Sponsors Link

15 Gejala Penyakit Asma yang Sering Terjadi

Sponsors Link

gejala asmaGangguan pernapasan seperti asma merupakan kondisi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan dan penyempitan. Hal ini berdampak pada sesak atau sulit bernapas. Biasanya kondisi ini akan sering berulang apalagi jika sedang dekat dengan pemicu atau penyebab asma.

ads

Sampai saat ini penyebab asma memang masih belum jelas. Artinya, ada banyak orang yang tidak mengetahui mengapa ia mengalami asma terutama pada anak. Padahal ada beberapa penyebab asma pada anak  yang mungkin terjadi misalnya asap rokok, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus hingga terpapar zat kimia. Setiap orang pastinya memiliki penyebab asma yang berbeda-beda.

Tidak hanya pada anak-anak, penyakit asma ini juga terjadi pada semua usia dari yang muda sampai yang tua. Orang yang mengalami asma juga cenderung memiliki kondisi yang sensitif dibanding orang lain. Apalagi jika dekat dengan hal-hal yang menyebabkan asma. Maka sebagai penderita asma perlu mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan asma.

Ketika seseorang memiliki penyakit asma, maka saluran pernapasannya tentu lebih sensitif. Saat penderita dekat atau sedang bersinggungan dengan penyebab asma maka otot-otot saluran pernapasan akan menjadi kaku. Hasilnya saluran napas menjadi sempit. Kondisi ini biasanya semakin parah dengan produksi dahak yang berlebihan yang akan semakin menghambat sistem pernapasan.

Saat terjadi penyempitan atau masalah saluran napas, seseorang yang menderita gangguan pernapasan akan ditandai dengan berbagai gejala. Nah, gejala penyakit asma biasanya muncul dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Bisa saja gejala asma terjadi ringan atau bahkan berat. Semua itu tergantung dengan pemicu terjadinya asma. Memburuknya gejala asma juga bisa terjadi pada malam atau dini hari.

Jika terjadi dengan kurun waktu yang pendek dan masih bisa ditangani, gejala asma masih bisa disebut ringan. Sementara jika terjadi dengan signifikan atau berat kondisi ini biasanya disebut dengan serangan asma. Serangan asma bisa saja terjadi dalam waktu 6 sampai 24 jam. Namun, kondisi ini bisa lebih parah bahkan sampai bisa berlangsung hingga berhari-hari.

Namun tak sedikit pula yang bisa pulih dalam waktu cepat. Nah untuk itu, kita perlu mengetahui gejala penyakit asma mulai yang dari ringan sampai berat. Hal ini penting untuk diperhatikan agar penanganan asma bisa dilakukan dengan tepat. Apa saja ya gejalanya?

 1. Nyeri dada

Nyeri dada biasanya terjadi akibat terjadinya pembengkakkan saluran serta kelenjar di sistem pernapasan. Jika kerap mengalami nyeri dada, kondisi ini tidak hanya sebagai gejala sma aja. Berbagai masalah kesehatan seperti pneumonia atau penyakit kronis lainnya misalnya serangan jantung juga sangat mungkin terjadi.

2. Batuk-batuk

Gangguan pada sistem pernapasan akan membuat kita jadi lebih sering batuk-batuk. Apalagi ketika asma yang kita alami disebabkan oleh alergi misalnya debu, asap rokok atau bulu binatang. Penyebab yang masuk ke saluran pernapasan tersebut akan berdampak kita mengalami batuk-batuk. Jika gejala asma sudah semakin parah, batuk bisa terjadi secara berkepanjangan dan terus menerus.

3. Mengi

Mengi merupakan suara yang dihasilkan ketika saluran pernapasan mengalami penyempitan. Biasanya pada suara ini timbul ketika ada suara yang mengalir melalui saluran napas yang menyempit tersebut. Gangguan saluran napas umumnya akan menimbulkan suara mengi ketika seseorang mulai mengambil napas.

