Sponsors Link

20 Penyebab Paru-paru Basah Pada Bayi Wajib Diperhatikan

Sponsors Link

Apakah Anda memiliki seorang bayi yang terkena pneumonia atau paru-paru basah? Apa yang terjadi dengan kondisi paru-paru basah yang terjadi pada bayi? Apa yang menyebabkan paru-paru basah pada bayi?

ads

Paru-paru yang sehat memiliki fungsi untuk menghirup oksigen yang masuk dan bergerak melalui tabung pernapasan, yang kemudian masuk ke dalam darah melalui alveoli. Proses tersebut akan mengalami gangguan apabila seseorang terjangkit penyakit paru-paru basah atau pneumonia. Hal ini dapat menyebabkan alveoli terhalang oleh cairan dan lendir yang diperoleh dari infeksi virus.

Definis pneumonia yang dikenal sebagai paru-paru basah disebabkan oleh infeksi paru-paru. Penyakit ini dapat berujung kematian pada bayi dan anak-anak apabila tidak segera diatasi, khususnya yang berusia di bawah 5 tahun. Penyakit paru-paru berlendir dan penyebab paru-paru berisi cairan biasanya dikarenakan terinfeksinya paru-paru oleh sejumlah mikroorganisme, seperti bakteri, virus, dan jamur.

Bahkan virus flu sendiri dapat memicu pneumonia pada bayi dan anak. Bagi Anda yang memiliki bayi dengan terindikasi gejala pneumonia pada bayi ada baiknya segera diatasi agar tidak semakin parah. Adapun faktor penyebab paru-paru basah pada bayi, diantaranya:

  1. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Seorang bayi yang terlahir dengan kondisi lemah memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah pula, sehingga tubuh bayi tidak mampu melawan bakteri ataupun virus yang akan masuk ke dalam tubuhnya. Melemahnya sistem kekebalan tubuh bayi bisa disebabkan karena kurangnya gizi atau adanya gangguan saat kehamilan sehingga membuat keadaan bayi saat lahir menjadi lemah.

Hal ini akan berpengaruh pada masuknya virus, bakteri, dan jamur penyebab paru-paru basah ke dalam tubuh bayi dengan mudah. Selain itu, semakin berkembangnya usia bayi, apabila tidak dijaga dengan baik, maka akan berpotensi menurunkan sistem kekebalan tubuh si bayi.

  1. Bayi yang tidak mendapatkan ASI

Seorang bayi yang tidak mendapatkan ASI, terutama sejak lahir maka akan menyebabkan mudahnya virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh bayi karena kurangnya daya tahan tubuh bayi. ASI mampu memberikan sistem imun dalam tubuh bayi hingga terjaganya tubuh bayi dari gangguan berbagai jenis penyakit. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi di masa pertumbuhannya sehingga mampu melindungi organ tubuhnya dari serangan virus dan bakteri penyebab paru-paru basah.

  1. Kekurangan gizi

Seseorang yang mendapatkan nutrisi gizi baik, maka tubuhnya memiliki sistem imunitas yang kuat dan tidak mudah terkena penyakit. Begitupun pada bayi yang pemenuhan gizinya harus lebih banyak karena masih dalam masa pertumbuhan. Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI, pemenuhan gizinya dapat melalui asupan makanan ibunya yang perlu diperhatikan dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi, seperti sayur, buah, daging, dan sebagainya.

Sedangkan bagi bayi yang sudah mampu mengkonsumsi makanan dan minuman luar (selain ASI), Anda dapat memberikannya campuran makanan sehat yang dapat diolah menjadi bubur atau minuman sehat, seperti jus dan sebagainya. 

Sponsors Link

  1. Bayi yang terlahir dari penderita HIV/AIDS

Seorang wanita penderita HIV/AIDS yang melahirkan seorang anak, akan menurunkan virus HIV/AIDSnya kepada keturunannya. Bayi yang tertular virus tersebut akan memiliki masalah pada penurunan kekebalan tubuhnya dan terinfeksi oleh virus atau parasit jenis pneumocystis penyebab pneumonia atau paru-paru basah. Virus HIV/AIDS mampu meracuni janin pada bayi melalui plasenta ibunya sejak bayi tersebut berada di dalam kandungan.

  1. Orang tua perokok

Merokok dan asap rokok memang memiliki banyak kerugian yang akan berdampak pada kesehatan tubuh manusia. Pada bayi yang tubuhnya terkontaminasi oleh asap rokok dari orang tuanya akan menyebabkan racun dalam rokok tersebut ikut terhirup bersamaan dengan udara yang dihirup oleh bayi tersebut. Selain itu bagi wanita hamil yang memiliki kebiasaan merokok juga pastinya akan meracuni janin yang ada di dalam perut melalui zat kimia rokok yang terhirup dari tubuh sang ibu kemudian masuk melalui pembuluh darah yang mengalir menuju janin.

