Sponsors Link

8 Gangguan yang Menyebabkan Terjadinya Pleuritis pada Anak

Sponsors Link

Selain jantung, terdapat organ lain pada tubuh kita yang berperan penting dalam sistem respirasi tubuh kita. Organ tersebut adalah paru-paru. Paru-paru merupakan organ yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara bersih dan kotor. Rata-rata volume udara yang dapat paru-paru tampung adalah sekitar 3500 cc per sentimeter kubik. Namun, pada paru-paru yang terganggu, tidak akan mencapai angka tersebut.

ads

Terdapat beberapa gangguan paru-paru yang sering dialami oleh penduduk Indonesia khususnya anak. Salah satunya peradangan pada pleura, sebuah selaput pada paru-paru. Peradangan tersebut biasa disebut dengan pleuritis. Penyebab pleuritis pada anak juga bermacam-macam. Mulai dari faktor dari luar seperti lingkungan dan dari dalam seperti dari fisik anak sendiri.

Untuk itu, perlu diketahui beberapa gangguan yang menyebabkan terjadinya pleuritis pada anak sedini mungkin, untuk menghindari bertambah parahnya pleuritis ini. Berikut dibawah ini 6 macam gangguan yang menyebabkan pleuritis:

1. Virus

Gangguan yang menyebabkan terjadinya pleuritis pada anak yang pertama adalah virus. Virus merupakan sebuah parasit yang berukuran mikroskop (mikroskopik) yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus ini juga akan bereproduksi hanya pada organ hidup, contohnya tubuh manusia. Virus ini dapat menginfeksi manusia dengan dua cara. Pertama, infeksi akut. Infeksi akut merupakan infeksi yang menyerang dengan cepat dan memiliki akibat yang fatal. Contohnya, polio. Kedua, infeksi kronis. Infeksi kronis merupakan infeksi yang menyerang dengan lambat dan berkepanjangan yang menyebabkan adanya risiko gejala penyakit lainnya muncul kembali. Contohnya, HIV dan kanker.

Pada pleuritis anak, virus seperti ECHO (Entero Cythopathogenic Human Orphan) virus, coxsackie virus, dan rickettsia. Berikut ulasan penyakit diatas:

  • Virus ECHO adalah sejenis virus RNA yang termasuk dalam spesies Enterovirus B, genus Enterovirus dari keluarga Picornaviridae. Beberapa replikasi virus echovirus terjadi di nasofaring setelah infeksi dan kemudian menyebar ke kelenjar getah bening regional. Namun, sebagian besar partikel virus tertelan dan mereka mencapai saluran usus bawah, di mana virus diperkirakan terikat pada reseptor tertentu. Virus kemudian menyebar ke saluran usus bawah, mereplikasi namun tidak menyebabkan efek seluler utama sepanjang perjalanan. Selanjutnya, virus tersebut menyebar ke banyak situs sekunder di tubuh seperti sistem saraf pusat, hati, limpa, sumsum tulang, jantung dan akhirnya paru-paru. Virus ECHO lalu akan menginfeksi pleura pada paru-paru dan menyebabkan pleuritis disertai gangguan lainnya.
  • Virus Coxsackie menjadi satu-satunya penyebab utama penyakit Coxsackie yang sangat mudah berpindah dan menular melalui tangan atau ludah penderita. Infeksi yang ditimbulkan dari virus coxsackie dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti: Penyakit tangan, kaki dan mulut (HFMD), yaitu penyakit dengan ruam pada lidah, gusi, terkadang leher, dan telapak tangan serta kaki. 99 % dokter menyatakan bahwa virus coxsackie apabila tidak diobati dengan benar akan menyebabkan komplikasi pada jantung dan paru-paru seperti pleuritis.
  • Virus rickettsia sendiri merupakan virus yang menyebabkan penderitanya kekurangan vitamin D. Namun, terdapat spesies virus rickettsia yang mampu menyerang paru-paru anak contohnya Coxiella burnetti yang menyebabkan Q fever. Penularannya terjadi lewat udara. Serangan bisa menjadi akut dan kronis dengan gejala demam akut yang tiba-tiba dan disertai radang paru-paru dan peradangan pada pleura (pleuritis).
Sponsors Link

2. Bakteri

Bakteri juga menjadi salah satu gangguan yang menyebabkan terjadinya pleuritis pada anak. Bakteri yang menyebabkan pleuritis ini dibagi menjadi dua macam. Bakteri aerob dan anaerob. Bakteri-bakteri ini dapat menimbulkan pleuritis dengan penularan lewat udara dan makanan lalu trbawa udara atau darah lalu mengendap pada paru-paru anak.

Bakteri-bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk tumbuh dengan baik. Macam-macam bakteri aerob tersebut adalah  Streptucocus pneumonia, Streptucocus mileri, Stafilococus aureus, Hemofilus spp, E.koli, Klebsiela, Pseudomonas spp.

