Sponsors Link

17 Gejala TBC pada Bayi Orang Tua Wajib Tahu!

Sponsors Link

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menukar serius yang memiliki dampak besar pada paru-paru. Bakteri penyebab tuberkulosis Mycobacterium tuberculosis ditularkan dari penderita ke orang lain dalam bentuk air udara atau droplet saat penderita tersebut batuk atau bersin. Infeksi TBC mulai meningkat pada tahun 1985 di negara berkembang. Sebagian disebabkan karena maraknya penularan HIV saat itu. HIV melemahkan sistem imun seseorang, sehingga tidak dapat melawan serangan bakteri TBC.

ads

Bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang sempurna. Maka, bayi amat rentan terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jika bayi mengalami kontak dengan penderita TBC (umumnya orang dewasa), maka sebaiknya orangtua mengecek kondisi bayi dengan melakukan uji Mantoux di rumah sakit. Selain itu, orangtua juga perlu mewaspadai apabila bayi terpapar asap rokok dari orang dewasa (perokok pasif). Asap rokok dapat menjadi media penularan tuberkulosis pada bayi. Jangan sampai tahap TBC laten pada bayi berubah menjadi TBC aktif. Berikut gejala TBC pada bayi.

Gejala TBC yang Menyerang Bayi

Berikut adalah beberapa gejala penyakit TBC pada bayi yang perlu orang tua ketahui sebelum berakibat fatal pada bayi anda:

1. Berat badan bayi turun

Berat badan bayi yang turun selama tiga bulan berturut-turut tanpa sebab yang pasti dapat menunjukkan gejala TBC pada bayi. Meskipun bayi masih mau memakan apa yang diberi oleh orangtua, berat badannya turun secara perlahan-lahan.

2. Nafsu makan rendah

Saat bayi terserang TBC, ia memiiki nafsu makan yang rendah dan tidak bersemangat untuk memakan makanan yang diberikan oleh orangtua. Bahkan, nafsu makannya hampir tidak ada sama sekali. Dampak dari nafsu makan yang rendah ini, dalam jangka panjang bayi bisa mengalami malnutrisi apabila ia selalu menolak makanan yang diberikan oleh orangtua.

3. Demam dalam jangka waktu relatif  lama.

Demam menyerang bayi yang terkena tuberkulosis meskipun orangtua telah mengupayakan berbagai usaha untuk menurunkan panas demamnya. Saat dibawa ke dokter umum bayi seringkali didiagnosis mengalami demam biasa, karena untuk mengetahui adanya bakteri TB diperlukan tes khusus yang dilakukan oleh dokter spesialis. Demam pada bayi bisa bermacam-macam hasil diagnosisnya, apalagi bayi masih dalam tahap perkembangan sistem imun atau sistem pertahanan tubuhnya.

4. Demam cenderung tidak terlalu tinggi

Meskipun bayi mengalami demam dalam jangka waktu yang relatif lama, suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi, atau masih sedikit di atas ambang normal.

5. Adanya pembengkakan kelenjar limfa dekat permukaan kulit

Kelenjar limfa dekat permukaan kulit atau limfa superfisialis mengalami pembengkakan saat bayi terserang bakteri TBC. Kelenjar limfa superfisialis yang mengalami pembengkakan biasanya di sekitar ketiak, lipatan paha, dan leher. Namun, pembengkakan yang muncul ini tidak diiringi dengan rasa sakit.

6. Diare

Gejala TBC pada bayi yang lainnya adalah bayi mungkin mengalami gangguan saluran pencernaan, misalkan diare. Bayi mengalami buang-buang air disertai dengan rasa sakit, sebelum atau setelah ia makan. Orangtua harus mengantisipasinya dengan terus memberikan ASI. Jika bayi berusia di atas 6 bulan, ia bisa diberikan air kelapa, jus, susu, atau minuman lainnya agar ia tidak kehilangan banyak cairan tubuh.

Sponsors Link

7. Batuk tidak berdahak

Batuk menjadi gejala TBC yang paling umum terjadi. Batuk TBC pada bayi umumya tidak berdahak seperti halnya orang dewasa. Oleh karena itu, untuk menguji adanya bakteri TBC atau tidak bayi tidak dapat duji dengan tes dahak seperti halnya orang dewasa.

