Sponsors Link

5 Penyebab Sesak Nafas Saat Hamil yang Sering Dianggap Sepele

Sponsors Link

Sesak napas merupakan sebuah kondisi ketika sistem pernapasan kita bermasalah dan menyebabkan kondisi tubuh jadi tidak fit. Artinya saat kesulitan napas, kita jadi tidak bisa beraktivitas karena sulitnya bernapas dengan normal. Umumnya ada beberapa faktor penyebab sesak napas seperti obesitas, olahraga yang terlalu berat atau saat berada di ketinggian tertentu.

ads

Selain itu, sesak nafas juga bisa terjadi akibat alergi, tekanan darah rendah, anemia, sinusitis, tuberkulosis dan masalah kronis paru lainnya seperti munculnya gejala radang paru-paru pada orang dewasa atau kanker paru-paru. Biasanya penyebab yang paling umum adalah asma. Penyakit yang kerap kambuh ini biasanya ditandai atau memiliki gejala sesak napas. Penyakit asma tentunya berhubungan dengan paru-paru dan jantung.

Untuk mengetahui adanya penyebab sesak nafas tersebut, kita perlu memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan medis. Dalam pemeriksaan tersebut, umumnya dokter akan meminta riwayat kesehatan kita dan tentu saja keluarga. Beberapa tes medis seperti tes darah, tes pernapasan dengan teknik spirometri dan X-Ray rongga dada dibutuhkan untuk mengetahui penyebab sesak nafas.

Tidak hanya berbagai penyebab di atas, sesak nafas juga mungkin terjadi pada Ibu hamil. Saat hamil seseorang sangat mungkin mengalami berbagai masalah atau gangguan mulai dari mual muntah hingga nyeri pada beberapa bagian tubuh. Ada berbagai penyebab sesak nafas saat hamil yang sebaiknya diketahui.

Hal ini juga bertujuan agar kita mengetahui bagaimana cara mengatasi ketika sesak nafas menyerang saat hamil. Umumnya, sesak nafas saat hamil terjadi pada trimester akhir kehamilan dan menjadi gejala yang umum terjadi namun bisa juga menjadi tanda penyakit yang lebih serius sehingga kita perlu mewaspadainya. Untuk itu, penting bagi kita mengenal berbagai penyebab sesak nafas saat hamil.

1. Janin yang terus berkembang

Pada trimester akhir kehamilan, janin akan terus berkembang. Panjang janin bisa mencapai panjang 36 cm dengan berat kira-kira sekitar 900-1.800 gram Pada usia kehamilan 7 bulan. Janin juga sudah mulai menyimpan lemak pada bulan ini. Masuk ke bulan delapan, bagian tubuh janin sudah semakin sempurna misalnya paru-paru. Cadangan lemak dalam tubuh janin juga meningkat. Dengan panjang kira-kira 46 cm dengan berat 2,27 kilogram, janin juga jadi lebih aktif bergerak dalam bulan ini.

Masuk ke bulan terakhir kehamilan, seluruh perkembangan janin sudah jauh lebih sempurna. Panjang janin pun sudah mencapai angka 50 cm dengan berat kira-kira 3,2 kilogram. Kondisi perkembangan janin ini yang akhirnya membuat Ibu hamil jadi sesak nafas. Janin yang semakin membesar membuat berbagai tekanan ke daerah diafragma. Diafragma juga menjadi naik sekitar 4 cm. Belum lagi gerakan janin yang sangat aktif akan membuat ibu hamil jadi lebih sering mengalami kesulitan dalam bernapas.

2. Rahim yang membesar

Saat hamil, rahim menjadi tempat bagi janin untuk berkembang selama 9 bulan. Saat seseorang hamil, biasanya dokter akan mengecek dengan bantuan USG. Salah satu hal yang diperhatikan adalah bentuk rahim. Biasanya pada orang yang sedang hamil, bentuk rahim akan membesar sebagai tempat menyiapkan tempat untuk si janin. Bahkan, rahim dapat berkembang 500 kali lipat dari ukuran biasanya.

Kondisi ini yang menyebabkan masalah pada paru-paru. Saat janin bertumbuh besar khususnya di trimester akhir kehamilan, rahim akan ikut membesar dan menekan bagian paru-paru. Kondisi ini menyebabkan kapasitas paru-paru jadi ikut berkurang. Tentu saja kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya sesak nafas saat hamil. Kondisi rahim biasanya akan kembali normal setelah melahirkan.