Hal ini akan berdampak pada kondisi kesehatan bayi yang menurun mulai dari sejak dalam kandungan hingga bayi tersebut lahir dengan kondisi paru yang melemah sehingga rentan terjangkitnya virus penyebab paru-paru basah.

  1. ASI yang terkontaminasi zat berbahaya

ASI yang terkontaminasi oleh zat berbahaya diperoleh dari kebiasaan buruk ibunya dalam menjaga kesehatan tubuh, seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol. Selain itu, penyebab ASI yang terkontaminasi adalah diperoleh dari makanan yang mengandung zat berbahaya. Hal ini akan berdampak pada keracunan pada bayi dan menyebabkan terinfeksinya paru-paru bayi. Keadaan ini mampu membuat bayi mudah terkena penyakit paru-paru basah.

  1. Lingkungan yang tidak bersih dan padat penduduknya

Lingkungan yang tidak bersih dan padat penduduknya dapat mempengaruhi berkembangnya virus, jamur, dan bakteri penyebab paru-paru basah. Lingkungan yang tidak bersih bisa berasal dari lingkungan rumah atau lingkungan luar yang di dalamnya terdapat banyaknya debu, polusi udara dan air yang berasal dari limbah pembuangan sampah dan sebagainya.

Terlebih jika lingkungan tersebut dipadati dengan penduduk atau penghuni rumah dalam lingkungan yang sempit. Hal ini membuat ruang lingkup menjadi sesak dan pengap. Bayi tidak dapat bernapas bebas dan ruang aktifitasnya terbatas, sehingga kemungkinan lebih besar untuk terserang virus penyebab paru-paru basah yang berasal dari lingkungan tersebut. 

ads

  1. Lingkungan yang lembab

Lingkungan yang lembab merupakan tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan virus penyebab paru-paru basah untuk tetap tumbuh. Mikroorganisme tersebut sangat menyukai lingkungan lembab karena dapat dengan mudah bergerak aktif dan menyebar ke berbagai objek tertentu untuk mempertahankan dirinya. Lingkungan lembab diantaranya disebabkan oleh kurangnya ventilasi udara, sehingga kurangnya pencahayaan yang masuk ke dalam rumah dan mengakibatkan dinding dan lantai menjadi lembab.

Selain itu, kebiasaan menjemur pakaian di dalam rumah atau di dalam ruangan juga mengakibatkan lingkungan sekitarnya menjadi lembab. Hal ini yang membuat virus, jamur, dan bakteri paru-paru basah dapat dengan mudah menyerang bayi ataupun orang dewasa.

  1. Pakaian yang basah

Pakaian basah juga sama halnya dengan lingkungan yang lembab, bahwa virus, bakteri dan jamur dapat dengan mudah berkembangbiak dan tumbuh di tempat-tempat yang lembab. Pakaian basah pada bayi biasanya disebabkan karena kehujanan, minuman yang tumpah, atau kebiasaan anak-anak yang suka bermain air. Apabila pakaian bayi dan anak dalam keadaan basah tidak langsung di ganti, maka mikroorganisme penyebab paru-paru basah akan mudah menempel dan bersarang di dalam pakaiannya hingga masuk ke dalam tubuhnya.

  1. Tidak diberikannya vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine)

Pemberian vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine) di usia bayi sangat penting dilakukan oleh para orang tua terhadap bayinya saat imunisasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan daya tahan tubuh bayi di masa depan agar terhindar dari serangan mikroorganisme penyebab paru-paru basah. Persentase kemungkinan terserangnya paru-paru basah pada usia bayi dan anak lebih besar jika tidak diberi vaksin dibandingkan dengan yang diberi vaksin.

  1. Tidak diberikannya vaksin flu

Tidak hanya vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine) yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya paru-paru basah pada bayi. Vaksin influenza juga perlu diberikan kepada bayi dan anak untuk mencegah terjangkitnya flu yang dapat mengakibatkan paru-paru basah. Hal ini dikarenakan penularan mikroorganisme penyebab paru-paru basah bisa terjadi sejak seorang anak terkena flu yang berkepanjangan. Flu juga merupakan salahsatu ciri-ciri pneumonia yang perlu Anda waspadai.

  1. Kurangnya menjaga kebersihan tangan pada bayi

Kebiasaan buruk bayi yang sering menghisap jari tangan akan memudahkan masuknya virus, bakteri, dan jamur penyebab paru-paru basah masuk ke dalam tubuh. Perlunya pembiasaan mencuci tangan sebelum dan sehabis makan juga harus diterapkan anak sejak bayi. Hal ini dilakukan agar terbiasa menjaga kebersihan tangan dan terhindar dari berbagai jenis penyakit, khususnya mikroorganisme penyebab paru-paru basah.