Bakteri-bakteri anaerob sendiri merupakan bakteri yang tidak memperlukan oksigen untuk tumbuh dan berkembang biak. Bakteri ini meliputi Bakteroides spp, Peptostreptococus, Fusobakterium.

3. Parasit

Terdapat beberapa macam parasit yang dapat masuk ketubuh kita. Terdapat parasit yang mampu menginvasi ke dalam rongga pleura, yaitu parasit yang berbentuk tropozoit seperti amoeba. Seprti yang kita ktahui, hanyalah cairan yang mampu masuk ke dalam rongga kosong antara kedua pleura tersebut. Karena, biasanya di dalam rongga pleura hanya terdapat sedikitnya 10-20 cc cairan yang selalu bergerak teratur. Infeksi dapat terjadi pada pleura akan menyebabkan peradangan sehingga menimbulkan permeabilitas pada lapisan pleura, lalu menyebabkan masuknya cairan ke dalam rongga pleura.

4. Alergi Obat-obatan

Paru-paru pada usia anak adalah paru-paru dalam kondisi rawan dan lemah. Oleh karena itu, pemberian obat-obatan yang tidak sesuai dengan anak akan sering membuat alergi. Akibatnya, anak akan mudah terkena gangguan paru-paru seperti peradangan pada pluera. Alergi obat-obatan ini merupakan salah satu alergi yang dapat diturunkan oleh orangtua ke anaknya. Apabila anda merasa memiliki alrgi obat-obatan, segera periksakan anak anda apabila merasa sakit. Bisa jadi, anak anda mengeluhkan sakit karena anak alergi trhadap obat yang baru saja ia konsumsi.

5. Cedera pada Tulang

Cedera pada tulang di daerah dada seperti rusuk dapat menjadi gangguan yang menyebabkan pleuritis pada anak. Beberapa cedera atau patahan pada tulang rusuk akan menimbulkan iritasi dari tabung-tabung dada yang digunakan untuk mengalirkan udara udara atau cairan dalam rongga pleural pada dada Namun, sering kali kondisi ini tidak dianggap serius sehingga efek jangka panjang yang ditimbulkan adalah munculnya pleuritis pada anak. Mungkin pada awalnya anak tidak akan mengeluhkan gejala pleuritis ini.

Hal yang harus orangtua lakukan adalah, lakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila anak pernah mengalami cedera pada bagian dada.

6. Kanker

Timbulnya kanker paru-paru pada anak merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Namun, pada beberapa kasus, peluritis justru timbul sebagai efek dari adanya kanker yang terlebih dahulu menyerang anak. Seperti kita tahu, kanker paru-paru merupakan penyakit yang mematikan di dunia. Selain menyerang beberapa bagian pada paru-paru, kanker ini juga menjadi pemicu peradangan pada pleura. Jika dibiarkan, peradangan ini akan berubah menjadi kanker.

Sponsors Link

7. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis ini merupakan penyakit pada organ saluran nafas yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium, yang kemudianberkembang biak di dalam bagian tubuh yang terdapat banyak aliran darah dan oksigen. Infeksi bakteri mycobacterium akan menyebar melewati pembuluh darah dan kelenjar getah bening, tetap utamanya menyerang paru-paru. Bakteri TB membunuh jaringan dari organ yang terinfeksi dan membuatnya sebagai kondisi yang mengancam nyawa jika tidak segera dilakukan perobatan dan terapi. Bakteri mycobacterium juga dengan sangat mudah menyerang pleura dan menyebabkan peradangan yang serius.

Jika ini terjadi, paru-paru akan mengalami penimbunan cairan dan menyebabkan anak merasa sulit bernafas dan rewel.

8. Pembekuan Darah pada Paru-paru

Pembekuan darah di dalam paru-paru atau emboli paru-paru ini merupakan salah satu gangguan yang menyebabkan peluritis pada anak yang paling sulit diketahui. Penyumbatan ini dapat berupa gumpalan-gumpalan darah dan terletak pada tangan atau kaki. Gumpalan ini tidak terlihat dan tidak dapat dideteksi dengan mudah. Namun, jika dibiarkan saja dapat membahayakn kondisi pleura anak. Penyumbatan yang terjadi di banyak titik, bentuk penyumbatan yang besar dan lama penyumbatan juga menjadi faktor yang menentukan betapa bahaya nya efek yang akan ditimbulkan pada pleura.

8 macam gangguan yang menyebabkan terjadinya pleuritis pada anak sudah kita ketahui bersama. Nah, sekarang saatnya kita lebih menjaga kondisi fisik anak untuk menghindari dan mencegah penyakit pleuritis dan penyakit paru-paru lainnya. Sebagai orangtua, kita akan lebih senang melihat anak ceria dan bermain seperti biasanya.

, , ,
Oleh :
Kategori : Pleuritis