Sponsors Link

3 Faktor Penyebab Infeksi Paru-paru Pada Balita Perlu Anda Ketahui

Sponsors Link

Apakah Anda memiliki seorang bayi atau balita? Bagaimana kondisi kesehatan paru-paru bayi atau balita Anda? Apakah paru-paru bayi dan balita Anda dalam keadaan sehat ataukah terinfeksi jenis penyakit? Apa penyebab infeksi paru pada balita Anda?

ads

ads

Infeksi paru-paru (pneumonia) merupakan kondisi dimana adanya peradangan yang terjadi di dalam jaringan organ paru yang disebabkan oleh zat kimia dan mikroorganisme lain. infeksi paru-paru sangat rentan pada seseorang yang memiliki kekebalan tubuh rendah dan sering kali terjadi pada bayi, balita, dan anak-anak. Perlu diwaspadai apabila bayi dan balita Anda mengalami infeksi paru-paru. Gejala pneumonia pada bayi dan balita sebaiknya segera diatasi sejak dini sebelum infeksi tersebut menyebar dan justru semakin parah. Gejala awal pneumonia yang perlu Anda ketahui, yaitu batu dan flu yang berkepanjangan, muntah, demam, sesak napas, napas bunyi, dan sebagainya. Apabila bayi dan balita Anda mengalami hal tersebut segeralah tangani. Jika dilihat dari gejalanya, Anda perlu mengetahui faktor penyebabnya. Berikut penyebab infeksi paru pada balita yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, yaitu:

  • Faktor Lingkungan
  1. Cuaca dingin

Cuaca yang dingin membuat kondisi paru-paru menjadi lembab sehingga rentan untuk terinfeksi. Pastikan lingkungan rumah Anda terjaga dari kelembaban udara dan cuaca dingin. Jika perlu, berikan pakaian hangat untuk melindungi bayi atau balita Anda dari cuaca dingin. Selain itu, Anda juga perlu mengatur temperatur udara pada pendingin ruangan Anda agar tidak terlalu dingin untuk si kecil. Perlu diperhatikan juga bahwa teruntuk penggunaan kipas angin pada bayi dan balita sebaiknya tidak tersorot langsung ke tubuhnya, karena hal itu akan mempengaruhi paru-paru bayi dan balita mudah terinfeksi oleh dinginnya udara dari kipas angin.

  1. Sirkulasi udara yang buruk

Kondisi sirkulasi udara yang buruk akan mempengaruhi udara yang masuk ke tubuh teralu sedikit dan dapat menyebabkan sesak napas. Pastikan kondisi rumah Anda memiliki ventilasi udara yang baik agar memudahkan siklus udara yang keluar-masuk. Apabila bayi dan balita Anda kekurangan udara yang masuk ke tubuh akibat sirkulasi udara yang buruk, maka proses pernapasannya akan terganggu sehingga dapat menyebabkan terinfeksinya paru-paru.

  1. Polusi udara

Polusi udara merupakan kumpulan udara yang tercemar oleh zat kimiawi yang berasal dari asap kendaraan, asap rokok, asap obat nyamuk bakar, dan lain sebagainya. Udara kotor yang tercemar oleh polusi dapat mengganggu pernapasan, khususnya pada bayi dan balita akan mudah terinfeksi oleh zat-zat kimiawi yang masuk ke dalam paru-paru. Bagi Anda yang memiliki kebiasaan merokok, seharusnya tidak merokok di lingkungan sekitar bayi atau balita yang terbilang rentan terhadap lingkungan. Hal ini dikarenakan zat nikotin pada rokok merupakan salahsatu penyebab dari akibat penyakit paru-paru. Sebisa mungkin Anda menjaga lingkungan bayi dan balita Anda dari polusi udara yang dapat membahayakan kondisi si kecil.

  • Faktor Kekebalan Tubuh
  1. Berat badan rendah

Faktor kurangnya berat badan biasanya dapat disebabkan karena faktor keturunan, bayi lahir prematur, atau kekurangan gizi (baik saat dalam kandungan atau saat dalam masa pertumbuhan pasca kelahiran). Hal ini membuat kondisi daya tahan tubuh bayi dan balita melemah, sehingga rentan terinfeksi oleh beberapa bakteri atau virus yang dapat menyebabkan kemungkinan terinfeksinya paru-paru. Biasanya apabila bayi dan balita Anda mengalami berat badan rendah, untuk mengatasinya dapat dengan cara memberikan multivitamin penambah berat badan. Namun akan sulit diatasi apabila faktor kekurangan berat badan tersebut disebabkan oleh keturunan.

Faktor genetik memang sulit untuk dihilangkan tetapi masih bisa dicegah penanganannya. Alternatif terbaik bagi bayi dan balita Anda yang memiliki kekurangan berat badan akibat faktor keturunan dapat dilakukan upaya pencegahan dengan menjaga kondisi kekebalan si kecil tetap stabil. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian ASI yang rutin, multivitamin secukupnya dan sebagainya sehingga walaupun berat badannya dibawah normal, tetapi si kecil masih bisa mempertahankan diri dengan asupan gizi yang baik dari orang tuanya. Bagi bayi dan balita yang memiliki tubuh kurus (dapat dikatakan kurang berat badan) karena faktor keturunan, biasanya diberi asupan makanan dan nutrisi sebanyak apapun akan tetap terlihat kurus. Jadi jangan khawatir untuk tetap menjaga kondisi kesehatan bayi dan balita Anda.

