Sponsors Link

16 Gejala Radang Paru Paru yang Sering Di Anggap Spele

Sponsors Link

Jangan anggap remeh radang paru karena sebagian besar penderita radang paru justru datang dari anak-anak. Banyak yang menyangka bahwa radang paru disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti merokok atau biasa dialami orang dewasa. Sayangnya, banyak orang dewasa tak sadar bahwa radang paru juga tidak hanya dialami orang dewasa juga rentang pada anak-anak. Maka, orangtua wajib mengetahui dan waspada gejala radang paru paru.

ads

Menurut Badan Kesehatan Dunia Atau World Health Organization, penyakit ini menyerang sekitar 450 juta pasien setiap tahunnya. Mirisnya, dari banyaknya jumlah penderita tersebut sebanyak 150 juta penderitanya adalah anak-anak. Tidak hanya berhenti sampai situ, sebanyak kurang lebih 4 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat radang paru. Sebenarnya apa yang menyebabkan radang paru-paru?

Masalah radang paru ini umumnya disebabkan oleh paparan dan infeksi bakteri maupun virus. Penyakit ini tak bisa dianggap enteng karena bisa mengancam nyawa. Tanda-tandanya biasanya dimulai dai infeksi pada bagian paru-paru yang disebut parenkim. Dari bagian tersebut biasanya akan menyebar ke bagian alveoli. Bagian ini merupakan kantung udara kecil yang akan membuat di dalamnya terpenuhi cairan infeksi berbahaya. Apa dampaknya? Tentu saja dampak dari masalah ini terjadi pengurangan asupan oksigen dalam paru-paru.

Lalu kenapa masalah ini bisa mudah menyerang segala usia? Tidak hanya dari gaya hidup yang buruk, sistem kekebalan tubuh seseorang juga sangat menentukan. Maka tak heran jika anak-anak yang usianya sangat muda atau orang yang lanjut usia juga berisiko mengalami penyakit ini. Sistem kekebalan tubuh dalam rentang usia ini memang terbilang lemah sehingga mereka jadi rentan berisiko terkena radang paru-paru.

Indonesia sendiri masuk ke dalam negara yang cukup rentan pada penyakit radang paru. Negara berkembang seperti Indonesia nyatanya lebih berisiko mengalami infeksi penyakit radang paru-paru dibandingkan dengan negara maju hingga lima kali lipat! Gaya hidup yang buruk serta polusi udara yang cukup mengganggu bisa jadi penyebab mengapa kita yang berada di Indonesia menjadi rentan terhadap radang paru-paru. Untuk itu, ada baiknya kita mengenal gejala paru-paru baik yang dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak.

1. Napas lebih cepat

Kondisi napas lebih cepat ini umumnya terjadi pada anak berusia di bawah 6 bulan. Kadang banyak orangtua yang tidak mengetahui hal ini sebab pada anak bayi, napas pendek memang normal terjadi karena sistem pernapasannya yang belum matang. Seorang ibu harus waspada jika kondisi napas lebih cepat ini membuat bayi bernapas lebih dari 60 kali dalam satu menit.

Napas yang cepat ini tentu saja karena adanya gangguan dalam sirkulasi udara. Waspadai juga ketika napas anak mulai berbunyi ‘grok grok’ yang bisa berarti adaya masalah  pada paru-parunya. Segera bawa ke dokter jika masalah tersebut terjadi berkelanjutan.

2. Nyeri dada

Karena sumber masalah ada pada paru-paru, maka tak heran jika bagian yang nyeri adalah bagian dada terutama pada saat kita bernapas. Nyeri dada sendiri memang biasany muncul ketika ada masalah paru lainnya misalnya flek paru atau asma. Waspadai jika nyeri dada yang terjadi secara terus menerus dan mengganggu aktivitas kita. Nyeri dada ini juga bisa menjadi gejala pada penyakit lain misalnya penyebab asma pada anak.

