Sponsors Link

5 Hal Yang Menyebabkan TBC Menular pada Anak Patut Diwaspadai

Sponsors Link

TBC atau sering disebut Tuberkulosis adalah penyakit menular yag biasanya menyerang paru-paru melaluli udara, namun bisa juga menyerang seluruh anggota tubuh pada manusia. Penyakit menular ini disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculossis. Beberapa orang di Indonesia juga menyebutkan penyakit ini dengan nama peyakit flek paru. Penyakit menular ini merupakan penyakit yang mematikan nomor dua selain HIV/AIDS. Sudah banyak korban di Indonesia yang mengalami kematian karena TBC atau TB. TBC dapat menyerang siapa saja, seperti bayi, anak, orang dewasa, remaja, bahkan lansia. Orang dewasa yang biasany menderita batuk yang terus menerus dikhawatirkan mengidap penyakit ini. Lalu apa yang terjadi pada anak? Benarkah batuk terus menerus pada anak menandakan dia terserang penyakit TBC?

ads

Penyakit TBC yang di sebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculossis biasanya menyerang paru-paru namun dapat juga menyersng anggota tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang, kelenjar getah bening, usus dan otak. Sistem pernafasan manusia sebenarny dapat menyaring zat-zat berbahaya dari udara sekitar, namun adakalanya saat dimana salah satu zat berbahaya tersebut lolos dan dapat masuk kedalam pernafasan manusia, seperti Mycobacterium Tuberculossis. Bakteri ini memiliki keunikan yaitu dapat membelah diri dari kurun waku sektar 16 sampai 20 jam. Bakteri ini juga memiliki lapisan lilin pada permukaan nya sehingga saat dilaksanakan uji deteksi gram biasanya dapat mendeteksi jenis TBC, menadi tidak terdeteksi. Bakteri ini juga sudah tahan dengan anti biotik lemah dan dapat hidup atau bertahan di keadaan kering selama berminggu-minggu.

Penyakit TBC biasanya dapat ditularkan melauli udara sekitar yang telah tercemar oleh bakteri Mycobacterium Tuberculossis yang di tularkan melalui penderita yang sedang batuk. Sedangkan pada anak sumber infeksi biasanya terjadi berasal dari penderita TBC pada orang dewasa. Terlebih lagi anak-anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan akan terserang penyakit TBC. Penyakit TBC pada anak berbeda pada penyakit TBC pada orang dewasa, karena TBC pada anak umumnya menginfeksi primer di bagian parenkim paru yang tidak menyebabkan refleks batuk, sehingga jarang ditemukan gejala khas TBC seperti batuk berdahak orang dewasa pada umumnya. Gejala penyakit TBC pada anak ankan sulit untuk dideteksi karena tidak memiliki gejala umum seperti batuk berdahak seperti yang diderita orang dewasa. Anak yang terkena penyakit TBC biasanya menunjukkan gejala tidak nafsu makan, deman tinngi atau berulang, mal nutrisi, dan batuk tidak berdahak (bisa saja ini gejala dari asma). (Baca juga : Gejala TBC pada Anak)

Penularan TBC Pada Anak

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kuman Mycobacterium Tuberculossis menular pada anak, berikut adalah Hal Yang Menyebabkan TBC Menular pada Anak :

  1. Bersin atau Batuk di dekat sang buah hati

Untuk orangtua yang sudah positif  didiagnosa penyakit TBC jika ingin batuk atau bersin hendaknya menutup menggunakan makser, lebih baik lagi jika menghindar dari sang buah hati untuk mencegah penularan terjadi. Sebab, dengan tercemarnya udara sekitar anak oleh penderita, maka hal tersebut dapat membuat sang anak tertular penyakit TBC dengan cepat dan mudah pula. Karena kuman Mycobacterium Tuberculossis dapat menyebar denga cepat pada anak melalui udara atau air ludah orang tua sekalipun. Dari dahak yangtelah mengering pun dapt mengancam kesehatan sang anak untuk terkena penyakit menular ini. Karena kuman dari penyakit TBC ini dapat berkembang dalam keadaan kering sekalipun maka tidak menutup kemungkinan untuk tissue, saputangan, atau pun masker yang telah digunakan orang tua untuk menutupi batuk bisa menyebabkan tertularnya penyakit ini pada bayi/anak.

     2. Menggunakan peralatan pribadi bersama

Walaupun satu rumah atu tinggal seatap dengan sang buah hati belum tentu menggunakan hal yang bersama pula, tidak jarang orangtua yang juga menggunakan alat makan bersama dengan sang buah hati. Misalnya ibu yang sedang menyuapi sang anak saat sang anak memint makanan di saat sang ibu sedang menikmati makanannya. Kontak langsung dari sang ibu kepada anak melalui sendok makan ataupun gelas bisa memicu penularan penyakit TBC kepada sang anak.