8. Batuk dalam kurun waktu yang lama

Bayi mengalami batuk-batuk dalam kurun waktu yang lama atau berulang. Seringkali, ini juga bisa jadi gejala asma. Batuknya bisa mereda, namun kemudian berulang dan bayi kembali batuk-batuk. Gejala batuk ini dapat terjadi hingga 12 kali dalam satu tahun. (Baca juga: Ciri ciri Pneumonia)

9. Batuk darah

Batuk darah atau hemoptisis adalah gejala yang sangat jelas saat seseorang sudah terinfeksi bakteri TBC dan sudah terkena penyakitnya. Darah yang keluar saat batuk biasanya tercampur dengan lendir. Namun, kasus batuk berdarah lebih sering terjadi pada orang dewasa yang terkena TBC. Gejala batuk berdarah pada bayi yang mengalami TBC masih jarang terjadi.

10. Tubuh menjadi sangat lemah

Bayi yang terkena TBC terlihat tidak bertenaga dan sangat lemah. Ia kehilangan nafsu makan, tidak berenergi, dan terlihat sangat mengkhawatirkan bagi orangtua. Gejala ini bisa berlangsung berhari-hari.

11. Memproduksi keringat di malam hari

Meskipun kamar tidak terlalu panas, bayi yang terkena tuberkulosis bisa terlihat mengeluarkan keringat di malam hari. Orangtua harus segera mengganti pakaian bayi agar ia tidak mengalami masuk angin atau perut kembung saat ia mengeluarkan keringat di malam hari.

12. Nyeri pada semua bagian tubuh

Gejala yang satu ini mungkin agak sulit diketahui oleh orangtua, karena bayi belum bisa mengatakan dengan baik hal-hal yang ia rasakan. Nyeri pada semua bagian tubuh yang dirasakan bayi bisa jadi diekspresikan dengan tangisan saat ia merasa sakit.

13. Bayi mengalami malnutrisi 

Karena bayi kurang memiliki nafsu makan dan sering menolak makanan yang diberikan oleh orangtua, dampaknya adalah bayi mengalami malnutrisi atau gangguan gizi. Padahal, bayi memerlukan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, malnutrisi akan semakin memperburuk proses pembentukan sistem imun pada tubuh bayi.

14. Tidak bersemangat

Bayi yang terinfeksi bakteri TBC dan terkena penyakitnya akan terlihat tidak bersemangat merespon segala rangsang yang diberikan oleh orangtua. Bayi yang semula terlihat amat aktif dan riang terlihat lesu, tidak bertenaga, dan tidak bersemangat.

ads

15. Muncul benjolan di sekitar perut

Jika orangtua meraba perut atau bagian abdomen bayi, terasa ada benjolan yang tidak terlalu keras dan kemungkinan mengandung cairang. Hal ini menjadi gejala tuberkulosis pada bayi di bagian ususnya. Segera periksakan ke dokter spesialis apabila orangtua menemukan kondisi bayi yang demikian.

16. Panas dingin

Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu gejala TBC yang lainnya adalah penderita mengalami panas dingin di badannya. Tubuh bayi bisa jadi terasa demam dan panas tubuhnya di atas normal, namun tangan dan kaki bayi terasa dingin apabila diraba. Bayi terlihat gemetar dan menggigil. Segera bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan dan diagnosis lebih lanjut.

16. Wajah terlihat pucat

Nafsu makan bayi yang berkurang dapat menyebabkan kadar hemoglobin dalam darah berkurang, sehingga wajahnya terlihat pucat. Selain pucat, bayi juga terlihat lemah, letih, lesu, dan tak bertenaga.

17. Hasil tes Mantoux positif

Gejala TBC pada bayi yang paling jelas adalah saat bayi sudah uji atau tes Mantoux untuk mendeteksi keberadaan bakteri TBC, dan hasilnya positif. Sebelum menjalani tes Mantoux bayi biasanya akan diberikan obat satu bulan sebelumnya, misalkan pyravit.