Sponsors Link

3. Flu dan batuk

Penyakit ini adalah salah satu jenis penyakit langganan anak yang sangat umum terjadi sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari anaknya mengalami radang paru. Jangan anggap remeh ketika flu dan batuk yang terjadi terus menerus dan tidak kunjung berhenti. Bisa jadi si kecil mengalami paparan infeksi virus yang lebih serius misalnya virus penyebab radang paru. Tidak hanya radang paru, flu dan batuk pada anak yang terjadi terus menerus bisa menjadi gejala penyakit lainnya yang pastinya lebih serius.

4. Benjolan di leher

Apa ya hubungannya benjolan di leher dengan masalah pernapasan? Salah satu penyebab radang paru adalah kuman tuberkulosis. Jenis kuman ini dapat menyebabkan gangguan pada TB kelenjar. Akhirnya, akan menjadi masalah pada sekitar leher dengan timbulnya benjolan. Mungkin saja benjolan di leher ini adalah tanda dari penyakit ganas lainnya seperti tumor atau penyakit autoimun lupus.

5. Anak jadi rewel

Pada anak khususnya bayi, salah satu gaya berkomunikasi yang bisa ia lakukan adalah menangis. Jika ia mengalami gangguan misalnya nyeri dada atau sesak napas, pastinya ia akan menangis. Rasa tidak nyaman itulah yang memunculkan rasa tidak nyaman. Maka, anak yang rewel dan menangis bukan hanya tanda anak yang butuh makan atau perawatan khusus. Bisa jadi, anak tersebut mengalami masalah cukup serius seperti radang paru-paru.

6. Demam

Gejala penyakit langganan ini pastinya sering dialami para Ibu. Padahal, demam tidak bisa dianggap sepele. Meski pada sore ke malam hari suhu anak dan orang dewasa bisa lebih meningkat, bisa jadi demam adalah gejala radang paru-paru. Dalam kondisi demam, tubuh biasanya sedang mencoba untuk melindungi diri ketika ada infeksi dari bakteri dan virus. Nah, demam menjadi reaksi jika tubuh sedang mencoba melawan dan melindungi diri.

ads

7. Bersin-bersin

Mirip dengan konsep demam, jika kita alami bersin-bersin bisa jadi tubuh sedang diserang oleh paparan virus atau bakteri tertentu. Bersin dan flu adalah dua hal yang berbeda loh. Jika kita terkena flu biasanya gejala yang ditimbulkan lebih berat misalnya kepala menjadi berat dan demam. Flu juga membuat kita mengalami radang tenggorokan. Sementara jika kita mengalami bersin biasanya hidung hanya jadi tersumbat. Sama seperti demam, bersin yang kita alami sebagai cara tubuh untuk melindungi kita dari paparan virus maupun bakteri.

8. Nafsu makan menurun

Salah satu dampak radang paru-paru pada bagian tubuh lainnya adalah menyebabkan tekanan pada lambung. Tekanan pada lambung tersebut sangat berdampak buruk bagi kesehatan pencernaan. Saat kita mengalami tekanan pada lambung, biasanya asam lambung menjadi naik. Hal ini menimbulkan tubuh kita jadi tidak bisa makan karena rasa mual muntah yang muncul. Pada anak-anak, rasa yang kurang nyaman akibat sakit juga cukup berpengaruh pada nafsu makannya.

9. Batuk berdahak

Masalah pada paru-paru juga berakibat para produksi lendir yang berlebih. Hal ini menyebabkan penderitanya jadi sering mengalami batuk dengan dahak. Kita harus memeriksakan diri ke dokter jika batuk berdahak yang dialami tidak kunjung sembuh. Apalagi jika lendir yang diproduksi tidak normal misalnya berwarna hijau atau bahkan terlihat ada bercak darah. Batuk juga umum menjadi masalah pada sistem pernapasan seperti gangguan yang menyebabkan terjadinya pleuritis.

10. Hidung tersumbat

Pada anak, hidung tersumbat juga bisa jadi gejala virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh. Biasanya banyak yang menganggap kondisi ini adalah alergi pada udara dingin misalnya. Padahal, hidung tersumbat bisa menyebabkan masalah serius lain termasuk gejala radang paru-paru.

