Sponsors Link

9 Dampak Penyakit Asma pada Anak Wajib Diketahui Orangtua

Sponsors Link
Polusi dan perubahan cuaca di Indonesia banyak menyebabkan permasalahan khususnya dalam hal kesehatan. Mayoritas, penyakit ini berkaitan dengan sistem pernafasan manusia seperti Tuberkuolsis atau TBC, Pneumonia , Flek Paru-paru dan Paru-paru Kering. Selain itu, banyak ditemui gejala peradangan disertai penyempitan saluran napas menimbulkan sesak nafas atau kesulitan bernafas. Biasanya, kita menyebut gejala tersebut dengan asma. Gejala lain dari penderita asma adalah nyeri pada dada, mengeluarkan bunyi (mengi) dan batuk.

Penyakit asma ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa saja, bahkan anak-anak. Survey menunjukkan bahwa sebanyak 25 juta penduduk Indonesia menderita penyakit asma dimana 25% nya diderita oleh anak-anak Indonesia. Dimana sebagian besar penyebab anak menderita asma adalah keturunan. Penyebab asma lainnya adalah faktor lingkungan, asap rokok, dan alergi.

ads

Dampak penyakit asma pada anak juga beragam. Berikut dampak-dampak yang ditimbulkan oleh penyakit asma pada anak:

1. Tidak Ceria

Dapat dilihat bahwa mayoritas anak yang menderita asma seringkali terlihat murung dan kurang bersemangat. Anak akan cenderung diam dan pasive karena merasa terganggu dengan gejala asma yang sedang ia rasakan. Mood bermainnya pun berkurang. Apabila anak atau kerabat Anda mengalami asma dan menunjukan sikap tidak ceria dan tidak bersemangat, rajinlah memeriksakan anak tersebut agar penyakit asma dapat ditangani dengan baik dan mengembalikan keceriaan pada anak. Selain itu, berikan anak media permainan yang menarik sehingga meskipun mereka sedang merasa tidak nyaman, mereka tetap dapat bermain dengan ceria dan melupakan rasa sakitnya.

2. Aktivitas Terganggu

Dunia anak adalah dunia bermain yang menyenangkan. Mereka senang bermain dan menjelajahi hal yang mereka sukai seperti bermain bola, bermain layang-layang, kejar-kejaran, dan lainnya. Namun, anak yang mengidap penyakit asma akan cenderung diam dirumah atau tidak melakukan pekerjaan yang berat. Karena, seringkali asma akan kambuh apabila anak melakukan aktivitas yang berat dan melelahkan. Apabila anak merasa terganggu dengan asma, dengarkan keluhannya, dan berikan pengobatan atau terapi yang sesuai untuk anak secepatnya sehingga aktivitas bermain anak yang menyenangkan tidak terganggu.

3. Nafas Tersengal / Nafas Pendek

Dalam aktivitas sehari-hari anak yang banyak dipenuhi oleh permainan dan petualangan, kegiatan berlari, berlari hingga menangis tidak dapat dihindari. Dengan memiliki penyakit asma, anak akan memiliki nafas yang pendek sehingga sangat mengganggu anak saat berlari. Hal tersebut menimbulkan anak tersengal-sengal dalam bernafas. Jika aktivitas berlebihan, hal tersebut dapat membuat penyakit asma kambuh dengan cepat. Sebagai orangtua, hendaknya mengetahui batasan kemampuan si anak agar anak terhindar dari tidak nyaman nya bernafas dengan tersegal-sengal.

4. Mudah Lelah

Anak yang menderita penyakit asma akan sering mengeluhkan kelelahan. Hal tersebut ditimbulkan karena anak tidak mampu bernafas seperti pada anak pada umumnya. Seperti yang sudah diketahui, asma menimbulkan saluran nafas anak menyempit dan hal tersebut yang menyebabkan anak merasa sangat lelah. Jika anak mulai mengeluhkan hal ini, istirahatkan anak dan beri minum air hangat sedikit demi sedikit. Beritahu anak untuk tidak memaksakan kegiatan apabila merasakan gejala ini.

