengandung bakteri penyebab flek paru-paru, dan dapat terhirup oleh orang lain melalui perantaraan udara dan menyerang siapapun dari mulai anak-anak hingga orangtua yang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit ini di sistem pertahanan tubuhnya.

Ciri-ciri penyakit flek paru-paru ini mudah dikenali bagi siapapun yang tertular penyakit ini. Seseorang perlu waspada jika mendapati dirinya (atau kenalannya) memiliki ciri-ciri penyakit flek paru-paru. Penderita harus berusaha untuk tidak menularinya kepada orang lain dengan cara memakai masker atau mengarahkan batuknya ke tempat lain.

Ciri Flek Paru Paru

Berikut ini ciri-ciri penyakit flek paru-paru yang wajib dikenali sebelum merusak paru paru anda:

1. Batuk berdahak

Batuk-batuk adalah gejala yang umum terjadi saat seseorang mengalami gangguan di paru-parunya. Pada penderita penyakit flek paru-paru, batuk disebabkan karena adanya iritasi pada bronkus, yaitu percabangan besar ke dua bagian besar paru-paru kanan dan kiri, perpanjangan dari trakea yang berfungsi sebagai saluran keluar masuknya udara. Batuk bisa saja tidak terjadi jika bakteri penyebab flek paru-paru belum menginfeksi bronkus.

Batuk yang terjadi pada penderita flek paru-paru adalah batuk yang disertai dengan dahak. Dahak pada penderita flek paru-paru biasanya berwarna kekuningan atau kehijauan. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua batuk berdahak adalah gejala tuberkulosis sehingga perlu ada tes lebih lanjut untuk memastikannya.  Tes septum atau tes dahak bisa digunakan untuk uji positif penyakit flek paru-paru atau tuberkulosis. Namun pada penderita bayi dan anak-anak, batuk yang terjadi umumnya tidak disertai dahak sehingga tidak dapat menggunakan jenis tes ini untuk membuktikan apakah penderita anak-anak mengidap flek paru-paru atau tidak.

2. Batuk berlangsung lama

Selain batuk berdahak, batuk yang dialami oleh penderita berlangsung lama yaitu selama dua minggu atau lebih. Batuk ini tidak mudah sembuh saat diobati dengan obat batuk biasa, karena tidak membunuh sumber penyakit aslinya, yaitu bakteri tuberkulosis. (Baca juga: Gejala TBC pada Anak)

Sponsors Link

3. Malaise

Malaise adalah suatu istilah medis yang menggambarkan ketidaknyamanan umum seseorang yang ditandai dengan perasaan tidak bersemangat, sangat lemas, tidak fit, dan merasa sakit. Penderita flek paru-paru juga akan mengalami kondisi mudah lelah meskipun ia tidak banyak melalukan banyak kegiatan dalam satu hari, namun energinya bisa turun dengan drastis.

4. Sesak napas

Sesak napas yang sering fikeluhkan oleh para penderita tuberkulosis atau flek paru-paru adalah pertanda bahwa bakteri Myobacterium tuberculosis sudah menginfeksi lebih lanjut lagi, yaitu bagian selaput pembungkus paru-paru atau pleura. Infeksi pada selaput pembungkus paru-paru akan menimbulkan peradangan dan membuat penderita kesulitan bernapas karena terjadi gesekan selaput pembungkus paru-paru dengan tulang rusuk dan dinding paru-paru, sehingga napas terasa sakit dan membuat penderitanya sulit untuk bernapas. Selain sesak napas, penderita juga mengalami napas yang pendek-pendek. (Baca juga: Ciri ciri Pneumonia)

5. Nafsu makan menurun

Dampak dari infeksi bakteri pada paru-paru adalah turunnya nafsu makan karena efek malaise (lemah, elah, letih, lesu, merasa sakit) yang dirasakan oleh penderita. Sulitnya napas juga membuat seseorang sulit menelan sesuatu sehingga ia tidak berselera makan.