Sponsors Link

3. Mengandung bayi kembar

Jika hamil anak satu saja sudah membuat sesak nafas, tentu saja hal ini bisa diperparah jika seorang perempuan hamil bayi kembar. Tekanan pada diafragma membuat kondisi semakin parah dan membuat seseorang jadi semakin sering mengalami sesak nafas. Ibu yang sedang hamil anak kembar memang disarankan untuk tidak melakukan kegiatan yang melelahkan karena napas yang jadi mudah ngos-ngosan. Salah satu akibat yang cukup parah dari aktifitas yang terlalu padat adalah menjadi sering sesak nafas saat hamil.

4. Kelebihan air ketuban

Kelebihan air ketuban yang memiliki nama medis polihidramnion ini merupakan kondisi ketika air ketuban dalam kandungan melebihi batas normal. Salah satu gejala dari kelebihan ketuban adalah sesak nafas atau mengalami kesulitan saat bernapas. Ibu hamil jadi memiliki napas pendek ketika air ketubannya berlebih.

Ibu bisa melihat gejala umum lainnya seperti ukuran perut ibu hamil yang terlihat besar dan tidak seperti ibu hamil pada umumnya. Ada pula bagian tubuh Ibu hamil yang bengkak seperti dinding perut, vulva serta perut bagian bawah. Hal ini juga menyebabkan produksi urin jadi menurun. Lalu apa saja yang menyebabkan kondisi ini dan berisiko jadi penyebab sesak nafas saat hamil? Berikut berbagai penyebabnya

  • Ibu hamil yang mengalami penyakit diabetes
  • Ada infeksi kongenital misalnya toksoplasma atau rubella
  • Hamil anak kembar terutama kembar identik.
  • Gangguan kesehatan pada janin misalnya kelainan pada jantung, sistem saraf serta sistem pencernaan. Kondisi ini biasanya menyebabkan janin tidak bisa menyerap air ketuban dengan jumlah yang normal.
  • Penumpukan cairan pada bagian tubuh janin, biasanya disebabkan perbedaan rhesus golongan darah pada Ibu dan janin
  • Janin mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah
  • Metabolisme ibu yang tidak normal
  • Pemakaian obat-obatan terlarang pada ibu.
ads

5. Peningkatan hormon progesteron

Salah satu penyebab dari berbagai perubahan yang dialami selama kehamilan adalah adanya perubahan hormon. Ibu hamil rentan mengalami berbagai masalah pada kehamilan karena adanya perubahan hormon termasuk penyebab sesak nafas saat hamil. Salah satu yang memainkan peran penting adalah hormon progesteron.

Hormon progesteron ini berfungsi untuk membangun lapisan pada dinding rahim. Penebalan dinding rahim sangat dibutuhkan untuk menyangga plasenta dalam rahim, di mana plasenta ini adalah jalan yang dibutuhkan untuk pemberian oksigen dan asupan makanan.

Selain itu, penebalan dinding rahim juga berfungsi untuk mencegah terjadinya masalah jika muncul gerakan pada janin atau pengerutan pada otot rahim. Kondisi ini akan mencegah atau menghindari terjadinya kelahiran prematur. Hormon ini ternyata juga memainkan peran penting dalam produksi ASI agar proses menyusui jauh lebih lancar.

Sayangnya perubahan hormon saat hamil ini juga memberikan dampak misalnya memperbesar pembuluh darah yang berdampak pada tekanan darah menjadi rendah. Hal ini menjadi alasan mengapa Ibu sering pusing saat sedang hamil. Dampak lain yang ditimbulkan antara lain perut menjadi kembung, memengaruhi perasaan hati, meningkatnya suhu tubuh, menjadi mual dan menurunkan gairah seks sepanjang kehamilan.

Hormon ini juga cukup memainkan peran penting sebagai penyebab dari kondisi yang susah nafas saat hamil. Perubahan pada hormon merangsang otak sehingga terjadi perubahan pernapasan dan langsung berpengaruh pada paru-paru. Tubuh ibu hamil kemudian mencoba beradaptasi namun kerap kali perubahan ini menyebabkan napas jadi lebih pendek dan tidak bisa mengambil napas dalam. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil jadi sering sesak napas.