3. Hal-hal yang berbau lembab

Berbau lembab dalam hal ini bukan berarti berbau yang lembab, tetapi dimana keadaan ruangan atau benda lembab yang berada didekat si anak. Saat si penderita berada pada satu ruangan dengan buah hati, dimana ruangan tersebut tidak mencukupi keadaan yang hangat atau bisa dikatakan lembab maka tidak menutup kemungkinan sang buah hati anda akan tertular oleh penyakit TBC tersebut . berada satu ruangan dengan si bayi saja sudah memungkinkan untuk menularkannya pada sang bayi apa lagi berada dalam satu ruangan yang lembab dengan sang bayi, maka akan sangat memudahkan penyakit TBC untuk menular pada sang anak. Untuk ruangan yang dapat memperoleh sinar atau panas matahari langsung akan lebih baik untuk si anak.

4. Pemakaian alat kesehatan bersama

Untuk alat kesehatan bersama yang lebih spesifik bisa dikatakan alat suntik. Saat balita menggunakan alat suntik dari bekas pengobatan penderita penyakit TBC maka sang anak akan otomatis terkena penyakit TBC, dikarenakan kuman penderita TBC yang menempel pada alat suntik tersebut akan menyebar kepada sang anak. Tetapi dengan semakin canggihnya sistm kesehatan di dunia saat ini, sudah mulai menggunakan alat kesehatan seperti alat suntik di posandu menggunakan sistem sekali pakai pada pasien, jadi seorang bayi mendapatkan hak untuk mendapatkan satu suntikan imunisasi yang berbeda alat dari yang lain (tidak menggunakan alat suntik ulang yang telah di gunakan pasien atau bayi lain).

  5. Lemahnya sistem imun sang anak

Seorang anak yang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang lemah akan sangat mudah untuk terserang penyakit TBC dari orang dewasa. Saat masih bayi, seorsng anakyang tidak mendapatkan imunisasi layak dari posyandu akan memudahkannya untuk tertular penyakit menular yang berbahaya ini. Dengan lemahnya sistem imun, sang anak tidak akan kuat atau kebal untuk menahan kuman penyakit TBC ini ketika dia sedang terserang penyakit TBC. Meskipun dengan sesama anak atau sesama bayi TBC tidak akan menular, namun bisa dengan dari orang tua mereka yang terkena TBC akan tetular juga.

Pemberian obat isoniazid akan lebih baik untuk menyerang kembali penyakit TBC pada penderita. Tetapi hanya dengan dosis yang baik dan benar pula. Pada saat anak yang terserang penyakit TBC diberikan obat anti TBC yang tidak sesui dosis, keadaan anak yang sedang demam tinggi, tidak nafsu makan dan dalam kondisi lemah, maka akan berakibat buruk bagi sang anak nantinya . jika orang tua terlalu terburu-buru untuk menyembuhkan sang anak maka akan menyebabkan komplikasi lainnya pada sang anak. Pengobatan pada anak yang terkena penyakit TBC akan sedikit lama dari penyakit demam demam biasanya, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan orang tua dalam hal ini.

Penyakit menular ini sangat berbahaya bagi sang anak, kita sebagai orangtua hendaknya lebih waspada lagi dan lebih sering mengontrol kesehatan buah hati. Dengan demikian, dimanapun kita berada kita bisa saja tertular penyakit ini dan termasuk menjadi salah satu penderita penyakit TBC ini. Pada dasarnya kita bisa terserang penyakit ini apabila ada di lingkungan sekitar kita seorang penderita yang tidak mendapatkan pengobatan dengan benar, kita akan tertular. Tetapi penularan penyakit TBC tidak terjadi begitu saja, seperti misalnya pada bayi atau anak-anak. Penyakit ini tidak akan menular pada sesama anak atu bayi.

Sebenarnya pengobatan penyakit TBC pada anak difokuskan untuk penyembuhan, baik untuk yang terinfeksi, pencegahan, ataupun penderita. Mereka akan diperlakukan berbeda juga. Jika kita telah mengetahui bagaimana sebenarnya menularnya penyakit TBC ini menular, maka kita harus lebih hati-hati lagi pada lingkungan sekitar kita, karena penyakit ini adalah penyakit yang bisa juga menyebabkan kematian. Dengan lebih memperhatikan kondisi dan kesehatan kita maupun lingkungan kebersihan sekitar mudah-mudahan kita lebih di jauhkan dari tetularnya penyakit menukar ini. Semoga pengetahuan yang sedikit ini bisa membantu kita semua untuk lebih waspada lagi tentang bagaimana menularnya penyakit TBC pada anak anak supaya buah hati kita tidak terserang atau dapat penanganan yang tepat dan terbaik. Amiinn.

, , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan Paru