Sponsors Link

16 Gejala Pneumonia pada Bayi Wajib Diwaspadai

Sponsors Link

Pneumonia bukanlah penyakit ringan. Pneumonia menyerang saluran pernapasan bagian bawah yaitu paru-paru dan menyebabkan kematian dua juta orang di dunia setiap harinya. Infeksi pertama kali menyerang sistem pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan, kemudian berlanjut ke paru-paru apabila tidak segera ditangani. Bayi dan anak-anak adalah kelompok usia yang paling rentan terkena pneumonia, terlebih karena sistem imunitasnya yang belum terbentuk sebaik orang dewasa. (Baca juga: Ciri ciri Pneumonia)

ads

Pneumonia disebabkan oleh infeksi, baik oleh bakteri, virus, maupun jamur. Bakteri yang menyebabkan pneumonia ada banyak, tapi yang paling sering ditemui sebagai penyebab pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Kelompok bakteri lainnya yang menjadi penyebab pneumonia adalah P.aeruginosa, M.tuberculosis, S.aureus, dan M.kansasii. Virus penyebab pneumonia bisa dari virus yang sama dengan virus penyebab batuk dan pilek, dan juga virus CMS serta Herpes simplex. Untuk kelompok jamur atau fungi, yaitu Carinii, H.capsulatum, C.immitis, A.fumigatus, dan C.neoformans.

Pneumonia mudah menyerang bayi dan anak-anak dengan sistem imunitas rendah. Bayi yang tidak diberi ASI akan lebih mudah terserang pneumonia karena ASI akan membentuk sistem imunitas bayi lebih baik. Selain itu, bayi dan anak-anak yang berada di lingkungan kumuh padat penduduk, lingkungan berpolusi udara, penuh asap rokok, bayi baru lahir, bayi pengidap campak, dan bayi dengan orangtua pengidap HIV juga termasuk ke dalam kelompok yang rentan terserang pneumonia.

Tanda-tanda awal pneumonia mirip dengan selesma atau pilek. Oleh karena itulah, banyak orangtua yang menganggap sepele gejala awal tersebut dan menganggap bayi, balita, dan anak-anak yang terserang hanya menderita batuk dan pilek biasa.

Gejala Pneumonia yang Terjadi Pada Bayi

Untuk mendeteksi gejala pneumonia pada bayi, orangtua sebaiknya memperhatikan tanda-tandanya, yaitu sebagai berikut.

1. Batuk-batuk

Gejala pneumonia pada bayi diawali dengan gejala batuk-batuk yang sering dianggap sebagai penyakit biasa oleh orangtua. Batuk sebenarnya adalah reaksi tubuh untuk mengeluarkan penyakit, tepatnya yang ada di saluran pernapasan bagian atas. Batuk sebagai gejala awal pneumonia biasanya berupa batuk berdahak. Namun pada bayi, gejala batuk seringkali tidak disertai dengan dahak.

Batuk sebagai gejala pneumonia ringan pada bayi disertai dengan napas cepat. Jika tidak disertai napas cepat, maka bisa tergolong batuk biasa. Pneumonia berat ditandai dengan napas cepat dan kesulitan bernapas pada bayi.

2. Batuk berlangsung lama

Batuk sebagai gejala pneumonia pada bayi berlangsung lama hingga lebih dari satu minggu. Orangtua perul mewaspadai apabila bayi mengalami batuk terus menerus hingga dua minggu, karena bisa jadi itu merupakan pertanda infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagian atas atau pneumonia. Jika batuk berlangsung lebih dari dua minggu, maka bisa jadi gejala tersebut adalah gejala TBC maupun asma. (Baca juga: Gejala TBC pada Anak)

Terkadang, batuk yang berlangsung lama pada bayi dapat menyebabkan muntah. Namun, muntah bukan termasuk gejala pneumonia pada bayi, melainkan sebuah akibat karena adanya tekanan pada perut. Bayi yang terus menerus batuk akan mengalami kontraksi di bagian perut, dan hingga akhirnya menekan sebagian isi perutnya keluar. Perut akan terasa sakit, dan kemudian memuntahkan isinya melalui mulut.

