Sponsors Link

16 Gejala TBC Pada Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Sponsors Link

Tuberkulosis atau umumnya dikenal dengan singkatan TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mikro bakteri tuberkulosa. Tuberkulosis dipercaya menyerang lebih dari sepertiga populasi dunia, dengan beberapa kasus diantaranya berujung pada kematian. Angka kematian yang disebabkan oleh TBC mencapai 1,8 juta pada tahun 2015 (WHO). Bakteri TB sebetulnya tidak hanya menyerang organ pernapasan saja, tapi juga bisa menginfeksi beberapa organ lainnya seperti usus, kulit, dan tulang, bahkan ginjal, namun yang paling umum dikenal adalah TB paru. Gejala-gejala TBC bersifat khas tergantung pada organ tubuh yang terserang bakteri tuberkulosa, tapi pada dasarnya gejala-gejala umum seperti demam dan keringat dingin sering dirasakan oleh pasien yang terinfeksi bakteri TB. (Baca Juga : Ciri-Ciri Pneumonia)

ads

Gejala TBC Pada Anak

Gejala TBC Pada AnakBakteri TBC adalah jenis bakteri aktif yang berkembang biak dengan pesat. Penyakit TBC sebetulnya sangat bisa diobati, namun pengobatannya memakan waktu yang cukup lama mulai dari 3-6 bulan, bergantung pada tingkat keparahan infeksi. Dokter akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan anti biotik dosis tinggi, biasanya 3-4 macam anti-biotik yang harus diminum secara bersamaan dan tidak boleh terlewat. Jika minum obat terlewat satu hari saja, maka pengobatan harus diulang dari awal. Anti-biotik harus diminum secara teratur dan tepat waktu untuk mencegah kekebalan bakteri terhadap anti-biotik tersebut. Obat-obatan anti-biotik yang digunakan untuk mengobati TBC diantaranya rifampisin, pirazinamid, etambutol, dan streptomisin dengan dosis sesuai berat badan.

Penderita TBC paling banyak ditemukan di negara-negara berkembang seperti India dan Indonesia, dengan India pada peringkat pertama negara dengan penderita TBC paling banyak, mencapai hingga 2,2 juta kasus pada tahun 2015. Masyarakat di negara-negara berkmebang cenderung memiliki daya tahan tubuh dan tingkat higiene rendah, ditambah dengan tingginya polusi udara, dan juga besarnya jumlah populasi penduduk yang merokok. Berdasarkan data WHO, jumlah pasien yang terinfeksi bakteri tuberkulosa di Indonesia setiap tahunnya mencapai 460.000 kasus. Menjadikan Indonesia negara peringkat kedua dengan penderita TBC paling banyak di dunia. Namun merujuk pada survei dari Kementrian Kesehatan, dari tahun ke tahun Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan berkurangnya jumlah penderita TB aktif baik pada anak maupun dewasa. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari upaya penyuluhan dari Kemekes kepada masyarakat sehingga meningkatkan kesadaran akan penyakit TBC.

Beberapa faktor umum yang menyebabkan infeksi TBC diantaranya polusi udara, lingkungan tempat tinggal yang tercemar, dan asap rokok. Kasus TB anak sebetulnya tidak menular dari anak-ke anak, tapi anak rentan tertular bakteri TB bila tinggal serumah dengan orang dewasa yang menderita TB aktif, atau terus terpapar asap rokok. TBC pada anak umumnya tidak mudah di deteksi dan gejala-gejala yang ditimbulkan tidak terlalu signifikan seperti TBC pada orang dewasa, sehingga banyak orang tua yang mengabaikan kondisi dan gejala-gejala tersebut. Namun ada beberapa gejala umum TBC pada anak yang perlu dicermati seperti berikut ini:

1. Batuk-batuk Tak Kunjung Reda

Batuk tanpa henti selama beberapa hari bahkan beberapa minggu berturut-turut merupakan ciri khas dari infeksi organ pernapasan atau infeksi TB. Lain dengan gejala batuk pada TB orang dewasa, pada kasus TB anak batuk biasanya berupa batuk kering tanpa dahak. Batuk terlalu sering akan menyebabkan mulut kering dan nyeri pada otot dada, karena otot-otot tersebut terlalu sering tertekan saat batuk.

2. Demam Tinggi Dalam Waktu Lama

Demam merupakan salah satu gejala yang paling sering timbul pada penderita TBC, baik anak maupun dewasa. Demam TB pada anak biasanya tidak konstan dan tidak ada peningkatan suhu tubuh secara signifikan. Seringkali demam juga demam hilang timbul. Lain dengan demam biasa, demam yang disebabkan oleh bakteri tuberkulosis tidak akan hilang hanya dengan meminum obat penurun panas atau demam seperti paracetamolDemam juga bisa diakibatkan adanya pembesaran kelenjar getah bening di leher, yang juga sering ditemukan pada anak penderita TB. Pembesaran kelenjar bisa mencapai 1-2 cm. Pembesaran kelenjar ini timbul karena anti-bodi mencoba memerangkap bakteri-bakteri TB.

3. Keringat Dingin Di malam Hari

Gejala TBC Pada Anak selanjutnya adalah mengalami keringat dingin di malam hari walaupun tidak menjalankan aktifitas. Anak yang terinfeksi bakteri tuberkulosa, selain mengalami gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya juga akan mengalami keringat dingin. Keringat dingin ini terutama sangat khas pada kasus TB. Keringat dingin sering muncul di malam hari ketika tubuh justru beristirahat, bahkan pada suhu dingin sekalipun. Pada jam-jam tertentu, seperti di siang hari, keringat dingin malah tidak muncul sama sekali. Keringat dingin ini disebabkan oleh penyebaran infeksi bakteri TB dan anti-bodi yang mencoba menekan infeksi tersebut.

