Sponsors Link

10 Penyebab Asma Pada Anak Yang Sering Diabaikan

Sponsors Link

Asma merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap kambuh dan rentan terjadi pada anak-anak. Penyakit ini merupakan penyakit tidak menular yang menyerang sistem pernapasan seseorang, tentunya berbeda denegan penyakit TBC meski hal yang menyebabkan TBC menular pada anak mirip dengan asma Penyakit asma ini sangat mudah ditemui pada anak-anak sehingga kita sebaiknya mewaspadai penyebab asma pada anak.

ads

Kenapa ya bisa terjadi asma? Ternyata penyebab asma pada anak akan menyebabkan sistem pernapasan jadi terganggu. Biasanya muncul penyempitan saluran pernapasan serta kelenjar di sekitarnya yang menyebabkan susah napas dan menimbulkan suara mengi.

Di Indonesia penyakit asma menjadi salah satu penyakit penyebarannya cukup meningkat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan angka kejadian pada anak sekitar 9,2%. Sementara di dunia, terdapat 3000 juta penderita asma.

Sementara itu, asma juga merupakan faktor keturunan. Artinya anak yang mengalami asma diturunkan dari Ayah atau Ibunya. Maka tak heran jika anak akan asma jika orangtua juga mengalami hal yang serupa. Selain itu, anak yang lahir prematur serta berat badannya lahir rendah juga berisiko mengalami asma.

Ibu hamil yang sering berada di tengah lingkungan merokok juga harus berhati-hati. Paparan asap rokok bisa meningkatkan risiko anak mengalami asma. Apalagi pada anak atau bayi yang sehari-hari terpapar asap rokok. Pastinya akan lebih berisiko mengalami asma.

Infeksi saluran parah misalnya pneumonia pada bayi juga berisiko menimbulkan masalah asma yang berkepanjangan. Maka, batuk pada bayi sebenarnya jangan diremehkan karena bisa saja sebagai tanda atau ciri-ciri pneumonia.

Anak yang mengalami asma juga biasanya memunculkan beberapa tanda. Anak yang mengalami batuk tidak kunjung sembuh juga menjadi salah satu tanda anak yang mengalami asma. Selain itu, kita bisa lihat dari bagaimana anak bernapas.

Anak yang mengalami asma biasanya akan memiliki napas yang pendek-pendek. Hal ini terjadi karena sistem pernapasan yang terganggu. Biasanya anak yang mengalami asma juga terlihat mudah lelah.

Jika saat berolahraga anak mudah lelah dan napas mudah ngos-ngosan, orangtua sebaiknya perlu khawatir. Apalagi saat lelah biasanya disertai batuk-batuk. Artinya ada gangguan pada pernapasannya ketika ia mulai kelelahan saat berolahraga.

Anak yang masih bayi sebenarnya lebih mudah untuk dideteksi. Biasanya anak yang mengalami asma lebih sering menolak ASI karena ia menjadi susah bernapas ketika sedang menyusui. Selain itu, kita bisa merasakan bahwa anak juga akan jadi susah bernapas ketika sedang menyusui.

Kita perlu segera membawa ke dokter jika mengalami gangguan napas yang cukup parah. Beberapa gangguan tersebut ditandai kulit bayi membiru, lemas dan tampak anak kurang aktif. Jika mengalami tanda tersebut ada baiknya segera membawa ke dokter.

Asma yang merupakan penyakit kambuhan membuat beberapa faktor yang memicu terjadinya asma. Agar penyakit asma tidak kerap kali terjadi pada anak, ada baiknya kita memahami 10 penyebab asma pada anak berikut ini.

Sponsors Link

1. Makanan tinggi MSG

Tidak hanya mengancam kesehatan anak seperti berisiko membuat anak menjadi obesitas, MSG juga ternyata sangat berbahaya bagi anak yang berisiko mengalami asma karena menjadi penyebab asma pada anak. Di zaman yang serba mudah, anak sangat mudah terpapar dengan makanan tinggi MSG. Maka sebagai orangtua ada baiknya menjaga asupan makanan terutama anak yang memiliki risiko asma.

