Sponsors Link

5 Penyebab Pleuritis yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Sponsors Link

Salah satu penyakit paru-paru yang umum terjadi adalah pleuritis. Penyakit ini biasanya menyerang pada pleura. Apa itu pleura? Perlu kita ketahui bahwa pleura terdiri dari dua selaput yang menempel pada bagian paru-paru serta tulang rusuk. Pleura memiliki fungsi untuk memisahkan kedua jaringan tersebut.

ads

Di antara selaput pleura yang jumlahnya dua tersebut memiliki cairan yang berfungsi mengurangi gesekan yang terjadi saat kita bernapas. Nah, apabila terjadi radang biasanya permukaan selaput pleura tersebut malah menjadi kasar. Akhirnya, akan muncul rasa sakit di lapisan pleura. Biasanya rasa sakit tersebut akan muncul apabila kita sedang bernapas atau batuk.

Nah untuk itu, kita perlu mengetahui hal apa saja yang berhubungan dengan penyakit pleuritis mulai dari penyebab, gejala hingga cara mengobatinya. Secara umum, pleuritis umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri dari sebuah penyakit yang umumnya telah diderita sebelumnya. Biasanya infeksi tersebut akan menyebar menuju daerah pleura yang merupakan selaput pemisah paru-paru dan tulang rusuk.

1. Virus influenza

Virus jenis ini merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Secara umum sistem pernapasan ini terdiri atas hidung, paru-paru dan tenggorokan. Masa inkubasi virus jenis ini bisa dibilang termasuk singkat. Kita biasanya akan mengalami gejala flu seperti demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan dan mengalami nafsu makan yang menurun selama tiga hari pertama. Meski tidak separah masalah lain seperti gejala TBC pada orang dewasa, kita tidak boleh menganggap remeh.

Biasanya setelah itu kita akan terinfeksi flu dan kondisi ini menyebabkan dengan mudah kita menularkan flu sampai dalam kurun waktu seminggu. Meski sering dibilang mirip dengan  pilek, sebenarnya flu memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Flu tidak bisa dianggap enteng karena infeksi virus ini bisa terjadi semakin parah termasuk bisa menjadi penyebab pleuritis.

2.Virus parainfluenza

Virus jenis ini sama-sama menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. Jenis virus ini akan menyerang sistem pernapasan di bagian atas maupun bagian bawah. Kita tidak bisa menganggap remeh jenis virus ini sebab virus ini bisa mengakibatkan masalah yang lebih serius seperti bronkitis dan pneumonia.

Namun tak selamanya jika kita terinfeksi virus ini akan mengalami masalah yang berat seperti bronkitis dan pneumonia. Kita bisa saja hanya merasakan hidung meler atau mengalami gejala yang ringan sehingga tak membuatnya jadi penyakit yang lebih serius. Beberapa gejala jika kita terinfeksi virus ini antara lain sesak napas, batuk, pilek dan sakit tenggorokan.

3.Virus epstein-barr

Jenis virus ini  biasanya menyebabkan penyakit momonukelosis atau biasa disebut demam kelenjar. Virus yang diberi nama EBV ini biasanya menyebar dari satu orang ke orang lain dengan bantuan air liur. Sehingga penyebarannya terjadi akibat beberapa aktivitas seperti berciuman, berbagi alat makan dan minum, pemakaian sikat gigi bersama serta terpapar batuk dan bersin. Namun tak perlu khawatir penularan penyakit ini tidak mudah seperti yang terjadi kalau kita terinfeksi flu atau pilek.

Sponsors Link

Saat virus EBV masuk ke dalam tubuh manusia melalui air liur, ia mulai menginfeksi bagian tenggorokan seseorang. Saat air liur yang mengandung EBV masuk, sel-sel di area permukaan dinding tenggorokan akan mulai terinfeksi. Untuk melawan infeksi jenis ini, biasanya tubuh akan mengeluarkan sel darah putih yang bisa disebut sel limfosit B. Nah produksi sel limfosit B ini membuat virus ini malah makin tersebar dalam tubuh manusia. Biasanya sel ini akan ditangkap oleh kelenjar getah bening yang ada di seluruh organ dan bagian tubuh.