11. Sakit kepala

Radang paru-paru membuat asupan oksigen kita jadi berkurang karena penampungan oksigen menjadi bermasalah. Kondisi ini akhirnya membuat seseorang jadi rentan mengalami sakit kepala lantaran distribusi oksigen tidak sampai ke kepala. Maka jangan heran jika seseorang yang mengalami radang paru akan kerap kali mengalami sakit kepala.

12. Perubahan warna kulit

Tidak hanya warna kulit yang menjadi lebih pucat akibat kurang oksigen, beberapa bagian tubuh mungkin saja menjadi membiru. Kondisi ini kembali lagi disebabkan asupan dan penyebaran oksigen ke seluruh tubuh kurang optimal. Jika penderita radang paru-paru sudah sampai di tahap ini, sebaiknya segera diperiksakan lebih lanjut.

13. Nyeri otot

Kondisi nyeri otot ini biasanya terjadi pada bagian dari sistem pernapasan misalnya otot leher. Kondisi ini disebabkan saat bernapas tubuh bekerja dua kali lebih keras. Oksigen yang berkurang membuat tubuh terus berusaha memastikan oksigen tersebar ke seluruh tubuh. Sayangnya, kondisi ini bisa menyebabkan masalah otot terutama di bagian otot leher.

14. Mual muntah

Tekanan pada lambung tadi tidak hanya menyebabkan seseorang jadi tidak nafsu makan. Pastinya timbul perasaan tidak nyaman lantaran ada rasa mual dan muntah. Pada anak, mungkin si kecil akan melepehkan makanan yang diberikan. Hal ini pastinya karena rasa mual dan muntah yang bisa saja menyebabkan perut si kecil jadi terasa kencang dan kembung.

15. Muncul suara mengi

Pada anak, gejala radang paru-paru yang mungkin mudah terlihat dan terdengar adalah suara mengi. Suara seperti udara keluar dari paru-paru yang terjepit menjadi tanda bahwa ada masalah pada paru-parunya. Segera bawa anak ke dokter jika suara mengi ini terus menerus terjadi karena bisa berdampak buruk. Anak yang terkena masalah paru-paru memang jauh lebih mudah untuk teridentifikasi.

Sponsors Link

16. Menjadi bingung dan menurunnya kesadaran

Lagi lagi asupan oksigen membuat masalah pada kesadaran hingga kerja otak. Penderita bisa saja menjadi bingung bahkan sampai tidak sadar lantaran tidak ada asupan oksigen yang cukup bagi tubuhnya. Jika terlihat sudah mulai pandangan kabur apalagi menurunnya kesadaran, sebaiknya segera mendapatkan eprtolongan pertama.

Itu dia tadi berbagai gejala radang paru-paru yang umum terjadi baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Setiap orang bisa saja mengalami tingkat gejala yang berbeda tergantung pada sistem kekebalan tubuh, keparahan paparan virus dan bakteri serta kondisi lainnya. Radang paru sendiri bisa diatasi dengan antibiotik serta treatment lain seperti terapi oksigen. Pengobatan pneumonia secara alami juga bisa kita lakukan karena berbagai tanaman herbal juga menjadi pilihan bagi banyak orang

Namun yang terpenting adalah menjaga pola hidup yang jauh lebih sehat seperti menjauhkan dari kebiasaan merokok atau pun minum alkohol. Pada anak-anak, sebisa mungkin jauhkan paparan dari asap rokok. Tidak hanya itu polusi udara juga memungkinkan seseorang terpapar virus dan bakteri. Olahraga dan asupan makanan yang baik akan menjaga tubuh agar punya sistem kekebalan tubuh yang baik agar tidak terinfeksi virus dan bakteri penyebab radang paru-paru.

Pada anak-anak kondisi ini memang harus diwaspadai mengingat kekebalan tubuh yang sangat rentan. Selain itu, kebersihan sekitar anak juga harus dijaga misalnya jangan membiarkan anak dekat dengan orang yang sedang sakit. Setelah keluar dari rumah sebisa mungkin membersihkan diri dengan mencuci tangan dan berganti pakaian. Sebelum makan ataupun setelah pergi ke toilet, kita harus terbiasa untuk membersihkan diri agar paparan virus atau kuman maupun bakteri tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Radang Paru Paru