Sponsors Link

5 Penyebab Sesak Nafas Setelah Makan yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Pernahkah anda merasakan sesak nafas sesaat anda selesai makan? Kondisi tersebut tentu saja sangat tidak nyaman dan mengganggu aktifitas kita sehari-hari. Perlu diketahui bahwa hampir 30% masyarakat Indonesia mengalami hal ini. Yaitu sesak nafas sesaat setelah makan. Tingkatan sesak nafas ini beragam. Mulai sesak nafas ringan, yang akan sembuh dengan sendirinya maupun sesak nafas yang berat, dimana penderitanya membutuhkan tindakan lanjutan untuk menangani sesak nafas ini.

ads

Gejala sesak nafas atau gejala asma ini beragam. Selain itu, sesak nafas ini juga bisa berupa nafas yang pendek-pendek setelah makan. Baik sesak nafas maupun nafas pendek-pendek ini tentu saja menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan dan mengganggu.

Selain membuat aktifitas terganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman, sesak nafas ini juga cukup membuat khawatir dan panik orang yang ada disekitar anda. Hal ini sebetulnya dapat dihindari apabila kita sudah tahu apa yang menjadi penyebab sesak nafas atau penyebab asma setelah makan ini. Maka dari itu, artikel ini akan menjelaskan beberapa penyebab sesak nafas setelah makan yang jarang diketahui oleh kita:

1. Asam Lambung

Asam lambung atau dalam dunia medis dapat disebut gastroesophageal reflux (GERD), merupakan penyakit yang hampir dimiliki oleh setiap manusia baik disadari maupun tidak. Dan sesak nafas dapat menjadi salah satu gejala asam lambung ini. Sesak yang dirasakan setelah makan dapat berupa pertanda akan gejala asam lambung yang sedang naik ke saluran yang menghubungkan antara mulut dan lambung yaitu kerongkongan.

Asam lambung ini dapat terjadi kapan saja tanpa bisa kita rencanakan. Namun, biasanya asam lambung ini akan kambuh ketika pola makan atau cara makan kita yang salah. Seperti makan terlambat atau makan secara terburu-buru. Rasa sesak ini akan melanjutkan gejala asam lambung lain seperti rasa sakit pada ulu hati, kembung, mulut terasa asam atau pahit, dan gejala asam lambung lainnya. Pertolongan pertama yang dapat anda lakukan adalah melonggarkan pakaian anda, khususnya dibagian perut, meminum obat antasida dan meminum air hangat secara perlahan-lahan.

Ketika setidaknya selama satu minggu anda mengalami rasa sesak seperti ini hingga 3 kali, segeralah kunjungi dokter dan ceritakan apa yang anda alami. Bisa jadi, sesak ini menjadi suatu pertanda bahwa anda mengalami asal lambung atau GERD yang mendekati taraf akut.

2. Aritmia

Salah satu penyebab sesak nafas setelah makan yang jarang diketahui adalah aritmia. Aritmia adalah istilah medis yang sering digunakan untuk menyebut kelainan pada irama jantung manusia. Kelaianan irama jantung tersebut bisa berupa jantung yang berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau bahkan tidak teratur.

Terdapat beberapa jenis aritmia yang perlu kita ketahui, diantaranya:

  • Bradikardia. Sebuah kondisi yang menyatakan bahwa jantung kita berdetak lebih lambat dari pada normalnya bahkan tidak teratur.
  • Blok jantung. Sebuah kondisi yang menyatakan bahwa jantung kita berdetak lebih lambat dari pada normalnya namun samapai menyebabkan penderitanya pingsan atau hilang kesadaran.
  • Takikardia supraventrikular. Sebuah kondisi yang menyatakan bahwa jantung kita berdetak lebih cepat dari pada normalnya.
  • Fibrilasi atrium. Sebuah kondisi yang menyatakan bahwa jantung kita berdetak lebih cepat dari pada normalnya dan ini bisa terjadi bahkan saat kita bersitirahat atau tidak melakukan kegiatan apapun.
  • Fibrilasi ventrikel. Sebuah kondisi yang menyatakan bahwa jantung kita berdetak lebih cepat dari pada normalnya dan menyebabkan penderitanya hilang kesadaran hingga kematian mendadak.
Sponsors Link