6. Berat badan menurun

Penderita flek paru-paru kronis biasanya mengalami penurunan berat badan  secara drastis sehingga ia terlihat sangat kurus. Efek dari hilangnya nafsu makan adalah sedikitnya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga tubuhnya menjadi lebih kurus. Selain itu, gangguan pernapasan juga menghambat asupan oksigen dalam tubuh, padahal oksigen penting sebagai sumber energi sel dalam membangun tubuh.

7. Demam meriang selama satu bulan

Penderita flek paru-paru akan mengalami demam yang panjang hingga satu bulan, namun kenaikan suhu itu tiak terlalu signifikan. Demam yang dialami penderita flek paru-paru berada sedikit di atas suhu normal dan bukan berupa demam tinggi. Namun, demam ini juga tetap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penderita.

Demam merupakan gejala yang umum pada penderita flek paru-paru, namun tidak dapat dijadikan diagnosis bahwa seseorang mengalami flek paru-paru. Tes untuk menentukan seseorang mengalami flek paru-paru adalah serangkaian tes yang panjang dan cukup lama, yang terdiri atas pemeriksaan bakteri, pemeriksaan dahak, pemeriksaan radiologis, pemeriksaan darah, dan tes uji tuberkulin. Jadi, pemeriksaan singkat dari dokter tidak dapat diguankan sebagai dasar atau keputusan seseorang mengalami flek paru-paru.

ads

8. Berkeringat malam hari

Demam yang dialami penderita flek paru-paru seringkali diiringi dengan keluarnya keringat di malam hari yang sangat mengganggu ketika penderita tidur. Seringkali keringat ini produksinya berlebih sehingga membuat pakaian penderita basah dan harus diganti.

9. Rasa sakit di dada

batuk yang tersu menerus akan membuat sakit di dada, karena tekanan yang terus menerus saat batuk. Selain itu, rasa sakit di dada ini dapat diakibatkan oleh radang yang sudah terjadi di pleura atau selaput pembungkus paru-paru. Radang di bagian itu akan menyebabkan pergesekan di dinding paru-paru sat penderita menarik dan menghembuskan udara karena cairan antar pembungkus paru-paru berkurang, sehingga penderita mengalami rasa sakit di dada.

10. Batuk berdarah

Batuk berdarah adalah pertanda bahwa penyakit flek paru-paru yang dialami penderita sudah cukup parah hingga melukai paru-paru. Darah yang keluar bersama batuk biasanya bercampur dengan dahak. Namun, tidak semua batuk berdarah adalah akibat dari infeksi bakteri tuberkulosis, maka pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untk memutuskan apakah penderita didiagnosis menderita tuberkulosis/flek paru-paru atau tidak.

Mendeteksi Penyakit Flek Paru-paru

Untuk memutuskan apakah seseorang benar-benar menderita flek paru-paru atau tidak, perlu dilakukan serangkaian tes yang dilakukan secara bertahap. tes ini seringkali memakan waktu lama dan juga biaya yang tidak sedikit. Namun, diagnosis terhadap penyakit ini perlu segera dilakukan karena penyakit ini bersifat menular dan infeksi yang terjadi pada seseorang dapat berlangsung dengan cepat.

Apabila tidak ditangani, organ yang terserang bukan hanya paru-paru, tetapi juga bagian lainnya, seperti tulang, kelenjar, usus, dan lain-lain. Penyakit flek paru-paru memiliki resiko terbesar hingga kematian. Tes yang diambil untuk mendeteksi adanya penyakit flek paru-paru adalah sebagai berikut.

1. Rontgen dada

Foto rontgen atau pemeriksaan radiologis adalah pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar mengidap flek paru-paru atau tidak. Jika ia mengalami flek paru-paru, maka hasil foto fontgennya memerlihatkan bayangan abnormal pada paru-paru

2. Uji bakteri

Uji bakteri atau diagnosis mikrobiologis dilaukan dengan cara memeriksa cairan tubuh pasien. Cairan tubuh yang biasa digunakan dalam pemeriksaan ini adalah dahak maupun air ludah. Tes ini biasanya dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada saat pasien datang, dahak pada pagi hari di esok harinya, dan dahak pada saat pasien datang kembali ke klinik sesuai waktu yang dianjurkan dokter.