Jumlah se limfosit B ini biasanya akan diikuti produksi sitokin atau protein radang. Biasanya seseorang akan menjadi demam akibat produksi sitokin. Maka dari itu penyakit akibat paparan virus EBV sering disebut dengan kelenjar demam. Biasanya setelah seseorang terinfeksi, muncul sistem kekebalan permanen artinya orang tidak akan mengalami gejala atau tertular kembali. Jika tertular, kemungkinannya juga sangat kecil.

Jenis virus ini biasanya rentan terjadi pada orang dengan rentang usia 15 sampai 30 tahun. Hal ini disebabkan karena pada usia ini kita lebih mudah berinteraksi atau kontak langsung dengan orang lain melalui media air liur

4. Bakteri steptokokus

Tidak hanya virus, bakteri juga bisa jadi penyebab pleuritis. Biasnaya bakteri dapat menyerang bagian pleura sehingga terjadinya peradangan. Bakteri memang memiliki sifat inflamasi atau mampu menimbulkan efek radang. Salah satu jenis bakterinya adalah bakteri steptokokus.

Jenis bakteri ini merupakan bakteri yang jika dikira-kira memiliki bentuk layaknya rangkaian rantai. Sesuai dengan namanya kata “strepto” memiliki arti rantai. Sementara “coccus” memiliki arti bulat. Bakteri yang masuk ke dalam jenis ini memang sangat susah untuk dimatikan sebab mereka bisa hidup di lingkungan dengan oksigen maupun tanpa oksigen.

Samia sekarang terdapat 20 jenis bakteri jenis ini. Secara umum, berbagai jenis bakteri ini dibagi dalam dua kelompok besar yakni grup A yang umumnya kita temukan dalam permukaan tubuh seperti kulit dan tenggorokan. Serta grup B yang bisa ditemukan dalam saluran pencernaan serta vagina. Bakteri yang digolongkan dalam gurp B biasanya tak berbahaya dan umumnya menyerang bayi dan anak-anak.

Infeksi bakteri ini memang bisa menyerang siapa saja. Mulai dari anak-anak hingga orang yang lanjut usia. Begitu pula dengan jenis infeksinya yang bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Infeksi juga beragam bisa menginfeksi tenggorokan saja hingga menyebabkan radang paru-paru bahkan selaput otak. Bakteri ini tentu saja bisa jadi penyebab pleuritis.

ads

5. Bakteri staphylococcus

Hampir serupa dengan bakteri steptokokus, jenis bakteri ini memang  bisa memicu peradangan pada bagian pelura. Bakteri jenis ini biasa ditemukan dalam kasus sespis, keracunan makanan maupun infeksi kulit. Jenis bakteri ini biasa disebut staph yang jika dilihat di bawah mikroskop memiliki bentuk layaknya sekelompok anggur.

Umumnya, bakteri ini memiliki lebih dari 30 jenis bakteri. Namun jenis bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi adalah jenis bakteri staphlylococcus aerus. Biasanya jenis bakteri ini dapat menyebabkan sepsis, infeksi kulit serta masalah tulang osteomilitis. Agar kita mengetahui masalah yang disebabkan oleh bakteri ini, maka berikut sedikit penjelasannya.

  • Sepsis

Jenis bakteri staphlyloccous aerus dapat memicu terjadinya penyakit bakteremia. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyebar dalam seluruh sistem dan sirkulasi darah. Ada banyak bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit ini seperti Streptococcus pneumoniae dan Salmonella.

Umumnya kita akan mengalami gejala yang ringan jika terserang bakteri ini misalnya demam serta tekanan darah rendah. Namun, bakteri ini bisa saja menginfeksi bagian penting yang membuatnya jadi lebih serius misalnya infeksi pada otak, paru-paru dan jantung. Pada paru-paru, biasanya mirip dengan ciri- ciri penyakit flek paru-paru. Tidak hanya itu, bakteri ini juga bisa saja menyerang bagian tulang dan otot.

  •   Infeksi kulit

Kalau kita memiliki luka atau goresan terbuka, kita berisiko terinfeksi jenis bakteri ini. Hal ini disebabkan kita jadi berisiko tertular melalui luka atau goresan tersebut. Apalagi ketika melakukan kontak fisik dengan orang lain yang sudah terinfeksi masalah kulit ini. Beberapa jenis masalah atau infeksi kulit yang kerap terjadi akibat penyakit ini antara lain bisul, seluitis, impetigo serta Staphylococcal scalded skin syndrome. Umumnya jika kita mengalami infeksi kulit ini kulit kita akan terlihat merah, bengkak, nyeri dan kerap kali mengandung nanah.

