Sponsors Link

7 Gejala Pleuritis yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Sponsors Link

Paru-paru merupakan organ yang memiliki peran penting dalam sistem pernafasan dan sistem peredaran darah pada manusia. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi kita untuk selalu menjaga dan memperhatikan kesehatan tubuh kita, khususnya paru-paru.

ads

Sayangnya, masyarakat Indonesia kurang menyadari pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Data yang diperoleh WHO pada tahun 2016 menyebutkan bahwa masyarakat asia sangat rentan terkena penyakit paru-paru terutama bagi mereka yang tinggal di negara tropis.

Fakta lain menyebutkan, sedikitnya 1 dari 15 orang yang memiliki gangguan pada paru-paru, menderita pleuritis. Pleura  merupakan bagian penting pada paru-paru yang dapat mengalami peradangan adalah pengertian dari pleuritis.

Terdapat sebuah selaput yang menempel pada bagian paru-paru dan tulang rusuk yang berfungsi untuk memisahkan kedua organ tersebut. Selaput itu disebut dengan pleura. Dua buah lapisan selaput pada pleura disertai dengan lapisan cairan yang mampu mengurangi gesekan saat kita bernafas. Saat lapisan cairan pada pleura  lengket dan permukaan selaput pleura menjadi kasar, disitulah pleura mengalami peradangan dan mengakibatkan timbulnya rasa nyeri untuk bernapas.

Penyebab pleuritis ini juga beragam. Untuk menghindari berbagai macam kemungkinan buruk, gelaja pleuritis perlu dikenali sedini mungkin. Berikut beberapa gejala pleuritis:

1. Demam dan Pusing

Gejala pleuritis yang pertama adalah demam dan pusing. Seperti penyakit lainnya, pleuritis mengeluarkan gejala seperti demam dan pusing. Kondisi demam dan pusing ini disebabkan virus yang menyerang bagian pleura sehingga memicu adanya demam kelenjar. Dengan itu maka penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan disertai pusing.

Terdapat beberapa gejala yang muncul setelah demam dan pusing ini. Diantaranya, kurangnya nafsu makan dan turunnya berat badan secara drastis. Karena kondisi demam tinggi ini, menimbulkan penderita merasa mual dan tidak ingin ada makanan masuk ke lambungnya. Selanjutnya, penderita akan mengalami penurunan berat badan secara drastis dikarenakan penderita kurang nafsu makan.

Hal ini berbahaya mengingat penderita dapat mengalami kekurangan gizi dan nutrisi dan mengakibatkan penderita merasa lemas dalam waktu yang panjang. Untuk mengatasi masalah ini, usahakan penderita tetap mengkonsumi makanan bergizi meskipun sedikit. Jika semakin parah, bawa penderita ke dokter atau rumah sakit untuk ditangano lebih lanjut.

2. Nyeri 

Rasa nyeri ini pasti akan menyerang penderita pleuritis dalam waktu yang lama. Terlebih, nyeri ini tidak hanya dirasakan pada area dada saja. Tetapi pada beberapa bagian tubuh seperti dada, punggung, dan bahu. Oleh karena itu, penderita pleuritis akan sangat menderita apabila melakukan nafas yang panjang, batuk, bersin dan bergerak.

Hal tersebut tentu saja membatasi penderita pleuritis dalam beraktivitas dan cenderung untuk diam atau bersitirahat dalam waktu yang lama. Untuk mengatasi hal tersebut, usahakan penderita menghirup udara yang lembab dan hangat dari mesin uap. Selain itu, penderita harus sering meminum obat batuk dan air hangat untuk meluruhkan dahak dan menyembuhkan batuk lebih cepat. Setidaknya setelah batuk sembuh, penderita pleuritis tidak terlalu merasakan nyeri pada bagian dada. Langkah terakhir, periksakan penderita pleuritis dan minta pemindaian CT (CT scan) agar dapat diketahui kondisi penderita lebih lanjut.

Sponsors Link

3. Batuk Kering

Batuk kering ini pasti akan dirasakan oleh penderita pleuritis. Penderita akan mengalami batuk kering yang menyiksa sehingga menimbulkan bagian dada dan punggung penderita mengalami nyeri yang teramat sangat. Bahkan, beberapa kasus menyebutkan bahwa batuk kering ini dapat disertai keluar darah. Batuk yang disertai darah ini menunjukkan bahwa paru-paru terluka dan dalam kondisi yang sangat buruk.