Sponsors Link

3. Hidung tersumbat atau pilek

Hidung tersumbat dan pilek dapat menjadi gejala awal pneumonia. Infeksi yang terjadi di bagian hidung bayi akan membuat hidung memproduksi lendir dalam jumlah lebih banyak dari biasanya untuk melawan penyakit, namun akibatnya bayi menjadi kesulitan bernapas karena lendir tersebut menutup jalan napas bayi di hidung.

4. Demam panas dingin

Bayi dapat mengalami demam tiba-tiba atau kenaikan suhu tubuh. Namun, demam yang terjadi pada bayi tidak keseluruhan, melainkan demam panas dingin. Tubuh dan kepalanya bisa saja terasa panas, namun tangan dan kakinya terasa dingin.

5. Bernapas cepat

Bernapas cepat adalah gejala penting yang menandakan adanya pneumonia pada bayi. Pedoman perhitungan napas anak menurut WHO adalah sebagai berikut:

  • jika usia anak 0-2 bulan, napas normalnya adalah 30-50 kali per menit, dan bernapas cepat jika lebih dari 60 kali per menit
  • jika usia anak 2-12 bulan, napas normalnya adalah 25-40 kali per menit, dan bernapas cepat jika lebih dari 50 kali per menit
  • jika usia anak 1-5 tahun, napas normalnya adalah 20-30 kali per menit, dan bernapas cepat jika lebih dari 40 kali per menit

Orangtua dapat mengantisipasi terjadinya pneumonia pada bayi dengan menghitung jumlah pernapasan dalam satu menit. Satu kali pernapasan dihitung dari satu kali inspirasi (menghirup udara) dan satu kali ekspirasi (menghembuskan udara). Efek dari peradangan di paru-paru secara tiba-tiba pada bayi yang terkena pneumonia membuat bayi bernapas lebih cepat dari hitungan normal. Namun pada anak di bawah dua bulan, tidak dikenali adanya diagnosis pneumonia.

6. Menggigil

Efek dari demam panas dinginnya adalah bayi merasa menggigil, sehingga biasanya orangtua langsung menyelimuti bayi rapat-rapat. Jangan menyelimuti bayi dengan selimut yang terlalu tebal, sehingga bayi akan semakin kesulitan bernapas. Orangtua cukup memeluk bayi dan menyelimutinya dengan kain biasa agar bayi merasa hangat.

ads

7. Nadi cepat

Bayi memang memiliki detak jantung yang lebih cepat dalam satu menit dibandingkan dengan usia remaja dan juga usia dewasa. Hal ini dikarenakan bayi membutuhkan suplai darah lebih banyak, oleh karena itu jantungnya juga bekerja lebih cepat dibandingkan kelompok usia remaja dan dewasa. Panduan detak jantung bayi yang diukur melalui nadi adalah sebagai berikut:

  • usia bayi 1-6 hari, normalnya berdetak 129-166 kali per menit, lebih dari itu dikatakan nadi cepat
  • usia bayi 1 minggu-1 bulan, normalnya berdetak 107-182 kali per menit, lebih dari itu dikatakan nadi cepat
  • usia 6 bulan-1 tahun, normalnya berdetak 109-169 kali per menit, lebih dari itu dikatakan nadi cepat
  • usia 1-2 tahun, normalnya berdetak 89-151 kali per menit, lebih dari itu dikatakan nadi cepat

Orangtua dapat menghitung jumlah denyutan nadi bayinya dalam satu menit. Jika bayi memiliki kelainan nadi cepat sebaiknya orangtua segera menghubungi dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Apabila nadi cepat  diiringi dengan napas cepat, ada kemungkinan ditemukannya gejala pneumonia pada bayi.

