Sponsors Link

25 Ciri-Ciri Pneumonia Pada Bayi, Anak dan Orang Dewasa

Sponsors Link

Pneumonia atau lebih dikenal dengan istilah radang paru-paru basah merupakan penyakit saluran pernapasan yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Batuk berkelanjutan, nyeri dada, serta kesulitan bernapas merupakan ciri dari penyakit pneumonia yang paling sering ditemukan dan dapat menimbulkan masalah kesehatan serius bila tidak ditangani secara cepat.

ads

Ciri-Ciri Pneumonia

Selain infeksi bakteri, faktor-faktor lain yang menjadi penyebab penyakit ini diantaranya polusi udara, kondisi lingkungan yang kotor dan tercemar, serta asap rokok. Penderita pneumonia paling sering ditemukan di negara-negara berkembang seperti India dan Indonesia, terutama di kawasan dengan sanitasi buruk dan tingkat pencemaran udara tinggi, dengan angka kematian yang juga cukup tinggi setiap tahunnya.

Pneumonia memiliki banyak ciri dan gejala yang berbeda baik pada bayi, anak-anak, maupun dewasa. Beberapa diantaranya hampir sama dengan gejala penyakit biasa seperti batuk dan pilek, namun ada ciri-ciri lain yang membedakan penyakit ini. Berikut ini kita akan membahas ciri-ciri atau gejala pneumonia pada bayi, anak dan orang dewasa.

Ciri Pneumonia Pada Bayi

Bayi atau balita paling rentan terserang pneumonia. Di Indonesia sendiri, pneumonia menjadi penyebab utama kematian bayi dan balita. Berdasarkan hasil survei oleh Kementrian Kesehatan, sebanyak 3,5% dari populasi balita di Indonesia meninggal karena pneumonia. Tingginya angka kematian tersebut tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan orang tua akan ciri-ciri dan gejala pneumonia pada bayi dan balita sehingga penanganan terhadap penyakit menjadi tertunda atau bahkan terabaikan. Beberapa ciri berikut gejala penumonia pada bayi diantara meliputi:

1. Pilek atau Salesma

Ciri-Ciri Pneumonia awal pada bayi biasanya berupa gejala pilek atau salesma yang tidak kunjung reda disertai dengan demam. Banyak orang tua yang mengabaikan gejala awal ini karena dianggap gejala penyakit biasa yang tidak perlu penanganan serius. Jika batuk dan deman tidak juga mereda setelah lebih dari seminggu, tidak ada salahnya jika Anda periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Napas Cepat

Pada Bayi, baik yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan umumnya bernapas dengan cepat. Akan tetapi bayi yang terserang pneumonia tarikan napasnya berubah menjadi pendek, cepat tapi tidak teratur, hidung kembang kempis bahkan terlihat nafas juga terlihat sesak.

3. Hilang Nafsu Makan

Hilang nafsu makan adalah gejala lanjut dari pneumonia. Apabila ciri-ciri diatas muncul kemudian diikuti dengan hilangnya nafsu makan, seperti bayi tidak mau menyusui dan terus menangis serta gelisah, segera periksakan bayi Anda ke dokter. Bisa jadi bayi Anda terserang pneumonia ringan.

4. Pucat dan Lesu

Pucat dan lesu biasanya merupakan dampak dari hilangnya nafsu makan dan batuk yang terus menerus. Kelihatannya sepele, tapi ciri yang satu ini berikut ciri lainnya bila diabaikan justru akan menimbulkan infeksi pernafasan yang lebih serius.

5. Bibir Dan Kuku Berubah Menjadi Kebiruan

Ciri yang satu ini menunjukkan gejala pneumonia serius, selain dari ciri-ciri dan gejala yang disebutkan sebelumnya. Bibir dan kuku tampak biru adalah tanda kurangnya suplai oksigen ke paru-paru.

Ciri Pneumonia Pada Anak

Selain bayi dan balita, pneumonia juga sering menyerang anak-anak, terutama anak usia dini, lima atau dibawah lima tahun. Berdasarkan statistik WHO, pada 2015, sebanyak 16% atau sekitar 920. 136 ribu populasi anak dunia usia dibawah 5 tahun meninggal karena mengidap pneumonia. Menjadikan pneumonia sebagai penyakit infeksi yang paling banyak menyebabkan kematian pada anak. Meski ciri-ciri pneumonia pada anak mirip dengan ciri dari penyakit pneumonia pada bayi, tapi ada beberapa tambahan seperti dibawah ini:

1. Batuk Berdahak

Batuk berdahak disebabkan oleh seksresi lendir pada kantung  paru-paru. Dahak juga di picu karena adanya benda asing yang masuk ke paru-paru, dalam hal ini benda asing tersebut adalah bakteri. Antibodi mencoba untuk melenyapkan bakteri tersebut yang pada akhirnya memicu pengeluaran dahak.

Sponsors Link

2. Demam Tinggi

Pada kasus penderita pneumonia demam muncul karena adanya indikasi infeksi atau peradangan pada saluran nafas. Tubuh akan secara otomatis mengerahkan antibodi bodi untuk mencegah infeksi tersebut yang akhirnya berujung pada demam

3. Menggigil

Sama seperti ciri sebelumnya, keadaan menggigil juga disebabkan oleh infeksi bakteri. Tubuh penderita mencoba menurunkan demam yang akhirnya menyebabkan keadaan menggigil.