Sponsors Link

4. Hilang Nafsu Makan

Anak mulai batuk-batuk tanpa henti dan tidak mau makan? Gejala TBC yang satu ini sebetulnya dirasakan oleh anak dan orang dewasa. Hilangnya nafsu makan disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu penurunan daya tahan tubuh karena infeksi dari bakteri TBC. Jika anak Anda mengalami gejala-gejala diatas ditambah dengan penurunan nafsu makan selama beberapa hari bahkan minggu, segera perikasakan ke dokter untuk cek kesehatan lebih lanjut untuk mencegah komplikasi penyakit lain.

5. Berat Badan Turun Drastis

Gejala lain yang perlu Anda waspadai adalah, ketika anak Anda mengalami penurunan berat badan drastis. Keempat ciri diatas ditambah dengan penurunan berat badan drastis sebetulnya bisa disimpulkan sebagai gejala TBC paling umum. Penderita TB seringkali kehilangan nafsu makan yang berdampak pada penurunan berat badan drastis, dan seringkali disertai dengan diare berkelanjutan. Penurunan berat badan ini terutama di picu oleh menurunnya nafsu makan anak.

7. Tubuh Lemah, Letih Dan Lesu

Anak yang menderita TB biasanya berubah dari ceria menjadi tidak aktif, sering merasa lemah, letih serta lesu. Pada beberapa kasus, kondisi seperti ini menyebabkan keinginan tidur lama, seperti beberapa jam, karena tubuh seperti kehilangan energi dan tidak ada semangat sama sekali. Gejala ini ditimbulkan oleh penurunan nafsu makan yang pada akhirnya menyebabkan kurangnya asupan gizi untuk menunjang daya tahan tubuh si anak.

ads

8. Gangguan Gizi Tubuh

Gangguan gizi ini terutama sering terjadi pada kasus TB usus, atau biasa disebut sebagai flu perut. Infeksi bakteri tuberkulosis pada dinding usus menyebabkan penyerapan nutrisi yang tidak maksimal, ditambah dengan kurangnya asupan makanan seringkali menyebabkan malnourished atau gizi buruk pada anak. Namun kasus TBC usus pada anak jarang terjadi. Anak-anak umumnya lebih rentan terhadap TB paru.

9. Wajah Terlihat Pucat

Gejala yang satu ini sebetulnya di picu oleh nafsu makan menurun dan gangguan gizi, yang berakibat pada anemia. Seperti ciri utamanya, yaitu lemah, letih, lesu, anemia juga menyebabkan wajah pucat karena penurunan kadar Hb dalam darah. Berkurangnya asupan gizi yang cukup sudah pasti akan membuat tubuh lemah, letih, lesu dan kulit terlihat tidak segar atau pucat.

10. Diare

Gejala TBC yang menyerang anak-anak juga sering disertai dengan diare, terutama apabila TBC sudah mulai memasuki fase kronis. Yang membedakan diare biasa dengan diare pada penderita TB kronis adalah frekuensinya. Pada anak penderita TB kronis, diare bisa berlangsung beberapa kali dalam sehari selama beberapa minggu bahkan bulan. Bila dibiarkan tanpa pengobatan, selain menyebabkan anak kehilangan cairan tubuh secara signifikan, juga mengganggu proses pencernaannya dan kesehatan anak secara keseluruhan.

Gejala TBC pada anak lainnya yaitu :

  1. Nyeri Pada Bagian Dada
  2. Tes Tuberkulin yang menghasilkan positif (+) dan lebih dari 10 mm
  3. Vaksin BCG atau Bacille CalmetteGuerin bereaksi kemerahan dengan cepat
  4. Gangguan pada Kinerja Otak
  5. Keluar Dahak Bercampur Darah
  6. Pemeriksaan dengan cara sinar rontgen menunjukkan adanya penyakit TBC

Gejala-gejala diatas tidak bisa langsung diprediksi sebagai gejala TBC yang menyerang pada anak-anak, karena gejala-gejala tersebut juga sering ditemukan pada penderita penyakit lain, seperti asthma atau sesak nafas misalnya. Karena diagnosis yang cukup sulit, seringkali terjadi kesalahan diagnosis atau over-diagnosis pada kasus TB anak. Kesalah diagnosis bisa mengakibatkan konsekuensi yang cukup cerius. Mengingat obat TBC diberikan dalam dosis tinggi dan diminum dalam jangka panjang, sudah pasti akan ada efek samping yang ditimbulkan. Maka dari itu, untuk memastikan apakah anak Anda terserang TBC sebaiknya lalukan cek darah dirumah sakit untuk mengetahui apakah memang benar ada infeksi TB atau tidak. Selain cek darah, tes lainnya yang bisa dilakukan yaitu uji tuberkulin dan rontgen paru untuk mengecek apabila memang ada kemungkinan infeksi TB.

Meskipun gejala TBC pada anak agak sulit dideteksi, namun apabila Anda mendapati beberapa gejala diatas, segera periksakan anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Jangan mengabaikan gejala-gejala diatas terlalu lama karena bisa menimbulkan penyebaran infeksi ke organ lainnya.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Tuberkulosis