Sponsors Link

4. Sulit bernapas (megap-megap)

Penyumbatan pada sistem pernapasan pastinya tidak membuat sistem pernapasan menjadi lancar. Maka, seseorang yang menderita asma pastinya akan mengalami kesulitan bernapas yang jika dibiarkan akan membahayakan dan menimbulkan masalah pernapasan lainnya. Kesulitan bernapas ini biasanya menyebabkan kondisi panik pada orang yang mengalami asma. Selain itu, orang tersebut akan kesulitan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

5. Susah tidur

Jika mulai merasa susah tidur akibat susah bernapas bisa jadi munculnya kondisi bengkak atau hambatan di saluran pernapasan. Biasanya orang yang mengalami asma akan mengalami fase di mana susah untuk tidur akibat gejala yang timbul misalnya nyeri dada atau kesulitan bernapas. Apalagi gejala penyakit asma mulai muncul di malam hari yang membuat penderitanya jadi susah tidur.

6. Inhaler tidak mampu meredakan

Gejala asma awal misalnya nyeri dada dan mulai sesak napas bisa diatasi dengan bantuan inhaler. Alat medis ini berfungsi untuk memasukkan obat ke paru-paru. Dengan bantuan alat tersebut, penderita asma bisa mengisap obat untuk mengurangi gejala asma.

Jika gejala asma tidak bisa ditangani dengan inhaler seseorang akan mengalami asma dan butuh penanganan tenaga medis yang serius. Maka, jika inhaler tidak mampu untuk mengatasi gejala asma, ada baiknya segera menghubungi dokter atau mendapatkan perawatan yang lebih serius. Hal ini sudah menjadi gejala penyakit asma yang masuk kategori serangan asma.

7. Susah makan

Gangguan saluran pernapasan tentunya akan mengganggu jalur pernapasan. Jalur makan dan napas kita hampir serupa sehingga saat ada makanan yang masuk ke mulut tentu akan membuat kita semakin susah bernapas. Maka penderita asma harus segera melakukan prosedur penanganan gejala penyakit asma agar tidak mengalami masalah yang lebih serius. Apalagi tekanan di dada bisa menyebabkan tekanan lambung yang membuat seseorang cenderung merasa mual sehingga sulit untuk menelan makanan.

8. Susah bicara

Nyeri dada serta batuk yang dialami tentunya membuat kita jadi susah bicara. Sesak napas menjadi hal yang paling membuat seseorang jadi susah berbicara apalagi sudah timbul suara mengi. Gejala ini memang tidak bisa dianggap remeh mengingat dapat berdampak buruk untuk kegiatan sehari-hari.

9. Bibir dan jari yang terlihat biru

Gangguan pernapasan juga berarti adanya masalah pada penyebaran oksigen di seluruh tubuh. Oksigen yang berfungsi untuk mengantarkan makanan dan dibutuhkan untuk kerja seluruh organ tubuh. Ketika oksigen terhambat maka akan terjadi masalah pada pembuluh darah. Kondisi ini membuat bagian tubuh tertentu seperti bibir dan jari menjadi terlihat membiru.

ads

10. Denyut jantung meningkat

Hampir sama dengan masalah penyebaran oksigen. Sistem pernapasan terganggu akan membuat organ tubuh lain yang membutuhkan oksigen menjadi terganggu. Begitu pula dengan kerja jantung yang jadi semakin berat. Denyut jantung menjadi meningkat ketika adanya kekurangan oksigen. Begitu pula dengan  ciri-ciri penyakit flek paru.

11. Merasa pusing

Arus oksigen ke otak yang juga terhambat membuat seseorang menjadi lebih pusing. Selain itu, asma juga menyebabkan kerja organ penting dalam tubuh terhambat. Ketika kita mulai mengalami gejala asma umumnya kepala akan lebih pusing.

12. Lelah

Sesak napas serta berbagai gejala penyakit asma membuat kita merasa lebih lelah. Apalagi saat kita melakukan aktivitas fisik, pastinya kita akan merasa lebih lelah ketika ada gangguan di saluran pernapasan. Apalagi asma juga bisa dipicu oleh aktivitas fisik yang berlebihan.

13. Mudah mengantuk

Saat kita menguap sebenarnya kita tidak hanya sedang mengantuk. Saat kita menguap, otak sebenarnya tidak hanya memberi sinyal pada tubuh bahwa kita sedang lelah atau mengantuk. Menguap juga berarti kita mengalami kekurangan oksigen. Gangguan sistem pernapasan sangat mungkin membuat kita jadi memiliki masalah dalam asupan oksigen di dalam tubuh.