  • Osteomielitis

Bakteri ini nyatanya bisa menyerang tulang. Biasanya bakteri mulai menginfeksi bagian kulit. Kemudian mulai menyebar ke bagian otot hingga akhirnya ke tulang. Infeksi ini bisa menyebar dengan bantuan darah atau bahkan setelah melakukan operasi tulang. Ada beberapa jenis orang yang memiliki risiko cukup besar mengalami penyakit ini misalnya penderita diabetes, orang yang gagal ginjal sehingga harus cuci darah, gangguan peredaran darah, orang-orang yang menggunakan narkoba suntik hingga orang yang memiliki kekebalan tubuh atau sistem imun yang rendah.

Apa saja ya gejala yang umum terjadi pada jenis penyakit ini? Pastinya kita akan mengalami nyeri di bagian tulang kita. Selain itu, kita akan mengalami keringat yang berlebih dan biasanya diikuti demam dan menggigil. Pembengkakkan serta adanya nyeri di beberapa bagian tubuh biasanya menjadi tanda infeksi bakteri ini. Beberapa kasus mungkin menyebabkan luka terbuka yang menyebabkan nanah.

Adakah cara untuk mengatasi beberapa penyakit yang disebabkan bakteri Staphyloccucus? Tentu saja pengobatan tepat sangat dibutuhkan. Beberapa yang bisa dilakukan antara lain penggunaan antibiotik yang tepat. Bisa juga dilakukan pengangkatan dari berbagai jaringan yang telah terinfeksi. Atau menghilangkan beberapa benda asing dalam tubuh seperti jahitan atau implan yang jadi penyebab terjadinya infeksi.

Nah, itu dia beberapa penyebab pleuris yang perlu kita ketahui. Umumnya penyebab ini memang didahului dengan paparan infeksi atau virus yang telah dipaparkan di atas. Namun, virus yang cukup mematikan juga bisa menyebabkan masalah pernapasan ini misalnya telah terpapar virus AIDS. Kekebalan tubuh yang menurun juga membuat kita berisiko memiliki masalah pernapasan ini.

Sponsors Link

Lalu apa saja gejala umum ketika kita mengalami penyakit pleuritis? Gejalanya hampir sama dengan orang yang mengalami masalah pernapasan. Berikut beberapa gejalanya

  • Sakit dada, kondisi ini pastinya dirasakan saat orang yang menderita mencoba bernapas. Biasanya kita akan merasakan rasa terbakar atau ada nyeri di bagian paru.
  • Batuk kering biasanya diikuti dengan sesak napas. Tidak hanya batuk kering, bisa juga batuk diikuti dengan dahak atau bahkan jika lebih parah dapat mengeluarkan darah.
  • Demam yang merupakan gejala umum dari berbagai penyakit.Jika kita mengalami demam, jangan buru-buru merasa hanya keadaan biasa saja. Bisa jadi kita mengalami gejala penyakit serius seperti pleuritis.
  • Timbul perasaan mudah letih. Gejala ini biasanya sudah masuk ke dalam fase yang lebih dalam. Infeksi di saluran pernapasan membuat tubuh bekerja lebih keras sehingga wajar saja jika kita jadi merasa lebih letih atau capek.
  • Sesak napas. Tidak hanya mengalami nyeri saat bernapas, kita bisa saja mengalami sesak napas yang mungkin mirip dengan gejala penyakit asma jika terpapar penyakit ini. Infeksi pada bagian sistem pernapasan bawah membuat kita mengalami kesulitan bernapas. Jika sudah mengalami ini, bisa jadi infeksi sudah masuk ke dalam bagian yang lebih serius.
  • Demam tinggi yang biasanya berlangsung dalam kurun waktu yang lebih lama. Jika penyakit ini lebih serius, biasanya kita akan mengalami demam yang lebih parah misalnya suhu jadi lebih tinggi serta durasi mengalami demamnya juga lebih lama.
  • Denyut jantung jadi berdetak dan berdenyut lebih cepat. Kondisi tubuh yang sedang terinfeksi akan membuat kerjanya semakin berat. Hal itu juga berdampak pada kerja jantung yang menyebabkan ia berdenyut lebih cepat daripada biasanya.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pleuritis