8. Sulit bernapas

Selain napas cepat, tanda penting lainnya dari gejala pneumonia pada bayi adalah sulit bernapas. Perbedaan kesulitan bernapas pada penderita pneumonia dengan penderita asma yaitu, pada penderita pneumonia mereka kesulitan dalam mengambil napas (fase inspirasi) sedangkan pada penderita asma mereka kesulitan saat membuang napas (ekspirasi) sehingga terkadang terdengar bunyi mengi atau “ngiik, ngiik”. Pada bayi penderita pneumonia, kesulitan bernapas kadang ditandai juga dengan gerak hidungnya yang kembang kempis. Selain itu, bayi penderita pneumonia juga memiliki napas yang pendek-pendek.

9. Kehilangan nafsu makan

Bayi dengan pneumonia mengalami penurunan nafsu makan atau hilang sama sekali. Mereka menolak menyusu atau menolak makanan yang diberikan oleh orangtua. Karena, seringkali karena saking sulitnya bernapas bayi juga kesulitan minum atau menelan.

10. Badan kurus

Efek dari kehilangan nafsu makan adalah berat badan bayi yang cenderung menurun hingga badannya kurus karena kurangnya suplai makanan dan gizi yang diperlukan pada masa tumbuh kembangnya. Hal ini perlu diwaspadai akrena bisa berdampak ke penyakit yang lain seperti malnutrisi.

11. Nyeri di bagian dada dan perut

Radang yang terjadi di paru-paru pada bayi penderita pneumonia membuat bayi kesulitan bernapas dan rasa nyeri di bagian dada dan perut. Karena bayi masih kesulitan mengekspresikan apa yang ia rasakan, bayi biasanya akan menangis karena nyeri yang ia rasakan.

12. Insomnia

Bayi akan kesulitan beristirahat dan tertidur, baik di malam hari maupun siang hari atau biasa dikenal dengan gejala insomnia. Gejala sulit beristirahat ini adalah salah satu tanda bayi terkena pneumonia.

13. Lesu

Bayi terlihat lesu dan tidak bertenaga karena kurangnya asupan nutrisi dan kesulitan bernapas. Radang pada paru-paru juga melemahkan tubuhnya, sehingga bayi terlihat tidak ceria dan tidak aktif bergerak seperti biasanya.

Sponsors Link

14. Sering menangis

Bayi belum bisa mengkomunikasikan dan membahasakan apa yang dirasakan, maka ekspresinya adalah dengan menangis. Bayi dengan pneumonia akan lebih sering menangis dari biasanya karena rasa tidak nyaman dari sakit yang ia derita.

15. Wajah pucat

Kurangnya asupan oksigen dalam darah membuat wajah bayi terlihat pucat. Hemoglobin yang mengandung banyak oksigen akan berwarna merah pekat, sedangkan hemoglobin yang miskin oksigen akan berwarna merah pucat. Penderita pneumonia memiliki kadar hemoglobin yang tidak banyak mengikat oksigen karena kesulitan bernapas. Pada kasus yang parah, selain pucat wajahnya juga akan terlihat kebiruan. Segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, karena jika wajahnya sudah kebiruan itu pertanda bayi berada dalam tahap gawat dan membutuhkan pertolongan medis agar mendapat asupan oksigen berlebih.

16. Gejala untuk kasus pneumonia berat

Untuk kasus pnemonia yang sudah berat, bayi terlihat memiliki gejala sebagai berikut:

  • napas sesak
  • menarik perut dalam-dalam
  • adanya tarikan dada ke bagian dalam karena sangat sulit bernapas
  • penurunan suhu tubuh dan juga kesadaran
  • bibir dan kuku jari mulai terlihat kebiruan, abu-abu, atau menghitam

, , ,
Oleh :
Kategori : Pneumonia