  1. Berada dalam satu lingkungan dengan penderita flu atau pneumonia

Seseorang yang berada dalam satu lingkungan dengan penderita flu atau pneumonia akan mudah tertular melalui udara yang terhirup. Jika Anda memiliki bayi, pastikan untuk tidak berada dalam satu ruangan dengan penderita flu atau pneumonia.

Seorang anak atau bayi umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga akan lebih mudah tertular pada anak-anak atau bayi. Sebaiknya untuk mencegah tersebarnya virus paru-paru basah atau pneumonia, Anda melakukan penanggulangan pneumonia bagi keluarga yang terkena penumonia agar tidak didekatkan dengan bayi.

  1. Kurangnya istirahat pada bayi atau kelelahan pada bayi

Seorang bayi yang sering dibawa pergi oleh orang tuanya menyebabkan tubuh bayi tersebut menjadi mudah lelah atau kelelahan. Hal ini akan menurunkan sistem imun pada bayi sehingga rentan terkena berbagai jenis penyakit. Selain itu, kondisi kurangnya waktu istirahat pada bayi bisa terjadi karena bayi sering rewel saat tidur, akan mengakibatkan bayi mudah terserang penyakit.

  1. Kurang minum

Seorang bayi yang kekurangan minum akan menyebabkan dehidrasi pada tubuh bayi. Hal ini akan mengakibatkan tubuh bayi tersebut akan terasa lemas. Kondisi ini mampu memudahkan mikroorganisme penyebab paru-paru basah mudah masuk dan menyerang tubuh bayi.

  1. Flu yang tidak kunjung sembuh

Penyebab paru-paru basah pada bayi juga diakibatkan dari virus flu yang memasuki tubuhnya dalam jangka waktu lama. Seorang bayi yang berada di lingkungan yang sama dengan penderita flu maka rentan terkena ciri-ciri influenza virus. Virus penyebab flu dapat masuk dalam tubuh bayi terutama pada area paru-paru yang nantinya akan meninggalkan infeksi.

Sponsors Link

  1. Tumor paru-paru

Bayi yang mempunyai kelainan pada paru-parunya akibat pertumbuhan sel tumor, maka bisa dipastikan mudah terserang penyakit paru-paru basah atau pneumonia. Kondisi tumor paru yang semakin lama semakin berkembang akan berpengaruh pada pertumbuhan penyakit paru-paru basah dikarenakan kondisi paru-paru yang sudah terinfeksi oleh sel tumor. Hal ini perlu segera diatasi agar tidak berdampak komplikasi pada jenis penyakit lainnya.

  1. Infeksi tuberkulosis

Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit berbahaya dan menular yang bukan hanya bisa menyerang orang dewasa tetapi sangat mudah menular pada anak-anak ataupun bayi melalui percikan air liur, melalui bersin bersin, atau berinteraksi langsung dengan benda benda yang telah digunakan penderita TBC. Keadaan paru-paru yang terinfeksi tuberkulosis dapat merusak jaringan paru-paru dan menjadi penyebab paru-paru basah pada bayi dan anak.

  1. Masuknya zat kimia

Zat kimia yang sangat halus seperti serbuk kimia yang ada pada makanan atau udara dapat masuk ketubuh anak anak melalui rongga hidung dan mulut yang dapat masuk ke paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan infeksi paru sehingga paru-paru terisi dengan cairan infeksi. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya gejala penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru basah.

  1. Obat-obatan kimia

Jika anak Anda sakit, khususnya jika masih dalam usia bayi, sebaiknya hindari menggunakan obat-obat kimia kecuali dengan resep dokter. Membiasakan anak untuk minum obat ketika sakit, misalnya saat demam ringan atau masuk angin biasa menjadi salah satu penyebab paru-paru basah pada bayi dan anak. Zat kimia pada obat dapat berubah menjadi racun yang mematikan karena dapat melukai organ tubuh termasuk paru-paru.

Paru-paru yang luka mudah mampu dimasuki bakteri streptococcus pneumoniae penyebab infeksi paru-paru. Sebaiknya, alternatif pengobatan yang lebih baik diberikan kepada bayi adalah pengobatan pneumonia secara alami yang terbuat dari tanaman obat dan diracik sendiri, seperti manfaat kunyit untuk paru-paru.

Itulah 20 penyebab paru-paru basah pada bayi. Perlu Anda ketahui bahwa cara penularan penyakit paru-paru beragam, akan tetapi pada umumnya melalui udara sebagai media penularannya. Bagi Anda yang tidak ingin bayinya tertular dengan beberapa penyakit paru, khususnya paru-paru basah. Jika Anda sudah mengetahi beberapa diantara penjelasan tersebut mengenai penyebab paru-paru basah atau pneumonia, maka perlu dilakukannya cara mencegah pneumonia pada anak-anak dan bayi. Semoga bermanfaat.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pneumonia