Hasil tes Mantoux yang positif akan memperlihatkan adanya pembengkakan pada bagian yang diuji dengan mantoux seluas >10 mm untuk status gizi anak yang normal. Jika status gizi anak kurang (kurang gizi), patokan yang digunakan biasanya adalah, pembengkakan pada bagian yang diuji dengan Mantoux adalah >5mm

Jenis-jenis Penyakit TBC

Gejala TBC pada bayi dan anak-anak umumnya berbeda dengan gejala orang dewasa. Misalkan, gejala TBC pada bayi menyebabkan batuk, tapi umumnya tidak berdahak seperti halnya orang dewasa yang terserang TBC. Sebelum menyimak ciri-ciri gejala TBC pada bayi, kita harus memahami ada dua tipe TBC, yaitu TBC laten dan TBC aktif.

TBC laten adalah suatu keadaan di mana bakteri TBC ada di dalam tubuh penderita tapi dalam keadaan tidak aktif, tidak menular, dan penderita hampir tidak menunjukkan gejala apapun. TBC laten dapat berubah menjadi TBC aktif. Sedangkan, TBC aktif adalah jenis TBC di mana bakterinya dalam keadaan aktif, menyerang, dan menunjukkan gejala-gejala TBC.

Tuberkulosis juga dapat mempengaruhi bagian-bagian tubuh yang lain, termasuk ginjal, tulang belajang, maupun otak. Ketika tuberkulosis muncil di luar bagian paru-paru, tanda-tanda dan gejalanya amat bervariasi berdasarkan organ-organ yang terkena TBC. Contohnya, tuberkulosis pada tulang belakang dapat menyebabkan sakit punggung. Sedangkan, tuberkulosis pada ginjal dapat menyebabkan adanya darah dalam urine.

Karena pasien bayi TBC umumnya tidak mengalami batuk berdahak, maka diagnosis TBC pada bayi tidak dapat dilakukan dengan sputum test (uji dahak). Selain itu, foto rontgen juga seringkali tidak menunjukkan hasil yang sebenarnya. Maka, uji Mantoux atau uji Tuberkulin merupakan tes yang lebih tepat dilakukan untuk menentukan apakah bayi mengalami TBC atau tidak. (Baca juga: Gejala TBC pada Anak)

Sistem imun bayi masih dalam tahap perkembangan. Bayi dan anak-anak masih mengalami batuk, pilek, dan demam sebagai reaksi tubuhnya terhadap infeksi dari berbagai jenis virus dan bakteri untuk membangun sistem imun diri sendiri. Jadi, tidak semudah itu menentukan apakah bakteri TBC tinggal di dalam tubuh bayi dan menginfeksinya atau tidak.

Sponsors Link

TBC adalah penyakit yang amat serius dan perlu perhatian yang khusus dalam menanganinya. Rangkaian observasi untuk menentukan seorang bayi mengalami TBC atau tidak adalah rangkaian yang amat panjang dan cukup melelahkan, bisa jadi terjadi kurang lebih enam bulan. Seorang dokter tidak bisa langsung memutuskan dan memvonis apakah seorang anak mengalami TBC atau tidak.  Orangtua perlu mempersiapkan mental terlebih dahulu agar bisa mendampingi bayi yang memiliki gejala TBC.

Observasi untuk menentukan penyakit TBC pun harus dilakukan secara menyeluruh, tidak dilakukan hanya pada tubuh bayi saja. Observasi tersebut meliputi observasi kesehatan seluruh penghuni rumah dan juga lingkungan tempat tinggal. Apabila di sekitar bayi banyak perokok, maka kecenderungan bayi terkena TBC akan semakin besar. Jika bayi hanya minum obat namun lingkungan keluarga dan tempat tinggal sebagai pencetus utamanya tidak ditangani, maka penyakit bayi akan berulang kembali, terutama saat kondisinya sedang tidak optimal.

Tanpa penanganan, tuberkulosis dapat menjadi sesuatu yang fatal. Penyakit aktif yang tidak diobati akan berefek tidak hanya pada paru-paru, tapi menyebar ke bagian organ tubuh lainnya melalui pembuluh darah sehingga menyebabkan komplikasi. Komplikasi penyakit tuberkulosis diantaranya:

  • Sakit pada tulang belakang
  • Penyakit otot. Rada sendi tuberkulosis biasanya berpengaruh di bagian pinggul dan lutut
  • Meningitis atau pembengkakan dan radang pada selaput otak. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala dalam waktu yang lama dan perubahan mental
  • Masalah pada hati dan ginjal
  • Kelainan jantung

, ,
Oleh :
Kategori : Tuberkulosis