14. Suara menjadi hilang

Gejala penyakit asma ini sudah masuk tergolong kronis atau parah. Suara yang hilang biasanya disebabkan batuk yang terjadi terus menerus. Apalagi pada seseorang yang mengalami gejala cukup panjang. Biasanya suara akan terdengar seperti orang serak yang sedang berbicara.

15. Tegang

Pernapasan dan rasa sakit di dada cenderung membuat seseorang merasa tidak nyaman. Hal ini memicu seseorang menjadi gugup dan tegang. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mencoba santai dengan mengantur pernapasan. Penting bagi penderita asma untuk belajar bagaimana caranya mengatur pernapasan ketika gejala penyakit asma menyerang.

16. Mual dan muntah

Gejala yang parah biasanya akan merembet kepada kerja organ tubuh yang lain. Tekanan pada sistem pernapasan terutama tekanan pada bagian dada akan ikut memicu tekanan pada lambung. Kondisi ini membuat asam lambung menjadi meningkat. Hal ini membuat kita akan merasa mual dan dapat berakibat muntah.

17. Demam ringan

Demam yang terjadi pada penderita asma biasanya ujung dari kesusahan bernapas yang mengakibatkan kita menjadi lemas dan tidak mampu melakukan aktivitas. Demam sendiri memang bukanlah sebuah penyakit melainkan gejala. Nah, sangat mungkin penderita asma terutama yang sudah mengalamai gejala cukup parah akan melalui fase demam ringan khususnya pada malam hari.

18. Gatal pada tenggorokan

Penyebab asma seperti akibat bulu binatang atau alergi tertentu menyebabkan gatal pada tenggorokan. Rasanya ada sesuatu atau hal hal yang menyebabkan tenggorokan jadi tidak enak. Maka penderita asma juga kerap kali merasakan gatal tenggorokan akibat ada gangguan di jalur pernapasan.

Sponsors Link

19. Otot leher dan perut merasa tegang

Gejala seperti batuk yang terus menerus dan nyeri pada dada membuat otot menjadi tegang. Terlalu sering batuk membuat masalah pada otot-otot tubuh di bagian tersebut. Biasanya penderita asma akan sering membuat posisi bungkuk untuk mengurangi rasa nyeri yang terjadi akibat asma. Hal serupa juga biasanya dilakukan oleh penderita TBC untuk sebagai cara mencegah TBC.

20. Tidak dapat berkonsentrasi

Kurangnya oksigen dan gangguan pernapasan membuat penderita asma menjadi tidak konsentrasi. Hal ini membuat penderita asma menjadi susah melakukan aktivitasnya sehari-hari. Gejala asma ini biasanya terjadi pada kondisi yang sudah cukup kronis dan gejalanya berlangsung berkepanjangan.

Setelah mengetahui berbagai gejala penyakit asma, kita juga harus mengetahui pertolongan pertama ketika gejala atau asma tersebut mulai kambuh. Penanganan yang dibutuhkan pastinya harus tepat dan sesuai dengan tingkat keparahan gejala asma tersebut. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.

  • Duduk dan tenang. Saat serangan atau gejala asma muncul cobalah untuk tetap tenang dan mencari posisi yang nyaman. Setelah berada di posisi yang nyaman coba untuk mengatur napas. Panik malah membuat kondisi kesehatan semakin parah.
  • Menggunakan inhaler. Inhaler sangat dibutuhkan untuk penderita asma dengan gejala awal. Kita bisa menggunakan alat ini sebagai salah satu cara untuk menyemprotkan obat ke dalam paru-paru. Maka penderita asma memang biasanya tidak bisa jauh dari alat medis ini.
  • Pastikan mengetahui penyebab asma agar segera menjaugi penyebabnya misalnya disebabkan udara dingin atau bulu binatang. Sebagai penderita asma, sebaiknya tetap membawa obat kemana-mana atau menyimpan nomor darurat agar mengetahui orang yang harus dihubungi jika terjadi masalah.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Asma