Melihat berbagai penyebab sesak nafas saat hamil, kita juga tidak bisa menganggap enteng kondisi ini. Ada beberapa kondisi yang sebaiknya diwaspadai karena bisa membahayakan janin dan juga kesehatan ibu. Biasanya sesak nafas ini akan menjadi berbahaya jika ibu sempat mengalami masalah penyakit pernapasan seperti pneumonia dan asma. Sesak nafas saat hamil dapat memperburuk keadaan. Maka, bagi ibu yang sudah punya riwayat sakit pernapasan disarankan untuk melakukan vaksinasi flu sebelum hamil.

Salah satu penyebab sesak nafas yang perlu diwaspadai jika diakibatkan oleh emboli paru. Kondisi ini menyebabkan gumpalan darah yang muncul dan menyumbat pada pembuluh darah paru. Penyumbatan ini juga bisa jadi penyebab radang paru paru. Hal ini semakin berisiko pada ibu hamil karena adanya pembekuan darah.

Sesak nafas saat hamil juga bisa dianggap sebagai gejala tekanan darah rendah atau biasa disebut anemia. Hal ini mungkin saja terjadi mengingat ibu hamil kerap mengalami mual muntah saat hamil sehingga gizinya tak tercukupi. Beberapa zat penting seperti zat besi memainkan peran penting dalam hal ini. Apalagi makanan yang kaya akan zat besi terbilang tak banyak dan mungkin jarang dikonsumsi ibu hamil. Kondisi kurangnya asupan nutrisi ini menyebabkan tubuh harus bekerja ekstra dalam menyediakan energi tambahan.

Apalagi jika sesak nafas saat hamil datang secara tiba-tiba tanpa riwayat khusus, bisa jadi hal tersebut adalah tanda dari penyakit yang lebih serius. Hal ini perlu penanganan dokter lebih lanjut.  Beberapa gejala yang sebaiknya dihindari dan perlu penanganan dokter antara lain:

  • Dada yang terasa sakit saat menarik napas, mulai dari napas pendek hingga napas dalam dan panjang.
  • Mengalami gejala penyakit asma bagi penderita asma, namun gejalanya semakin memburuk dan tidak bisa ditangani dengan obat-obatan asma yang biasa digunakan.
  • Detak jantung terasa tidak beraturan yang menyebabkan napas juga tidak beraturan.
  • Wajah menjadi pucat dan perubahan pada warna bibir, jari tangan dan jari kaki yang berubah menjadi warna biru.
  • Saat bernapas sering kali mengalami kesulitan mengambil oksigen
Sponsors Link

Untuk mengatasi berbagai penyebab sesak nafas saat hamil, ibu hamil juga perlu mengetahui pertolongan pertama saat terjadi gangguan nafas. Mulailah dengan memberikan ruang sebanyak mungkin pada paru-paru dengan cara menegakkan punggung dan menarik pundak ke belakang saat duduk maupun berdiri.

Saat tidur, usahakan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri dibandingkan telentang. Hal ini untuk mengurangi tekanan pada paru-paru sehingga dapat mengambil udara dengan maksimal. Saat sedang berjalan kaki dalam waktu lama, ambil jeda sejenak untuk beristirahat agar napas tidak ngos-ngosan. Saat napas mulai sesak, rentangkan tangan ke atas kepala. Hal ini bertujuan agar tulang rusuk terangkat sehingga udara lebih banyak masuk.

Ingat bahwa salah satu faktor sesak nafas saat hamil adalah berat badan yang naik secara drastis selama hamil. Maka, usahakan untuk menjaga berat badan. Agar lebih bugar, ibu hamil perlu berolahraga secaara teratur. Olahraga ringan dan teratur membantu pernapasan menjadi lebih lega. Saat berolahraga, janin juga mendapatkan asupan oksigen yang cukup sehingga lebih sehat. Namun perlu diingat untuk berolahraga sesuai dengan kondisi kehamilan. Ibu hamil dengan komplikasi sebaiknya tidak melakukan olahraga yang ekstrim. Jangan lupa untuk terus melatih pernapasan yang juga berfungsi untuk proses melahirkan nanti.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Sesak Nafas