  1. Malnutrisi (kekurangan nutrisi)

Malnutrisi bisa dikatakan dengan kekurangan berat badan. Hanya saja konteksnya asupan nutrisi yang ada di dalam tubuh bayi dan balita berada di bawah normal sekalipun berat badan si kecil dapat dikatakan normal. Faktor utama yang menyebabkan bayid an balita mengalami malnutrisi biasanya disebabkan karena faktor genetik (kurang berat badan), ekonomi, dan gizi. Nutrisi utama bayi dan balita adalah ASI. Jadi apabila bayi dan balita Anda diberikan susu formula lebih banyak daripada ASI, bisa saja hal tersebut dapat menyebabkan malnutrisi pada bayi dan balita dan dapat mempengaruhi kondisi kekebalan tubuh si kecil.

Perlu Anda ketahui bahwa ASI merupakan nutrisi penting yang harus diberikan secukupnya oleh bayi dan balita dibandingkan susu formula. Kandungan nutrisi pada ASI diperoleh dari asupan makanan ibu yang tentunya harus bergizi juga. Seorang ibu yang tidak menjaga asupan gizi pada makanannya, maka akan mempengaruhi kualitas ASI dan akan berdampak pada kondisi kekebalan tubuh si kecil.

Selain itu, faktor ekonomi orang tua juga dapat mempengaruhi kondisi si balita mengalami malnutrisi, karena orang tua tidak mampu memberikan makanan yang bergizi kepada anaknya hingga hal ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan si kecil. Makanan bernutrisi biasanya memiliki harga yang cukup tinggi, sehingga seringkali orang tua mengabaikan hal itu. Pastikan asupan nutrisi bayi dan balita Anda tercukupi dengan baik agar terhindar dari infeksi berbagai macam penyakit, khususnya infeksi paru-paru.

  1. Tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap

Masih ada anggapan dari para orang tua yang mengatakan bahwa imunisasi pada bayi dan balita tidak begitu penting. Banyak diantara orang tua yang tidak memberikan imunisasi lengkap kepada bayi dna balitanya karena masih menyepelekan pentingnya imunisasi pada si kecil. Tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap merupakan salahsatu penyebab infeksi paru pada balita karena daya tahan tubuh si kecil rentan terhadap penyakit infeksi yang menular. Beberapa jenis vaksin yang wajib diberikan saat imunisasi balita yaitu:

  • Hepatitis B;
  • Polio;
  • BCG;
  • Campak;
  • Pentavalen (DPT-HB-HiB).

Vaksin pentavalen yang  merupakan gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), HB (Hepatitis B) dan  HiB (haemophilus influenza tipe B kuman penyebab radang paru) merupakan pencegahan balita dari 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia (infeksi paru-paru), dan meningitis (radang otak). Adapun vaksinisasi tambahan pencegah terjadinya infeksi paru-paru, yaitu dapat diberikan berupa imunisasi pneumokokus (PCV). Kelengkapan imunisasi yang baik sangat penting diberikan pada bayi dan balita Anda untuk mencegah bayi dan balita dari berbagai macam jenis penyakit menular.

  1. Kekurangan vitamin A

Vitamin A identik dengan vitamin yang baik untuk kesehatan mata, namun tidak hanya itu bahwa vitamin A dapat memberikan kekebalan tubuh pada seseorang dari terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Kekurangan vitamin dapat mempengaruhi penyebab infeksi paru pada balita. Oleh karena itu berikan nutrisi yang mengandung sumber vitamin A pada balita Anda atau bisa melakukan dengan imunisasi vitamin A yang banyak dilakukan di posyandu-posyandu dan di pusat kesehatan lingkungan rumah Anda. Kandungan nutrisi vitamin A juga dapat diperoleh dari beberapa jenis makanan sayuran dan buah-buahan, seperi wortel, tomat, kacang polong, dan lain-lain.

  • Faktor Bakteri, Virus, Jamur dan Mikroorganisme lainnya

Faktor penyebab infeksi paru pada balita lainnya disebabkan oleh faktor utama yaitu bakteri, virus, jamur dan mikroorganisme lainnya yang masuk ke dalam tubuh melalui penyebaran penyakit yang berasal dari lingkungaan sekitar. Adapun jenis virus, bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya penyebab infeksi paru-paru, diantaranya yaitu:

  1. Bakteri : Pneumonia, H.influenza, S.aureus, P.aeruginosa, M.tuberculosis, M.kansasii
  2. Virus :CMV, virus flu dan campak, RSV (Respiratory Syncytial Virus), Herpes Simpleks
  3. Protozoa :Toksoplasma
  4. Jamur : Carinii, C.neoformans, H.capsulatum, C.immitis, A.fumigatus
Sponsors Link

Anda perlu menjaga bayi dan balita Anda dari terjangkitnya bakteri, virus, jamur dan mikroorganisme tersebut agar terhindar dari infeksi paru-paru yang dapat membahayakan kondisi paru-paru si kecil. Pastikan juga bayi dan balita Anda jauh dari lingkungan orang-orang yang terjangkit infeksi menular tersebut karena penyebarannya dapat melalui udara, kontak fisik, makanan, dan lain sebagainya. Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, Anda harus segera mengetahui cara penanganannya yang aman bagi bayi dan balita, yaitu dengan melakukan pengobatan alami infeksi paru. Agar terhindar dari serangan virus, bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya, Anda harus mengetahui cara mencegah infeksi paru (pneumonia) pada anak balita. 

Sponsors Link

, ,
Oleh :
Kategori : Pneumonia