Makanan tinggi MSG juga akan merusak tenggorokan karena kandungan bahan kimia yang tidak baik bagi tubuh. Jika anak terlalu banyak makan MSG, ada baiknya memperbanyak asupan minum air putih agar sisa-sisa bahan kimia tebruang dengan bantuan air minum.

2. Lingkungan yang buruk

Asma merupakan masalah pernapasan pada anak yang sangat dipengaruhi oleh udara. Lingkungan yang buruk tentunya akan berpengaruh kepada udara. Jangan heran jika anak mengalami asma jika ia tinggal di lingkungan yang buruk misalnya banyak asap rokok dan debu.

Polusi udara akan menghambat proses pernapasan dan mengganggu sistem pernapasan. Hal ini tentu saja sangat berisiko membuat asma anak menjadi kambuh. Segera lakukan perlindungan seperti masker.

3. Pikiran tertekan

Tidak hanya orangtua saja, anak juga bisa alami stres. Saat stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang mengganggu sistem metabolisme tubuh. Salah satu yang tergganggu adalah sistem pernapasan.

Saluran pernapasan dan kelenjar di sekitarnya akan mengalami gangguan sehingga dapat mengganggu jalur pernapasan. Maka, saat stres tentunya asma anak akan kambuh. Jadi, pastikan anak tetap santai dan tidak mengalami stres atau tekanan. Faktor orangtua juga sangat mungkin jadi penyebab anak asma.

4. Batuk dan pilek

Asma pada anak bisa saja semakin parah jika ia mengalami batuk dan pilek. Saat anak mengalami batuk dan pilek, produksi lendir akan bertambah di saluran pernapasan. Hal ini akan membuat anak semakin susah bernapas alias akan semakin memperparah keadaan sistem pernapasannya.

Maka usahakan agar anak tidak mudah sakit terutama penyakit langganan ini. Batuk dan pilek sangat rentan terjadi pada anak terutama di musim hujan. Maka sebaiknya anak mendapatkan istirahat dan makanan yang tepat agar ia tak mudah sakit. Batuk pilek disertai asma bisa saja  ciri-ciri penyakit flek paru-paru.

ads

5. Udara dan suhu dingin

Kita yang tinggal di pegunungan sebaiknya mewaspadai kondisi dingin apalagi pada orang yang memiliki riwayat asma. Udara dingin akan mengganggu proses atau sistem pernapasan sehingga berpotensi membuat asma yang diderita menjadi kambuh.

Belum lagi sebagian orang yang mengalami alergi pada dingin. Alergi biasanya berujung pada hidung meler. Hal ini akan memperparah kondisi sehingga asma menjadi kambuh. Berhati-hatilah jika anak berada di lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.

6. Olahraga terlalu berat

Jangan paksa anak yang menderita asma untuk berolahraga terlalu berat. Saat berolahraga napas menjadi berat mengingat seluruh anggota tubuh bekerja lebih keras.Jika anak tak biasa berolahraga ia bisa saja mengalami kelelahan dan berujung pada asma.

Sebelum mengajak anak berolahraga pastikan ia kuat secara fisik atau minimal terbiasa berolahraga. Termasuk juga olahraga renang yang dianggap bisa menyembuhkan asma. Olahraga apapun yang berlebihan pastinya berdampak buruk.

7. Hewan peliharaan

Jangan salah penyebab asma juga bisa datang lewat hewan peliharaan. Bulu yang biasanya dimiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kunci bisa menimbulkan alergi pada anak. Bulu hewan peliharaan tersebut bisa saja mengganggu sistem pernapasan anak.

Maka, jangan heran jika anak jadi sering bersin-bersin jika berada di dekat hewan peliharaan. Jika ia mengalami hal tersebut bisa jadi memang ia mengalami alergi pada hewan peliharaan. Bila dibiarkan maka anak bisa jadi menjadi asma.

8. Bau yang terlalu menyengat

Apapun yang masuk melalui sistem pernapasan bisa saja menyebabkan asma. Bau-bauan yang terlalu menyengat akan memicu terjadinya asma. Bau-bau bahan kimia seperti bekas cat juga bisa saja memicu asma pada anak.