3. Tes Mantoux/Tuberkulin

Tes Mantoux atau tuberkulin berfungsi untuk mendeteksi apakah pasien mengalami infeksi yang disebabkan bakteri Myobacterium tuberculosis atau tidak. Tes ini biasanya dilakukan di tempat dengan angka kejadian penyakit flek paru-paru yang rendah.

Tes Mantoux disebut juga tes tuberkulin, karena tes ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan tuberkulin ke bawah permukaan kulit lengan. Cairan tuberkulin adalah bakteri penyebab penyakit flek paru-paru yang sudah dilemahkan. Kemudian, dokter akan melihat reaksi tubuh pasien yang dicurigai mengidap penyakit ini setelah disuntikkan. Area yang disuntikkan cairan tuberkulin akan terlihat hasilnya setelah 48 sampai 72 jam. Jika reaksinya positif, maka kulitnya akan terlihat kemerahan sepanjang kira-kira 10 mm. Tes tuberkulin juga dapat dilakukan pada kerabat dan juga orang-orang di sekitar pasien yang sering berinteraksi dengan pasien, dan dicurigai tertular penyakit flek paru-paru.

Sponsors Link

4. Pemeriksaan darah

Pemeriksaan darah dilakukan pada pasien yang sudah menjalani proses pengobatan flek paru-paru. Tujuan pemeriksaan darah adalah untuk melihat progres keberhasilan proses pengobatan penyakit flek paru-paru saat penderita sudah dinyatakan positif terkena penyakit tersebut. Jadi, tes pemeriksaan darah bukanlah rangkaian tes untuk memeriksakan atau menentukan apakah seseorang positif terkena penyakit paru-paru atau tidak.

Pengobatan flek paru-paru membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu berkisar antara enam hingga sembilan bulan secara intensif. Pemberian obat-obatan untuk penyakit flek paru-paru didasarkan oleh berat badan penderita. Golongan obat-obatan yang diberikan pada penderita flek paru-paru meliputi strepromisin, pirazinamid, etambutol, isoniazid, dan rifampisin. Efek samping pengobatan ini bermacam-macam, misalkan nyeri sendi, rasa kesemutan, masalah liver, hingga air kencing yang berwarna kemerahan. Pemberian obat-obatan ini harus selalu diawasi oleh dokter karena termasuk obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dosis yang dianjurkan.

Potensi Penularan Penyakit Flek Paru-paru

Penyakit Flek paru-paru umumnya mudah menulari orang-orang dengan potensi tertentu, yakni:

  1. Bayi, anak-anak, dan lansia
  2. Seseorang dengan sistem tubuh yang lemah
  3. Pengidap HIV/AIDS
  4. Seseorang dengan kondisi malnutrisi atau gangguan gizi
  5. Pengidap diabetes
  6. Pengidap jenis kanker tertentu
  7. Pemakai obat-obatan terlarang
  8. Pengguna obat-obatan tertentu seperti obat-obatan kanker untuk kemoterapi, karena dpat melemahkan sistem imun tubuh
  9. Orang-orang yang tinggal di daerah yang tinggi potensi penyakit radang paru-paru, seperti India, Afrika, Cina, Rusia, Pakistan, kamp pengungsian, dan lain-lain
  10. Orang dengan profesi tertentu yang memungkinkan interaksi dengan penderita flek paru-paru, misalkan dokter dan perawat
  11. Orang-orang yang tinggal di daerah yang sulit mendapatkan akses kesehatan, daerah miskin, dan kawasan kumuh padat penduduk

, , , ,
Oleh :
Kategori : Flek Paru Paru