Untuk menghindari hal tersebut, penderita harap mengunjungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan terkain batuk dan pleuritis itu sendiri.

4. Nafas Pendek dan Tersengal

Gejala pleuritis lain yang dialami oleh penderita adalah memiliki nafas pendek dan bernafas dengan tersengal-sengal. Nafas yang tersengal ini diakibatkan dari lukanya paru-paru penderita. Virus yang menginfeksi pleura akan menimbulkan timbunan cairan pada paru-paru. Penimbunan cairan ini biasa disebut dengan efusi pleura.

Efusi pleura ini akan sembuh sendiri seiring dengan pengobatan pleuritis. Namun, terdapat beberapa kasus yang mengharuskan penderita akan disarankan dokter untuk melakukan penyedotan cairan dengan cara memasukkan selang khusus untuk menyedot cairan yang tertimbun di paru-paru penderita. Tentu saja hal ini sangat tidak nyaman bagi penderita, namun demi kesembuhan penderita, hal ini harus dilakukan.

5. Mual

Gejala pleuritis satu ini sangat berhubungan dengan gejala demam yang pusing yang sebelumnya penderita rasakan. Umumnya, penderita akan merasakan mual sesaat setelah merasakan demam dan pusing yang tak tertahankan. Gejala ini akan sangat membuat penderita tidak nyaman. Apabila dibiarkan, gejala ini akan berkembang dan menimbulkan penderita tidak memiliki napsu makan. Akibatnya, penderita akan mengalami lemas dan kekurangan gizi.

Untuk menangani gejala ini, penderita harus diperiksakan ke dokter untuk diobati. Karena apabila dibiarkan, gejala mual ini akan memperparah gejala lain pada penyakit pleuritis.

6. Nyeri pada Sendi dan Otot

Nyeri pada sendi dan otot adalah gejala umum yang penderita pleuritis akan rasakan. Nyeri sendi dan otot ini lebih sering dirasakan pada bagian dada dan punggung dari penderita. Tapi tidak menutup kemungkinan di bagian tubuh lain juga merasakannya. Untuk mengurangi nyeri sendi dan otot, penderita harus mengurangi atau membatasi geraknya. Apalagi ketika penderita bersin atau batuk maka nyeri pada sendi dan otot itu semakin menjadi.

Selain mengganggu aktivitas, penderita juga merasa tidak nyaman. Untuk mengurangi rasa nyeri tersebut, dapat diberikan pijitan lembut dan perlahan di area yang sakit. Selain itu, kompres handuk hangat juga mengurangi nyeri tersebut. Jika tak kunjung berkurang, mintalah obat pereda nyeri pada dokter.

Sponsors Link

7. Keringat Berlebihan

Penderita pleuritis akan mengalami keringat yang berlebihan meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Hal itu disebabkan tingginya suhu tubuh (demam) yang kemudian muncul disertai keringat yang berlebihan. Untuk menangani masalah ini, tidak dibenarkan untuk menggunakan AC atau kipas angin. Dikhawatirkan, penderita akan terkena masuk angin atau perut kembung.

Usahakan penderita untuk mandi kompres air hangat untuk menjaga tubuhnya tetap bersih dan seringlah berganti pakaian apabila berkeringat. Jangan gunakan selimut. Karena selimut akan mengahmbat panas keluar dari tubuh. Cukup pakaikan penderita pakaian biasa, lalu biarkan istirahat. Keringat berlebihan ini akan hilang dengan sendiri nya ketika demam mereda.

Itulah 7 gejala pleuritis yang harus diwaspadai dan dideteksi secara dini. Pleuritis ini bisa saja terjadi pada anak-anak maupun dewasa. Meskipun terlihat sepele, pleuritis seringkali menjadi gejala untuk komplikasi penyakit paru-paru lainnya seperti TBC dan kanker paru-paru. Maka dari itu, tidak sebaiknya menganggap remeh pleuritis dan mengerti apa saja gangguan yang menyebabkan pleuritis. Banyak yang menyebutkan bahwa pleuritis ini dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi, jika dalam waktu 3 hari atau lebih tidak kunjung sembuh dan semakin parah, bawa penderita ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yang terpenting adalah kita harus menjaga tubuh kita agar dapat mencegah penyakit pleuritis ini datang ke tubuh kita.

, ,
Oleh :
Kategori : Pleuritis