Orangtua perlu memastikan lingkungan di sekitar rumah aman dari bau-bauan yang terlalu menyengat terutama bahan-bahan kimia. Saat sedang menggunakan obat nyamuk misalnya, jauhkan paparan obat-obatan tersebut dari anak yang memiliki riwayat asma.

9. Makanan tinggi pengawet

Selain makanan MSG, kita perlu menghindari makanan dengan tinggi pengawet agar tidak membahayakan anak yang menderita asma. Makanan pemicu alergen asma tak hanya makanan yang tinggi pengawet saja, melainkan makanan yang tinggi gula.

Kita harus pintar memilih makanan yang tepat untuk anak agar ia tak mengonsumsi makanan yang berbahaya bagi kesehatan dan juga memicu asmanya. Makanan tersebut antara lain snack ringan, minuman bersoda hingga makanan manis yang sangat disukai anak-anak.

10. Rumput, pohon atau ilalang

Penyebab asma pada anak juga bisa datang dari luar ruangan. Anak harus dijaga selalu jika bermain di luar ruangan karena bisa saja pohon atau ilalang di sekitarnya memicu kambuhnya asma.

Jangan sampai pohon dan hal-hal yang berada di luar menyebabkan masalah pada sistem pernapasan anak. Usahakan menjaga anak agar tidak banyak bermain di pepohonan tinggi maupun ilalang. Bagian dari pohon dan ilalang bisa masuk ke dalam sistem pernapasan sehingga menyebabkan asma menjadi kambuh.

Itu dia berbagai penyebab asma pada anak yang kadang tidak kita sadari. Sebagai orangtua kadang kita bingung mengapa anak tiba-tiba asma. Bisa saja dari 10 penyebab asma di atas dan mungkin tidak kita sadari.

Meski tak bisa sembuh secara total, asma juga perlu ditangani dengan tepat. Penanganan  asma pada anak yang tepat juga bertujuan agar tidak menjadi masalah yang lebih serius lagi. Seperti apa penanganan yang tepat?

Sponsors Link

  • Orangtua perlu mengetahui penyebab dari asma. Pastinya anak mungkin saja mengalami satu dari 10 penyebab asma di atas. Cari tahu mana penyebab asma yang paling mungkin terjadi. Pastinya orangtua harus menjauhkan anak dari penyebab tersebut. Tak jarang orangtua tak mengetahui penyebabnya karena tak menyangka bahwa apa yang ada di sekitarnya menjadi penyebab asma.
  • Mencatat kejadian asma pada anak. Asma pada anak bisa saja menjadi lebih serius jika sangat sering terjadi atau frekuensi kambuhnya meningkat. Maka, orangtua perlu mencatat kapan saja anak mengalami asma dan pastinya dampak buruk yang terjadi. Catatan ini penting sebagai bahan diagnosis dari dokter.
  • Mengetahui obat yang dibutuhkan. Pastikan anak selalu dekat dengan obat-obatan asma yang ia butuhkan. Jangan sampai tidak mengonsumsi obat-obatan yang tepat untuk mengatasi asma karena akan bedampak buruk bagi anak. Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa digunakan mulai dari obat-obatan jangka panjang hingga jangka pendek. Keduanya bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan anak.
  • Menggunakan bahan-bahan alami untuk melegakan jalur napasnya. Bahan alami bisa digunakan untuk mengatasi asma pada anak. Kita bisa menggunakan jahe misalnya. Jahe yang terkenal melegakan tenggorokan ini juga baik dicoba untuk mengatasi atau melegakan napas pada anak. Membuat uap dengan air panas yang dicampur minyak kayu putih dan bawang putih juga jadi cara sederhana melegakan pernapasan anak.

Nah itu dia berbagai hal mengenai asma. Sebagai orangtua, kita harus mengenali jenis penyakit asma yang bisa kambuh kapan saja. Jangan sampai orangtua tak memahami penyebab asma dan tidak mencegahnya terjadi pada anak begitu pula dengan penyakit lain seperti cara mengobati TBC pada anak. Salah penanganan asma pada anak juga bisa berdampak buruk bagi kesehatannya.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Asma