4. Nyeri Dada

Kurangnya oksigen yang masuk ke dalam paru-paru seringkali menimbulkan nyeri dada pada penderita pneumonia. Otot-otot diafragma mengecang dan tertekan akibat penderita mencoba menarik napas dalam untuk menghirup oksigen sebanyak mungkin yang berujung pada nyeri dada.

5. Sesak napas

Sesak nafas disebabkan oleh penumpukan cairan pada kantung-kantung alveola di paru-paru. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan penderita pneumonia kesulitan menarik nafas karena penyerapan oksigen di paru-paru terhalang oleh penumpukan cairan.

6. Detak Jantung Cepat

Sedikitnya kadar oksigen yang masuk ke paru-paru menyebabkan kerja jantung menjadi ekstra karena harus memompa darah lebih cepat guna mencegah kegagalan organ. Hal ini secara otomatis menyebabkan detak dan debar jantung menjadi lebih cepat.

7. Mual dan Muntah

Perasaan mual dan ingin muntah timbul akibat adanya kenaikan asam lambung. Tingkat asam lambung yang tinggi ini di picu oleh berkurangnya nafsu makan pada penderita pneumonia. Mendeteksi penyakit paru-paru basah tidak bisa langsung disimpulkan hanya dari salah satu ciri atau gejala saja. Ciri-ciri diatas saling berkaitan satu sama lain, terutama untuk poin satu sampai lima.

Ciri Pneumonia Pada Orang Dewasa

Ciri-ciri atau gejala yang sering muncul pada orang dewasa pada dasarnya sama seperti gejala pneumonia pada bayi dan anak, diantaranya dengan beberapa pengecualian:

ads

1. Batuk Tidak Kunjung Sembuh

Batuk adalah Ciri-Ciri Pneumonia paling sering muncul pada tahap awal. Meskipun terlihat sepele, tapi batuk berkelanjutan terutama bila dirasakan selama berbulan-bulan dan disertai dahak, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

2. Sesak Napas

Sesak napas juga sering dirasakan oleh penderita asma, akan tetapi sesak napas pada penderita pneumonia bukan disebabkan oleh penyempitan rongga napas namun adanya timbunan cairan pada paru yang di picu oleh infeksi bakteri.

3. Sakit Kepala

Sakit kepala sebetulnya tidak hanya dirasakan oleh dewasa tapi juga anak-anak. Sakit kepala ini timbul kemungkinan karena berkurangnya suplai oksigen dalam darah.

4. Mual dan Muntah

Mual dan muntah adalah komplikasi dari infeksi pada saluran pernapasan. Sakit kepala ditambah dengan hilangnya nafsu makan menyebabkan perasaan sakit di hulu hati. Tingginya asam lambung juga turut memicu gejala ini.

5. Demam Tinggi

Demam adalah gejala awal pada penderita pneumonia baik yang menyerang bayi, anak-anak maupun dewasa. dalam kasus orang dewasa, demam sering terjadi secara perlahan dikarenakan daya tahan tubuh dewasa cenderung lebih kebal bila dibandingkan dengan anak-anak.

6. Nyeri pada Persendian

Pneumonia juga sering menyebabkan nyeri pada tulang dan persendian, kondisi ini bisa menjadi lebih buruk terutama bagi lanjut usia dengan persendian yang sudah mulai kaku dan tidak lentur lagi.

7. Keringat Dingin di Malam Hari

Keringat dingin di malam hari menjadi ciri paling umum dari infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri, tidak terkecuali pneumonia. Keringat dingin sering timbul di malam hari ketika tubuh justru beristirahat.

8. Nyeri Pada Bagian Dada Atau Perut

Nyeri ini sering dirasakan terutama ketika penderita menarik napas dalam. Adanya penumpukan cairan menyebabkan paru-paru membengkak dan otot-otot diafragma jadi ikut kejang dan terasa sakit saat menarik napas.

9. Detak Jantung Cepat

Seperti yang bi bahas sebelumnya, detak jantung cepat di picu oleh kebutuhan akan suplai oksigen yang berkurang karena terdapat penumpukan cairan pada kantung paru-paru.

10. Hilang Nafsu Makan

Sama seperti ciri dan gejala pneumonia pada bayi dan anak, orang dewasa juga mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini sering dikaitkan dengan sakit kepala dan meningkatnya asam lambung.

11. Penurunan Berat Badan yang Drastis

Penurunan berat badan terjadi apabila infeksi sudah memasuki tingkat lanjut. Nafsu makan yang menurun adalah penyebab utama turunnya berat badan secara signifikan.

12. Letih dan Lesu

Berkurangnya asupan makanan sudah pasti akan menyebabkan tubuh penderita pneumonia menjadi letih dan lesu, seringkali pucat dan tidak ada gairah.

13. Diare

Pneumonia akut menyebabkan diare berkelanjutan. Diare mengindikasikan adanya penyebaran infeksi dari saluran pernapasan ke saluran cerna. Pada beberapa kasus diare bahkan tidak berhenti selama beberapa bulan jika tidak ditangani langsung.

Nah, itu dia Ciri-Ciri Pneumonia atau radang paru-paru basah. Pneumonia adalah penyakit pernapasan akut yang membutuhkan perhatian segera untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. Jika Anda menemukan ciri-ciri atau gejala diatas segera periksakan diri Anda atau anak Anda ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Pneumonia