Sponsors Link

5. Cemas

Kecemasan pada anak ini timbul setiap saat. Seperti penderita asma pada umumnya, setiap kegiatan yang mereka lakukan haruslah sesuai batas. Apabila berlebihan, akan menyebabkan anak merasakan sesak nafas yang luar biasa, atau asma kambuh. Anak akan selalu dibayangi kecemasan akan kambuh sewaktu-waktu apabila mereka sedang melakukan aktivitas bersama teman-teman. Namun, hal ini dapat diatasi dengan memberitahu anak untuk tetap tenang dan lebih memperhatikan kondisi fisik masing-masing. Dengan anak mengetahui kondisi fisiknya, anak dapat lebih tenang dan tidak cemas.

6. Dada Sesak

Dampak penyakit asma yang satu ini akan sangat terasa pada anak apabila anak mengalami kelelahan, menangis atau alergi pada sesuatu. Misalnya alergi makanan dan asap rokok. Anak akan langsung merasakan dada sesak sesaat setelah memakan makanan tersebut atau menghirup asap rokok. Jika terjadi hal seperti ini, jangan panik. Anak dapat diberi penanganan seperti:

  • Dudukkan anak lalu minta anak untuk tetap tenang dan bernafas seperti biasanya.
  • Tanyakan treatment yang biasa ia terima ketika asma kambuh.
  • Lakukan treatment  yang sesuai.
  • Bawa ke dokter atau klinik apabila sesak nafas tidak berkurang.

Jangan lupa untuk mengingatkan anak untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas agar tidak sering terjadi sesak nafas pada anak.

7. Timbul Suara Saat Bernafas (Mengi)

Suara mengi ini pasti selalu dikaitkan dengan penyakit asma apabila seorang anak bernafas dan mengeluarkan suara seperti “ngiiiiiiiik..”. Namun, pada kenyataannya, tidak semua anak yang memiliki penyakit asma memiliki mengi dan kebalikannya, bahwa anak yang memiliki mengi ini pasti menderita asma. Karena rata-rata penyakit gangguan pernafasan ini memiliki gejala mengi khususnya apabila penyebab gangguan tersebut adalah penyempitan saluran pernafasan.

Mengi sendiri adalah suara yang dihasilkan dari udara yang mengalir melewati saluran nafas yang sempit. Suara mengi ini akan hilang sendiri apabila anak dalam kondisi sehat dan saluran nafas longgar atau kembali ke ukuran semula.

Sponsors Link

8. Mudah Lelah

Anak yang menderita asma akan cenderung menyukai kegiatan yang tidak melelahkan dan lebih menyukai bermain di dalam rumah seperti bermain PS, komputer, dan gadget. Kebiasaan kurang bergerak tersebut menyebabkan anak akan merasa sangat mudah lelah ketika melakukan kegiatan berat seperti bermain sepak bola, berlari, dan lain-lain. Apabila anak anda menderita penyakit asma dan sangat mudah merasa lelah, sebaiknya jangan biasakan anak anda untuk tetap berada dirumah. Sesekali ajaklah anak anda untuk melakukan olahraga yang dapat melatih kemampuan paru-paru khususnya saluran pernafasan. Selain menyehatkan, anak akan lebih terlatih dan tidak mudah merasa lelah.

9. Lemas

Sesaat setelah anak merasakan penyakit asma nya kambuh, anak akan merasakan lemas yang luar biasa, sehingga anak hanya bisa diam dan menunggu pertolongan. Rasa lemas ini muncul karena anak hanya akan fokus kepada bagaimana cara anakdapat bernafas normal lagi seperti semula. Bahkan setelah asma sudah diobati, rasa lemas itu akan tetap terasa sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada anak. Apabila anak anda merasa lemas setelah asma nya kambuh, lebih baik sarankan anak anda untuk beristirahat atau tidur untuk kembali mengumpulkan tenaga nya. Setelah beristirahat dengan cukup, dapat dipastikan anak dapat beraktivitas seperti biasanya.

Itulah 9 dampak penyakit asma pada anak. Seperti yang kita ketahui, asma adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Artinya, sampai kapanpun, asma akan tetap ada pada tubuh anak tersebut, bahkan sampai dewasa. Meskipun asma tidak dapat disembuhkan, namun asma dapat dikendalikan dengan cara memahami penyebab asma pada anak dan mengetahui cara menangani anak ketika asma kambuh. Selain itu, anak harus diberitahu hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan asma kambuh pada anak sehingga anak dapat menghindarinya.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Asma