Salah satu penyebab aritmia yang berhubungan dengan waktu terjadinya, yaitu sesudah makan adalah:

  • Kadar elektrolit dalam darah yang tidak seimbang

Kadar elektrolit yang terkandung di dalam darah seperti kalium, natrium, kalsium, dan magnesium jika tidak seimbang seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit akan mengganggu konduksi impuls listrik pada jantung. Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah ini bisa terjadi ketika kita makan atau minum makanan yang menghasilkan  kalium, natrium, kalsium dan magnesium secara banyak dan tidak terkontrol. Akibatnya penderita akan merasakan sesak nafas yang mengakibatkan aritmia yang serius.

  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein atau nikotin

Bagi anda yang senang minum kopi atau teh atau memiliki kebiasaan merokok setelah makan perlu mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan buruk ini. Dengan mengonsumsi kopi atau teh secara berlebihan, ternyata dapat menyebabkan penderita nya sesak nafas.

3. Alergi Makanan

Apakah anda tahu jika anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu? Sesak nafas setelah makan ini sangat sering terjadi karena alergi makanan. Alergi terhadap makanan ini biasanya menimbulkan gejala seperti sesak nafas, gatal pada kulit, tenggorokan bengkak, pusing, dan jantung berdebar. Jika anda pernah merasakan salah satu dari beberapa gejala alergi makanan khususnya adalah sesak nafas, hentikan konsumsi terhadap makanan tersebut. Dan minumlah obat anti alergi yang biasa anda minum.

Jika kondisi ini mengkhawatirkan anda, segeralah kunjungi dokter untuk memeriksakan kondisi fisik anda ini. Jangan lupa untuk mencari tahu riwayat alergi pada keluarga anda.

4. Gangguan Jantung

Gangguan jantung ini menjadi salah satu penyebab sesak nafas setelah makan yang jarang diketahui oleh kebanyakan penderitanya. Biasanya hal ini terjadi karena kita mengonsumsi beberapa jenis makanan yang mengganggu kinerja jantung sehingga jantung bereaksi tidak normal. Selain sesak nafas biasanya penderita akan merasakan jantung yang berdebar-debar.

Untuk mengatasi hal tersebut, segera cari tahu makanan apa yang mengangg kinerja jantung anda dan usahakan untuk menghindarinya.

Sponsors Link

5. Gangguan Kecemasan

Orang yang memiliki gangguan kecemasan seringkali mencari berbagai macam alternatif sebagai pelampiasan atau media agar dapat melupakan atau menenangkan kecemasannya. Namun, untuk beberapa orang, makan menjadi alternatif yang dipilih mereka untuk meredakan kecemasan yang mereka rasakan. Sayangnya tidak semua orang dapat mengendalikan kecemasan yang ia miliki bahkan setelah ia memiliki hal yang dapat mereka lampiaskan.

Dengan melampiaskan kecemasannya pada makanan, terkadang penderita secara tidak langsung akan merubah pola dan cara makan nya. Perubahan pola dan cara makan secara mendadak tersebut akan memicu sesak nafas. Selain tidak nyaman, sesak nafas ini akan sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Untuk menangani hal ini, usahakan penderita untuk mencari alternatif lain selain makan apabila mengalami gangguan kecemasan seperti berolahraga atau melakukan hal menyenangkan lainnya.

Itulah 5 macam penyebab sesak nafas setelah makan yang jarang diketahui oleh kita semua. Untuk mengurangi seringnya mengalami sesak nafas setelah makan, hindari minuman bersoda saat makan, makan secara berlebihan, kekenyangan, makan dengan cepat dan makan makanan yang sulit dikunyah dan dicerna. Mulailah makan dengan perlahan dan kunyah hingga lembut agar mengurangi kinerja lambung dan organ pencernaan lainnya.

Apabila pembaca sekalian merasakan salah satu dari lima penyebab diatas, segerakan untuk mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk menghindari dampak asma atau sesak nafas ini pada tubuh anda . Karena kita tahu, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Asma